
Menjelang subuh Elsa baru datang menjemput Manda di Kantor Polisi. Manda sangat marah karena dia sudah sangat capek, capek badan, capek pikiran dan juga hatinya panas mengetahui kebenaran bahwa Lucky sudah dah menjadi milik orang.
"Mama kemana saja, sudah ditelphone dari tengah malam, jam segini baru sampai" Elsa langsung mendapat omelan dari Manda
"Maaf, mama tadi ketiduran dan handphone mama dalam mode senyap" Elsa merasa bersalah karena baru menyadari ada banyak panggilan dari anak kesayangannya
"Ya sudah ayo kita pulang, Manda capek"
"Bagaimana dengan urusan kecelakaanmu?"
"Kita keluar dulu Ma, nanti Manda cerita ke Mama"
Meninggalkan kantor polisi tanpa berpamitan ke petugas jaga, Manda langsung masuk ke mobil dan membanting pintu mobil dengan keras membuat semua yang berada di dekatnya kaget.
"Ma, kita cari makan dulu"
Mencari tempat makan yang masih buka tidaklah sulit di lingkungan tempat tinggalnya, ada beberapa warung makan yang buka dua puluh empat jam.
"Memangnya kamu tidak menghubungi Farhan?" Elsa menanyakan pacar anaknya yang tidak tampak batang hidungnya
"Sudah Ma, tidak ada jawaban sama sekali" Manda kesal mengingat semua panggilannya tidak ada jawaban sama sekali
"Mengapa tidak minta tolong Rasya, bukannya dia selalu peduli dengan orang lain?" Elsa ingat dengan Lucky teman main Manda waktu masih kecil
"Sebenarnya dia juga datang ke kantor polisi, tapi..."
"Tapi mengapa?"
"Dia lebih memilih membantu orang tua Nia, yang menjadi lawan kecelakaan ini"
"Jadi, orang yang menabrak kamu Dewa?"
"Iya Ma, dan yang lebih mengejutkan tahu tidak Ma? Ternyata Lucky dan Nia sudah resmi menikah. Nyebelin kan Ma"
__ADS_1
"Sejak kapan mereka menikah?"
"Kemarin pagi Ma"
"Jadi, tidak ada peluang untuk mendapatkan Rasya? Kemana saja kamu selama ini, buang-buang uang untuk memisahkan mereka, namun kenyataannya apa? Bahkan tidak ada hasilnya sama sekali dan sekarang mereka sudah sah menikah dan menjadi keluarga" Elsa tersulut emosi setelah mendengar penuturan anaknya
"Mereka semua bodoh, harusnya aku turun tangan sendiri Ma" Manda meminta tanggapan Elsa mengenai rencananya
"Kamu jangan bertindak bodoh, dengan turun tangan sendiri" Elsa mendengarnya langsung marah
"Lalu, Manda harus berbuat apa Ma, semuanya sudah sia-sia"Manda Frustasi semua rencananya untuk memiliki Lucky pupus sudah
"Tidak ada yang sia-sia, meskipun kamu tidak bisa mendapatkan Rasya, kamu sekarang harus berusaha untuk mempertahankan Farhan, dia juga lumayan" Elsa tersenyum bangga
"Lalu, bagaimana dengan harta peninggalan kakek neneknya Rasya yang sudah diwasiatkan, kita akan mendapatkannya jika Manda bisa menikah dengan Rasya, harta. itu tidak sedikit Ma... Bahkan mungkin kita tidak harus bekerja seumur hidup dan hidup kita tetap terjamin" Manda mengingat jumlah harta yang akan dia dapatkan dari mendiang kakek nenek Rasya semakin emosi
"Kita jalan pelan-pelan dahulu, untuk sementara kamu harus tetap berada di sisi Farhan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang dan juga untuk biaya hidup kita, kalau kamu pergi darinya kita tidak bisa hidup"
"Tapi Manda tidak mencintainya Ma.... Mama jangan memaksa lagi"
*****
Seorang pengacara yang dipercaya oleh mendiang kakek dan nenek Lucky harus segera melaksanakan tugasnya untuk membacakan wasiat. Pagi-pagi sudah mendatangi kediaman keluarga Lucky.
"Selamat pagi Pak Burhan, lama tidak bertemu" Pras menyapa pengacara papanya dahulu
"Selamat pagi Pras, bagaimana kabarmu?"
"Baik Pak, semenjak sepeninggal Papa dan Mama Pak Burhan jarang berkunjung ke rumah kami"
"Meskipun saya jarang berkunjung, tapi saya juga masih memantau keluargamu, seperti saat ini, saya tidak mungkin datang ke rumahmu jika saya tidak mengetahui kabarmu bahkan anakmu"
"Maksudnya apa ya?" Pras memang tidak tahu menahu mengenai wasiat kedua orang tuanya
__ADS_1
"Begini, sebelum Papamu jatuh sakit pernah menemuiku dan membuat sebuah wasiat, beliau meminta untuk membacakannya ketika anakmu itu sudah menikah" Burhan menjeda pembicaraannya dan menyesap teh yang disajikan untuk dirinya, Pras masih menunggu pembicaraan selanjutnya
"Apabila anak tunggalmu telah menikah, maka saya harus segera membacakannya, karena kemarin anakmu sudah resmi menikah secara agama dan hukum, maka, kewajibanku harus segera ditunaikan, Apakah istri dan anakmu ada?"Oh iya satu lagi, menantumu juga harus hadir dalam pembacaan wasiat ini. Apakah mereka ada?" Burhan harus memastikan terlebih dahulu awal dari wasiat itu
"Maaf sebelumnya, dari mana Pak Burhan tahu kalau anak saya sudah menikah kemarin?" Pras penasaran karena dia tidak pernah berkomunikasi setelah dia meninggalkan rumah orang tuanya
"Sudah saya bilang diawal tadi, meskipun kita jarang komunikasi tapi saya dan orang tuamu tahu semuanya tentang keluargamu, lalu di mana mereka?"
"Istriku ada di kamar, namun anakku saat ini berada di rumah mertuanya"
"Sebaiknya minta mereka segera ke sini"
Pras menelpon Lucky dan mengatakan semua yang terjadi di rumahnya, dia meminta untuk segera pulang beserta Nia. Selesai bicara dengan Lucky, Pras kembali menemui Burhan yang masih setia menunggu kedatangan Lucky. Beliau tidak akan mengulur pekerjaannya lagi dan ingin segera menyelesaikannya karena beliau sudah ingin pensiun dan menikmati hidup setelah menyelesaikan pekerjaan ini.
"Apakah mereka masih lama?"
"Tidak lima menit lagi pasti mereka sampai di sini"
"Papamu di alam sana pasti sangat bahagia dengan pernikahan cucunya. Beliau hanya takut anakmu akan jatuh ke tangan Elsa yang sangat jahat dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, apalagi masalah harta"
"Ada apa dengan Elsa?"
"Kamu ingat salah satu pegawai papamu yang kemanapun selalu mengikuti beliau?"
"Iya, ingat"
"Dia adalah Elsa, ketika Papamu sakit keras dan memerlukan obat, namun beliau sudah tidak bisa berjalan, beliau memintanya untuk mengambilkannya, namun apakah kamu tahu apa yang dia katakan sebelum memberikan obat itu?"
Pras menggeleng cepat seperti anak kecil yang diberi sesuatu namun tidak disukai.
"Dia meminta Papamu untuk menandatangani sebuah berkas, setelah ditanda tangani baru obat itu diberikan, bahkan itu baru satu obat yang diberikan, harusnya ada dua obat yang beliau konsumsi, dan untuk mendapatkannya beliau harus membuat sebuah wasiat untuk anaknya"
"Mengapa semakin rumit?"
__ADS_1
"Ringkasnya Papamu membuat wasiat untuk Elsa, jika suatu saat Manda anak dari Elsa bisa menikah dengan anakmu, maka ada harta yang akan diberikan kepadanya, dan berkas yang pertama berisi pengalihan sebuah rekening simpanan milik Papamu yang berisi ratusan juta untuk dirinya, lebih lengkapnya nanti akan saya bacakan" Burhan tidak ingin berbicara lebih lanjut sebelum semuanya berkumpul di ruangan ini
Lucky dan Nia memasuki rumah dan sempat kaget ada orang lain yang belum pernah dia temui sebelumnya namun terlihat akrab dengan ayahnya.