CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
146


__ADS_3

Serta merta Danny langsung mencomot makanan yang berada di depan Lucky dan Nia. Belum berhasil mengambil, tangan Lucky sudah mendarat di punggung tangan Danny, membuat Danny berteriak kesakitan "Aww... Apa-apaan sih Luck, tangan ini diasuransi tahu tidak?"


"Harusnya tadi lebih keras, biar asuransi bisa dicairkan, rugi kalau tidak dipakai"


"Cuma makanan anak sekolah saja, tidak boleh diambil" Danny semakin kesal


"Tahu jajanan anak sekolah, tapi masih juga tidak kuat beli sendiri?"


"Gue kesal tahu tidak, harus ya makan malam lagi dengan nenek lampir seperti dia, pakai acara mau membawa anak gadisnya segala"


"Sebentar lagi dapat jodoh dong" Goda Lucky


"Ogah, masih banyak cewek di luar sana"

__ADS_1


Sekali lagi tangan Danny berusaha meraih jajanan yang berada di depan mereka, namun tetap juga gagal.


"Ok, gue mau beli sendiri, asal kalian jangan ikut makan juga" Danny yang sudah kesal dibuat Lucky semakin kesal


"Tidak butuh, ini saja masih banyak"


*****


Setelah berakhir perjanjian bekerja sama dengan Manda, Andi mulai tertarik dengan Nana yang notabene adik tiri Manda, dia semakin gencar berusaha menarik perhatian Nana yang sangat sulit untuk di dekati. Biasanya cewek yang mengejarnya, namun saat ini Andi berusaha mati-matian hanya untuk mendapatkan perhatian Nana.


Beberapa minggu setelah mereka sering bertemu, tumbuhlah rasa sayang diantara keduanya, mereka mencoba untuk menjadi sepasang kekasih. Hari-hari Nana semakin berwarna dengan kebersamaannya dengan Andi yang selalu bersedia datang dan menemaninya ketika dia sedang sakit.


Kedekatan mereka belum diketahui oleh Elsa maupun Manda, Nana tidak ingin hubungan mereka diketahui oleh ibu tiri dan kakak tirinya. Andi juga bertanya mengapa keluarga mereka tidak sedekat keluarga yang lain. Disaat itulah Nana menceritakan segalanya kepada Andi mengenai siapa dirinya dan perusahaan orang tuanya yang kini dikuasai oleh Elsa hingga dia berusia tujuh belas tahun.

__ADS_1


"Bukannya sebentar lagi kamu berusia tujuh belas tahun Sayang" Andi yang mengingat saat ini Nana sudah hampir kelas tiga sekolah menengah atas


"Iya, tapa apakah nanti Mama Elsa mau menyerahkannya dengan mudah kepada Nana?" Nana terlihat gamang, Elsa tidak mungkin dengan mudah memberikan perusahaannya kepada Nana, meskipun secara hukum harus segera diberikan setelah berusia tujuh belas tahun


"Bukannya semua sudah ada pengacara yang keluargamu percaya?" Biasanya setiap orang mempunyai orang yang dipercaya


"Tapi, sayangnya orang kepercayaan Papa sudah tidak bisa diandalkan, beliau mendukung semua yang dilakukan Mama Elsa, aku curiga jika mereka sudah bekerja sama untuk. mengambil alih perusahaan Papa sebelum aku benar-benar bisa mengambil alihnya"


Andi yang mengetahui keadaan kekasihnya ikut bersedih, bagaimana bisa kehidupan yang seharusnya milik kekasihnya namun dirampas oleh ibu dan Kakak tirinya. Andi memikirkan beberapa cara agar bisa membantu kekasihnya untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya.


Andi mulai bertanya kepada orang-orang yang berpengalaman mengenai cara mengambil alih perusahaan kembali.


"Jangan bersedih sayang, nanti biar aku yang mencari cara untuk mendapatkan perusahaan papamu lagi, setelah kamu berusia tujuh belas tahun"

__ADS_1


"Terima kasih sayang" Nana yang sejak dahulu setelah sepeninggal orang tuanya tidak pernah mendapatkan kasih sayang sari orang lain, kini sangat bahagia berada di samping Andi. Meskipun Andi terkenal dengan gaya yang urakan dan nakal namun dihadapan Nana, Andi seorang pahlawan yang bisa membuat hari-hari Nana terlindungi


__ADS_2