CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
65


__ADS_3

"Apaan ini" Lucky langsung mendorong piring hingga berserakan, dia tidak tahan melihat daging yang masih berdarah di hadapannya


Ibu paruh baya itu hanya bisa menyunggingkan senyum yang mengejek dan berfikir bahwa taktik yang dia lakukan sepenuhnya berhasil dan pasti dengan mudah dia akan mendapatkan ganti rugi yang tidak sedikit. Membayangkan saja ibu itu sudah sangat bahagia.


"Sudah lihat sendiri kan...." Ibu itu berbicara dengan senyum mengejek


"Lain kali kalau jualan makanan yang benar dong, jangan masih mentah sudah dijual" Lanjut ibu itu


Lucky melihat ke arah Nara yang kebetulan juga saat ini sedang membantu di restoran, Nara langsung tanggap dengan apa yang diinginkan oleh Lucky, namun sebelum Lucky mendapatkan bukti dia berusaha mengorek maksud dan tujuan dari si Ibu paruh baya itu.


"Lalu apa yang ibu harapkan dari kejadian ini? Oh iya kenalkan Nama saya Rasya Lucky Wibowo pemilik restoran yang akan bertanggung jawab sepenuhnya mengenai kejadian yang tidak baik ini" Lucky mengenalkan diri "Kalau boleh tahu, tolong sebutkan identitas anda agar lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan ini" Lanjut Lucky


Ibu itu mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu dari dalamnya dan dengan percaya diri melemparnya ke hadapan Lucky. Lucky mengambilnya dengan sopan meminta izin terlebih dahulu sebelum membacanya.


"Bolehkah saya membacanya?" Tanya Lucky dengan sopan


"Silakan, kamu boleh membacanya sekaligus memotretnya agar tidak lupa dengan identitas saya" Dengan sedikit sombong ibu itu mulai menambah jurus untuk memuluskan aksinya.


Tanpa berpikir panjang merasa dapat ijin untuk memotretnya, Lucky mengambil handphone yang ada di saku celananya dan mengarahkan kamera serta mengambil beberapa gambar.


Sejenak mereka berada dalam pikiran masing-masing. Si ibu sudah berada di atas awan sedangkan Lucky berfikir langkah apa yang akan dia ambil supaya tidak merugikan salah satu pihak.

__ADS_1


"Pokoknya saya minta ganti rugi atas ketidaknyamanan yang saya terima saat makan di sini" Si ibu semakin ngotot dan lantang dalam berbicara


"Pasti, pasti saya akan bertanggung jawab atas apa yang Ibu Elsa alami, bahkan koki yang memasak akan langsung saya pecat tanpa pesangon, namun sebelumnya saya pribadi akan mendengar penjelasan dari koki kami terlebih dahulu untuk menyamakan pendapat agar tidak ada yang dirugikan satu sama lain" Elsa sebagai pihak yang dirugikanpun menerima usulan dari Lucky lagi pula tidak akan ada bukti yang kuat apalah artinya hanya omongan saja, tidak ada gunanya


Lucky meminta koki yang memasak pesanan Ibu Elsa untuk duduk di dekatnya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, karena dalam benak Lucky hal itu tidak mungkin terjadi apalagi koki yang dimaksud sudah sejak berdiri bekerja di sini.


"Sekarang coba kami jelaskan bagaimana bisa terdapat daging yang masih ada darahnya dalam makanan yang sudah disajikan kepada pengunjung restoran, bukannya selama ini kamu tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun?" Lucky membuka pembicaraan dengan meminta kokinya untuk menjelaskan secara detail


"Maaf bos, secara keseluruhan makanan yang saya buat tidak ada kesalahan dalam memprosesnya, semua sudah sesuai dengan standar dan seperti biasanya tidak ada yang terlewat satupun dalam mengolahnya, rasanya tidak mungkin masih ada daging yang belum matang bahkan masih berdarah" Koki kepercayaan Lucky menjelaskan proses pengolahan makanan yang selama ini dia lakukan secara detail, hal ini membuat Elsa sangat ketar-ketir namun dia berusaha bersikap tenang.


Karena dari pihak koki dirasa tidak ada yang perlu ditanyakan kembali, Lucky meminta pegawainya yang bertugas menyajikan makanan mendekat ke arahnya dan duduk di sebelah Lucky seperti kepada Koki dia meminta menceritakan proses penyajiannya


"Maaf sebelumnya, saya bertugas menyajikan makanan yang ibu Elsa pesan, seperti standar operasional yang sudah bos perintahkan, saya tidak pernah merubah apapun yang sudah siap disajikan. Semua sudah sesuai dengan aturan" Pramusaji juga merasa tidak memasukkan apapun dalam makanan itu


"Tidak mungkin bu, kami diambil oleh mas Lucky dari kolong jembatan dan diberi pekerjaan olehnya bahkan kami disediakan tempat tinggal untuk keseharian kami apapun sudah dijamin oleh mas Lucky kami Terima bersih gaji kami tanpa sedikitpun pengurangan untuk hal-hal kecil, kami tidak mungkin menghianati mas Lucky" Memang benar sebagian besar yang bekerja di restoran milik Lucky adalah para gelandangan yang dulu tidur di kolong jembatan


"Bisa saja kan, kalian sudah capek diperalat oleh Dia" Elsa menunjuk kearah Lucky


"Demi Tuhan Bu, kami tidak serendah itu, kami masih memiliki hati yang tidak mampu melakukan kejahatan kepada penolong kami" Koki masih membela diri


"Baiklah, kalau Ibu Elsa merasa dirugikan kami akan mengganti makanan yang ibu pesan dan akan kami beri porsi ekstra dan juga akan kami beri beberapa porsi untuk ibu bawa pulang"

__ADS_1


"Hah, apa kamu bilang, beginilah seorang bisnisman yang masih bau kencur, tidak bisa memberikan solusi yang menguntungkan. Memangnya masih ada keinginan saya untuk makan di sini setelah melihat makanan yang disajikan tidak sesuai bahkan sangat menjijikkan, saya tidak mau" Elsa marah-marah karena dengan seenaknya Lucky hanya ingin mengganti dengan makanan


"Lalu apa yang ibu inginkan?" Lucky memilih untuk mengalah


"Saya mau kamu mengganti rugi dengan uang" Elsa mulai bernegosiasi


"Berapa yang ibu inginkan?"


"Lima puluh juta" Elsa menyebutkan nominal yang sangat tidak masuk akal


"Mana mungkin saya memberikan ganti rugi sebegitu besarnya" Lucky masih meminta untuk menurunkan


"Kalau kamu tidak mau memberikan uang sebanyak itu, oke akan saya sebar di sosial media sekarang juga" Elsa memberikan ancaman


"Baiklah, ibu tunggu dulu beberapa menit, saya akan masuk ke ruangan saya dan menyediakan cek untuk Ibu" Elsa mulai tersenyum gembira meskipun sebenarnya bukan Lucky yang menjadi sasaran utamanya, namun mendapatkan uang sebanyak itu dengan mudah membuat dia melupakan sejenak tujuan utamanya


Lucky mulai berjalan ke ruangannya dan diikuti oleh manager serta Nara dengan laptop ditangannya. Sampai di dalam Nara langsung memberikan penjelasan bahwa CCTV yang ada di dapur menunjukkan segala sesuatu sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, hanya CCTV yang menuju ke meja-meja pengunjung semuanya tertutup, sepertinya memang sudah diperhitungkan dengan matang sebelum beraksi.


Lucky sempat frustasi mendengar penjelasan dari Nara, baru kali ini Nara tidan bisa menembus CCTV bahkan yang ada di dalam restorannya yang seharusnya sangat mudah untuk diakses, mungkin karena persiapan yang sangat matang, CCTV sudah disabotase oleh pelaku.


"Karena kita tidak mendapatkan bukti, lebih baik kita mengalah dan membuat pengamanan yang lebih baik, hal ini sebagai pembelajaran bagi kita untuk meningkatkan sistem keamanan di restoran ini baik di luar maupun di dalam" Lucky memilih mengalah dan mengeluarkan sedikit uang untuk mengganti rugi

__ADS_1


"Tapi bos, apakah hal ini nanti tidak akan bocor ke luar?" Manager mengingatkan Lucky


"Tidak akan bocor keluar, saya jamin, karena sebenarnya yang menjadi sasaran ibu ini adalah bokap gue, selama dia tidak mengetahui identitas saya, dia tidak akan bertindak lebih"


__ADS_2