
"Benar-benar dunia ini sangat sempit, mengapa harus bertemu dengan dia segala" Lucky menggerutu sebelum menjawab Nalen
"Ada apa, kok muka kayak cucian belum disetlika gitu?" Nara yang melihat wajah Lucky kesal langsung berkomentar tanpa membiarkan dia duduk terlebih dahulu
"Biasa Kak ketemu mantan" Vicky menjawab sambil bercanda
"Mana ada, ingat ya... gue tidak punya mantan satupun sampai saat ini" Lucky yang disebut habis bertemu mantan sedikit marah
"Percaya... karena hanya ada Nia seorang di hati ini" Danny ikutan menggoda sahabatnya yang masih terlihat kesal
"Sudah, kalau kalian tidak bertengkar setiap kali bertemu bisa tidak? Lagi pula saat ini kita sedang di rumah sakit tidak enak dengan kamar sebelah" Nalen mencoba mengingatkan mereka
Semua terdiam dan baru menyadari jika mereka tidak berada di rumah melainkan di rumah sakit. Nia yang sejak tadi hanya mendengarkan pertengkaran ketiga orang yang sudah bersahabat lama itu ikut menimpali "Mereka kalau tidak berdebat, tidak akan afdhol pertemuannya" Meskipun masih cukup lemah mulutnya terasa panas jika tidak berkomentar
"Wah, tahu saja kamu" Vicky menimpali perkataan Nia
"Cerita gih, apa yang sebenarnya terjadi" Sambil menyiapkan beberapa camilan Nara meminta mereka bercerita dengan misi yang sudah dilaksanakan
"Ternyata restoran itu milik bokap teman gue, dan lebih parahnya lagi dia adalah pacar Manda" Lucky memulai petualangannya
"Sebenarnya, tadi Farhan, teman sekolah gue bilang bahwa tadi siang ada salah satu teman gue yang lain berkunjung ke restoran tersebut dan memesan makanan namun bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk seorang cewek. Gue curiga dialah pelakunya" Lucky menceritakan kembali apa yang sudah dia dengan dari Farhan
"Jadi, Lo sudah mendapatkan informasi, mengapa tidak bilang dod*l" Danny yang juga mencari informasi merasa sia-sia
__ADS_1
"Karena nenek lampir datang, gue belum sempat bicara banyak dengannya, bagaimana dengan Lo, apa hasilnya?" Lucky membalik Danny untuk menceritakan hasil kerjanya
"Gue berdebat hebat dengan petugas pengamanan" Danny mulai menceritakannya
Flashback On
Danny menyusuri beberapa ruangan untuk mencari pusat pengawasan pengamanan. Dia berputar-putar karena baru pertama kali menginjakkan kakinya di restoran yang sangat asing baginya. Biasanya dia hanya pergi ke restoran milik Lucky yang sudah dia hafal setiap sudutnya, namun secara garis besar tata letak ruangannya tidak jauh berbeda dengan milik Lucky.
Danny sempat berputar dan bertanya kepada beberapa orang, namun sebagian besar mereka juga tidak tahu menahu. Namun akhirnya sang dewi fortuna berpihak padanya ketika dia berhenti di depan sebuah ruangan tanpa sengaja terlihatlah papan bertuliskan ruang pengawas pengamanan. Danny berusaha meminta ijin untuk masuk dan meminta rekaman namun gagal.
"Pak, boleh tidak saya masuk untuk mencari sebuah rekaman?" Danny berbicara dengan sopan
"Maaf mas, di sini tidak diperbolehkan sembarangan orang untuk masuk ke ruangan ini" Kata penjaganya menolak permintaan Danny
"Tapi Pak, saya butuh informasi tentang kejadiakejadian siang ini" Danny masih ngotot
"Pak, saya dari pihak korban, tidak mungkin saya berusaha menghilangkan barang bukti" Danny masih memohon
"Maaf mas, apapun alasannya tidak ada yang boleh masuk ke ruangan ini, kecuali ada dari pihak kepolisian atau yang berhak untuk mendapatkannya"
"Ya sudah Pak, Terima kasih" Danny terpaksa pergi dengan tangan kosong
"Ada apa mas?" Sapa seorang yang sepertinya salah satu karyawan dari restoran
__ADS_1
"Mau cari informasi tentang kejadian tadi siang yang menimpa adik gue" Danny sudah tidak menutupi tujuannya datang kemari
"Oh... kejadian siang ini yang menimpa seorang gadis muda?" Karyawan restoran itu mengerti
"Iya, apakah lo tahu bagaimana kejadiannya?" Danny memcoba mengorek informasi
"Secara pastinya juga tidak tahu, tapi dengar-dengar ada yang menambahkan menu di kertas pesanannya"
"Kalau lo tahu informasi yang lebih akurat, tolong hubungi gue ya" Danny terburu-buru meninggalkannya sembari menyodorkan sebuah kertas bertuliskan nomornya. Karena sudah ditelpon Lucky Danny pergi tanpa pamit dan sekali lagi mengingatkan "Jangan lupa hubungi gue kalau ada informasi penting mengenai peristiwa siang ini, akan ada imbalan yang pantas"
"Ok, akan gue hubungi secepatnya"
Flashback Off
"Jadi, intinya gue juga gagal mendapatkan informasi yang akurat, tapi tenang saja gue sudah meminta bantuan salah seorang yang bekerja di sana" Danny dengan bangga menceritakan bagaimana pekerjaannya kali ini
"Ok, kita tunggu informasinya" Lucky mengharapkan informasi yang akurat
"Bagaimana dengan Vicky?" Nalen juga butuh informasi yany bisa diandalkan
"Masih tanya ke dia, gue saja gagal apalagi dia!" Danny meremehkan keberhasilan sahabatnya yang kurang cerdas dimatanya
"Gue hampir berhasil mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat namun, telpon dari Lucky membuat gue gagal, padahal tinggal sedikit lagi pasti bakalan gue dapatkan namanya" Vicky lumayan kecewa gara-gara telpon dari sahabatnya yang tiba-tiba mengajaknya untuk segera pergi dari sana
__ADS_1
"Trus apa yang kamu dapatkan?" Danny masih tidak percaya dengan kemampuan sahabatnya
"Tenang bro... gue minum dulu bisa tidak? Haus nih..." Vicky mengambil air mineral yang ada disana serta meneguknya hingga tandas diikuti helaan nafas beratnya....