CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
96


__ADS_3

"Shut, diam dan jangan banyak bicara takutnya nanti kita ketahuan" Lelaki itu bicara dengan sangat pelan sambil mengurai tali yang mengikat kaki dan tangan Nia


Nia mengangguk dengan patuh, namun juga penuh tanda tanya mengapa bisa dia yang menyelamatkan dirinya. Belum juga pengikat selesai dilepaskan, ada suara kunci yang diputar dari knop pintu. Dan mereka terpergok dengan kedatangan penyekap, melihat kejadian di depan matanya penculik berteriak memanggil teman-temannya


"Ada penyusup yang masuk, cepat kalian kesini" Teriaknya dengan keras


Nia dan juga penyelamatnya panik mendengar teriakan yang sangat keras dan berusaha menyerang penculik yang saat ini masih sendirian, dengan melayangkan beberapa kali pukulan kepada penculik dan hampir melumpuhkannua, namun malang nasib mereka teman-teman penculik datang dalam hitungan detik sebelum pukulan pamungkas berhasil dihantamkan.


Teman penculik berhasil menyelamatkan temannya dan memberikan pukulan balasan yang membabi buta karena melihat temannya yang hampir sekarat, ketika teman penculik sedikit lengah, Nia mencoba membantu dengan menggunakan tali yang digunakan untuk mengik**nya tadi dengan menyabetkan beberapa kali.


"Awas, Kak Pandu.... " Nia berteriak kencang ketika melihat penculik yang lain ingin menyerang Pandu dari arah belakang


Dengan gerak refleknya, Pandu berhasil menghindarinya dan memberikan serangan balasan, namun karena Pandu sudah b**ak belur, akhirnya penculik berhasil melumpuhkan Nia dan juga Pandu. Mereka diikat lagi untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi.


"Dasar anak br*ngs*k, jangan sok jadi jagoan, sekarang rasakan akibatnya" Penculik meninggalkan mereka setelah selesai meng*kat mereka dan men*ndang kaki Pandu sebelum berlalu dan keluar dari ruangan gelap dan pengap


"Awas kalau kalian teriak, jika kami mendengar suara, kalian tidak akan pernah selamat dari ruangan ini" Ancamnya lagi


Untungnya mulut mereka tidak ditutup, jadi mereka masih bisa mengobrol untuk mengurangi rasa takut, meskipun saat ini keadaan Pandu tidak begitu baik karena beberapa lebam di wajah dan juga beberapa bagian badannya yang terasa ngilu.


"Maaf ya Kak, karena Nia Kak Pandu ikut-ikutan terkena masalah" Pandu tersenyum mendengar Nia yang terlihat baik-baik saja


"Tidak masalah bagi Kakak, asalkan kamu tidak mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari mereka"


"Tapi, Kak Pandu tahu dari mana Nia ada di sini?"

__ADS_1


"Sebenarnya, tadi pagi Kakak ada pekerjaan di daerah sini, akan ada pengembangan bisnis dengan salah satu restoran yang cukup terkenal di kota ini, namun mobil Kakak kehabisan bahan bakar dan mengisinya di tempat yang sama kamu berdiri di sana dan terlihat beberapa lelaki yang mendekatimu dan menyekapmu"


"Berarti Kakak tadi lihat semua kejadiannya?"


"Iya, makanya kakak ikuti sampai di sini"


Dari luar terdengar orang yang mendobrak pintu mendengar percakapan mereka. Dengan seketika mereka menghentikan pembicaraan dan hanya diam.


Setengah jam berlalu, yang ada hanya kesunyian diantara mereka. Terdengar samar-samar suara gaduh di luar semakin lama semakin terdengar keras.


"Siapa kalian, beraninya kalian masuk wilayah kami" Penculik yang berjaga di depan pintu berteriak keras melihat ada beberapa remaja laki-laki yang menghajar teman-temannya. Mereka saling balas-membalas dan lebam di sana-sini tidak bisa terelakkan lagi.


Lucky, Nalen, Vicky dan juga Danny dikepung lebih dari sepuluh penculik dengan badan yang kokoh berisi, otot yang sangat terlatih. Dalam keadaan yang tidak seimbang mereka memikirkan beberapa pilihan, masih menyerang dengan konsekuensi mereka akan babak belur karena mereka bekadiri hanya memiliki dasarnya saja, atau mereka akan lari dan meninggalkan Nia entah bagaimana keadaannya saat ini.


Opsi terakhir mereka akan melakukan negosiasi tentunya dengan uang, karena dalam pikiran penculik pasti hanya uang yang mereka inginkan. Karena menyerangpun mereka sudah tidak mampu, Lucky memilih opsi terakhir.


"Maksud kalian apa, kami tidak butuh tawaran dari anak ingusan seperti kalian, memangnya tawaran apa yang bisa menguntungkan dari anak sekolah seperti kalian ini" Ketua penculik tidak menerima tawaran dari Lucky


"Kalian bisa minta uang untuk tebusan orang yang ada di dalam" Lucky menawarkan uang kepada mereka


"Memangnya kalian punya uang, untuk menebus mereka? Berapa uang yang dimiliki pelajar seperti kalian, uang jajan saja sehari paling banyak lima puluh ribu, sok-sokan menawarkan uang kepada kami" Ketua penculik masih mengotot, Lucky sempat mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan penculik yang mengatakan ada dua orang, itu berarti tidak hanya Nia yang kini ada di dalam, namun siapa lagi yang mereka culik.


"Kalau kalian tidak mau menerima tawaran kami, jangan salahkan jika tidak akan lama lagi pihak berwajib akan mendatangi tempat ini dan kalian tidak. mendapatkan apapun" Lucky masih berusaha bernegosiasi agar tidak terjadi perk*lah*an lagi


"Kami tidak akan mempan dengan gertakanmu, lebih baik kalian kami masukkan ke dalam biar bisa bersama dengan teman-teman kalian dan mendapat lebih banyak tebusan" Ketua penculik berbinar pasti dengan menyekap mereka semua uang yang akan mereka dapatkan lebih besar

__ADS_1


"Baiklah, jika dalam hitungan sampai sepuluh kalian masih bersikeras dengan keputusan kalian, jangan seratus juta sepeserpun tidak akan pernah kalian dapatkan" Lucky makin menggertak juga


Salah satu penculik berbisik kepada ketuanya. Dengan sedikit menarik bibirnya ke atas Lucky berpikir jika negosiasinya akan berhasil.


"Kalau hanya seratus juta, kami sudah mendapatkannya, mengapa harus menerima dari kalian" Ketua penculik masih belum bergeming


Lucky bertanya dalam hati "Siapa sebenarnya dalang dari penculikan ini sehingga mampu membayar mahal hanya untuk menculik seorang pelajar yang bahkan bukan dari keluarga pejabat"


"Seratus dua puluh lima juta, bagaimana?"


"Tidak"


"Seratus lima puluh juta dan ini adalah penawaran terakhirku, silakan kalian pikirkan" Licky tidak bicara lagi dan memberikan kode kepada teman-temannya untuk bersiap menyerang lagi setelah beristirahat dengan bernegosiasi tadi


"Seratus lima puluh juta sekarang, kalau saat ini kalian tidak bisa memperlihatkannya lebih baik kalian membus*k di dalam bersama-sama"


Lucky tersenyum menang mendengar perkataan Ketua penculik


"Bagaiamana bisa saat ini, kalau kami masih di sini!"


"Sepuluh menit, hanya kamu yang bisa keluar dari sini dengan dikawal oleh temanku" Ketua penculik menunjuk ke arah Lucky


"Baik sepuluh menit, tapi kalau sampai terjadi sesuatu dengan teman-temanku polisi yang akan bertindak"


"Sepakat"

__ADS_1


Lucky keluar dengan dikawal oleh dua penculik menuju mobil yang dia bawa tadi, kebetulan hari ini dia berniat untuk melakukan penyetoran ke rekening karyawannya, jadi di mobilnya tersedia uang.


Sebelum keluar dari mobil Lucky melakukan panggilan ke nomor orang yang sudah dia perintahkan untuk bersembunyi mengikutinya dan segera meminta bantuan jika dia melakukan panggilan.


__ADS_2