CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
50


__ADS_3

Keesokan paginya, semua sudah terbangun dari lelapnya tidur malam, bergantian untuk membersihkan diri di sungai yang tidak begitu jauh dari berdirinya tenda. Lucky mencari keberuntungan untuk menemani Nia pergi ke sungai pagi ini, bukan tanpa alasan, dia ingin menagih janji Nia yang akan memberikan jawaban setelah seminggu yang lalu, dia mengutarakan isi hatinya. Dilihat dari perkataan Nia semalam, sebenarnya Lucky masih gamang untuk menanyakan jawaban, namun bagaimanapun semua harus dicoba, bukannya dia seorang laki-laki, yang pastinya tidak akan melakukan bunuh diri hanya karena cinta yang di tolak, kalaupun di tolak mungkin dia belum berusaha dengan cukup maksimal dan harus tetap berjuang untuk mendapatkannya.


"Nia, bagaimana?" Suara Lucky keluar dengan cukup berat


"Apanya?" Nia ragu apa yang ditanyakan Lucky, apa dia mengharapkan balasannya


"Bagaimana dengan seminggu yang lalu, bukannya kamu sudah berjanji akan memberikan jawabannya?" Lucky terus terang karena saat ini dia sudah tidak sabar mendengar jawaban Nia


"Hmmm, sebelum Nia menjawab boleh tidak Nia mengajukan sebuah pertanyaan terlebih dahulu?" Nia malah balik bertanya


"Mau bertanya apa lagi sih, bukannya Kakak sudah bilang semuanya, apakah masih ada yang belum kamu ketahui?" Lucky semakin tidak sabar karena menurutnya Nia hanya mengulur waktu saja


"Apakah kakak ingat dengan gadis kecil berkulit putih yang selalu bermain dengan kita dulu?" Nia akhirnya menanyakan mengenai gadis itu


"Maksudnya...." Lucky semakin tidak mengerti ke arah mana pembicaraan Nia


"Mungkin saja Kakak salah orang, yang harusnya Kakak cintai mungkin dia?"


"Tidak ada dia ataupun siapapun di hati kakak dari dulu hingga saat ini, kakak selalu ingat dirimu yang selalu digendong oleh Nalen, yang dulu kucel dan juga kurang bersih, bukannya itu menandakan kamu benar-benar dalam masa kanak-kanak, masa yang masih polos dan belum tahu apa itu menjaga diri?" Lucky berusaha mengingat kejadian saat mereka masih kecil


"Jadi, beneran kakak tidak salah orang, selama ini Nia takut kalau sebenarnya kakak...." Belum juga selesai Nia bicara sudah di potong oleh Lucky


"Stttt, jadi sekarang kakak menunggu jawaban Nia, apapun hasilnya kakak akan Terima meskipun hal yang akan membuatku sakit"


"Dan kamu harus tahu, kejadian waktu awal kamu masuk sekolah, kejadian itu baru pertama kali kakak alami, ada seorang cewek yang kakak beri ijin untuk membonceng serta memberikan jaket untukmu" Lucky mengingatkan lagi kejadian itu

__ADS_1


"Jadi, selama ini kakak tidak pernah dekat dengan siapapun?" Nia makin gencar menggoda Lucky


"Iya, entahlah, padahal waktu itu Kakak belum tahu siapa dirimu, tapi langsung dorongan dari dalam diri Kakak untuk melakukan itu"


Setelah berbicara begitu banyak tentang kenangan masa lalu mereka, Lucky saat ini sudah tidak sabar mendengar jawaban Nia, namun Nia masih saja beberapa kali berkilah


"Baiklah, kalau kali ini kamu tidak memberikan jawaban, mungkin hari ini adalah pertemuan kita yang terakhir dan juga Kakak tidak akan mengganggumu lagi sampai kapanpun dan akan mengubur semua kenangan yang pernah kita jalani bersama" Lucky sudah mulai frustasi karena terlalu lam menunggu jawaban Nia, sepuluh tahun bukan lah waktu yang cepat untuk bisa menahan rindu pada orang yang sangat di sayangi


Meskipun Lucky orang yang tahu agama, namun dia hanyalah seorang anak laki-laki yang beranjak dewasa yang ingin merasakan bagaimana indahnya jatuh cinta pada usia saat ini.


"Emmmm" Nia tampak berfikir ketika ingin berbicara lebih banyak


"Baiklah, tidak usah dijawab, aku akan pergi jika itu memang maumu" Lucky sudah memotong pembicaraan Nia


"Tapi...." Belum juga Lucky menyelesaikan kata-katanya, Nia langsung bicara


"Baiklah, Nia janji tidak akan pernah menjauh dari Kak Lucky lagi dan akan menerima Kak Lucky apa adanya" Nia berkata dengan suara yang rendah dan sedikit menundukkan kepalanya


"Apa kamu bilang? Apakah itu berarti kamu menerima kakak sebagai kekasihmu?" Tanya Lucky dengan mata berbinar


Nia hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia merasa malu. Dengan senang Lucky menarik kepala Nia ke dalam dadanya dan mengeratkan kedua tangannya dan berulang kali mengucapkan terima kasih karena sudah mau menerimanya setelah penantian yang cukup lama.


Dari kejauhan Danny melihat kejadian yang sangat langka dari seorang Lucky, yang selama ini selalu menjauhi perempuan tapi kini terlihat memeluk seorang perempuan dengan erat. Danny hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali namun akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh dan tidak ingin mengganggu mereka. Danny berlari kembali menuju tenda, membuat Vicky bertanya-tanya? Mengapa sahabatnya ini berlari begitu saja.


"Dikejar hantu ya...?"

__ADS_1


"Yang gue lihat lebih dari sekedar hantu, sangat menakutkan" Danny mendramatisir keadaan


"Masak sih" Vicky tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya


"Lo jangan bercerita ke orang lain terutama Nalen, gue tadi lihat Lucky sedang memeluk Nia di pinggir sungai sana" Danny menceritakan apa yang sebenarnya sudah dilihat


Mereka berdua hanya bisa tertawa dengan kemajuan yang sangat cepat dari yang dulu anti dengan yang namanya cewek namun sekarang malah menempel sangat erat.


Mendengar suara gaduh di tenda sebelah, Nalen menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi, namun keduanya hanya tersenyum dan tidak ingin bercerita tentang apa yang sudah dilihat, mereka takut kalau Lucky akan dihajar oleh Nalen jika mereka bercerita.


Karena keduanya tidak mau membuka mulut, Nalen kembali ke tenda untuk mempersiapkan baju gantinya dan ingin segera menuju sungai untuk membasuh muka. Dia menyusuri jalanan yang cukup luas namun hanya ditumbuhi oleh rerumputan. Karena jarak dari tenda sampai di sungai tidak begitu jauh dia sudah sampai di sana dalam waktu yang cepat, Nalen mulai membasuh muka ketika sampai.


Ketika selesai, Nalen baru menyadari dari tadi ada yang melihatnya dari tempat yang tidak jauh darinya, mereka adalah Lucky dan Nia yang juga sedang membasuh muka dan juga gosok gigi.


"Sejak kapan kaliah ada di sana?" Tanya Nalen kaget melihat keberadaan mereka


"Kami baru sampai di sini, ketika lo membasuh muka" Lucky berbohong, karena dia tidak ingin diketahui apa yang sudah terjadi diantara mereka. Mereka masih malu mengakui semua


"Oh, cepetan kalau sudah selesai segera kembali ke tenda untuk gantian, kasih Danny dan Vicky belum bersih-bersih" Nalen mengintruksikan kepada mereka


Mereka menyelesaikan ritual membersihkan diri dengan cepat dan hendak kembali ke tenda ketika Nalen bersuara lagi


"Kalian tidak ngapa-ngapain kan...?" Nalen penasaran melihat mereka berdua terlihat semakin dekat


"Nggak kok Kak, kami tidak ngapa-ngapain, Nia tadi minta Kak Lucky untuk mengantar Nia ke sungai, tadi Kak Nara sudah Nia ajak, tapi dianya belum mau" Nia menjelaskan yang awalnya memang dia meminta Lucky untuk menemaninya pergi ke sungai karena dia takut terjadi apa-apa di sungai.

__ADS_1


__ADS_2