
Kini sudah memasuki libur semester ganjil, Nia dan Lucky memiliki rencana berlibur ke luar kota bersama sahabat-sahabatnya mereka. Nia memilih memaafkan kesalahan Nana dan kini mereka bersahabat kembali, Nana berjanji tidak akan pernah berfikir untuk berbuat ulah lagi, sedangkan Nara sudah aktif kuliah mengambil jurusan yang selama ini diinginkan manajemen bisnis menjadi pilihan utamanya dalam menuntut ilmu satu kampus dengan Nalen, selain itu dia juga masih mengasah kemampuannya dibidang IT secara otodidak dan mencari sedikit informasi dari mesin pencari informasi, sedangkan tempat tinggal dia masih nyaman tinggal di mes karyawan restoran milik Lucky.
Lucky masih mengembangkan restorannya dengan menambah satu cabang lagi dengan atas nama kepemilikan sepenuhnya diberikan kepada Nia, meskipun masih dibawah manajemen Lucky, semua keuntungan masuk ke rekening Nia yang pernah diberikan Lucky untuknya. Selain itu sesuai dengan janji Pras ayah Lucky juga masih selalu mentransfer ke rekening yang seharusnya milik Lucky sebagai biaya pendidikan Licky tapi sudah diberikan kepada Nia juga sewaktu acara tunangan terdahulu.
Manda sejak peristiwa di restoran milik Lucky, dia semakin membenci Nia, bersama mamanya Elsa dia merencanakan sesuatu agar bisa memisahkan Nia dan Lucky, mereka sudah mengetahui hubungan keduanya.
Hubungan Nia dan Lucky sudah makin lengket dan tidak ada rasa canggung lagi untuk mengungkapkan kekaguman dan rasa cinta satu sama lain yang tumbuh subur berkat dukungan dari kedua keluarga.
Menaiki mobil milik Lucky yang belum lama dibeli mereka menuju tempat liburan yang sudah direncanakan dengan rencana berlibur selama lima hari, mereka menyewa sebuah villa yang tidak terlalu besar, mengingat mereka tidak banyak jumlahnya hanya bertujuh saja, mereka merasa dengan tiga atau empat kamar sudah cukup bagi mereka, lagi pula mereka tidak terlalu lama liburan, karena mereka juga mempunyai tugas lain di rumah.
"Yang perempuan jadi satu kamar saja bagaiman?" Usul Nia kepada yang lain
"Kalau misalnya gue sendirian saja bagaimana, masih ada kamar kosong tidak?" Nana yang merasa tidak enak harus satu kamar lagi dengan Nia, dia memutuskan untuk memilih berada di kamar terpisah
"Kayaknya masih ada deh, villa ini ada lima kamar kalian bisa memilihnya sendiri-sendiri" Lucky teringat jika Villa yang dia pesan terdiri dari lima kamar
"Ok, gue sama Nia, Nana sendiri, dan yang cowok terserah" Nara memilih sekamar dengan Nia karena Nia tidak mau sendirian berada di tempat asing
__ADS_1
"Danny sekamar dengan Vicky, dan gue sama Nalen" Lucky membagi kamar bagi yang cowok
"Apakah semua setuju?" Lanjut Lucky
"Setuju" Jawab mereka serentak
"Baiklah, sekarang silakan memilih kamar yang tiga kamar ada di lantai bawah dan dua kamar di lantai dua"
"Gue di lantai atas saja" Nana memilih yang pertama
"Kita di lantai satu saja", Apakah lo tidak keberatan berada di lantai dua sendirian?"Nia akhirnya berbicara, dia takut kalau nantinya Nana merasa dikucilkan di tengah-tengah mereka
Mereka memasuki kamar yang sudah mereka pilih untuk sekedar meletakkan tas yang berisi baju ganti serta keperluan pribadi mereka yang dibawa dari rumah, sampai sore hari mereka hanya ada di dalam kamar karena cuaca di luar sedang hujan meskipun hanya gerimis saja, membuat mereka malas untuk sekedar keluar. Untung mereka sudah membawa beberapa bahan makanan yang mudah untuk dimasak sendiri seperti makanan beku dan juga makanan siap saji, untuk nasi mereka bisa memasak sendiri atau meminta kepada penjaga villa untuk menyiapkannya, namun mereka memilih untuk memasak nasi sendiri selain mudah mereka juga tidak mau merepotkan penjaga villa yang sudah cukup berumur, untuk lauknya mereka memilih pesan online.
Baru habis isya cuaca di luar mulai cerah, mereka ke halaman belakang villa menyiapkan untuk barbeque, sosis, nugget, sayap, jagung, dan semua yang dibutuhkan sudah siap.
Nalen dan Nara menyiapkan perapiannya, Danny dan Vicky mengupas jagung yang dibeli sewaktu mereka perjalanan menuju villa, Nia dan Lucky menyiapkan makanan beku dan mengupas plastiknya sedangkan Nana menyiapkan beberapa minuman sebagai penghilang dahaga mereka.
__ADS_1
"Sayang, tanganku licin yang ini sulit sekali membukanya" Nia menyodorkan bungkusan berisi nugget ke arah Lucky karena tangannya sudah terkena kecap ketika menyiapkan bumbunya tadi
"Bilang saja kalau kamu tidak bisa membukanya, jangan cari alasan, mana biar kakak yang membukanya, jangankan hanya membuka plastik kayak gini membuka yang paling sulitpun kakak sangan jago" Lucky menyombongkan diri di depan Nia
"Memangnya ada pembungkus yang paling sulit dibuka, lalu bungkus apa paling sulit yang pernah kakak buka?" Nia penasaran memangnya ada pembungkus makanan yang sangat sulit untuk dibuka
"Ada, bahkan sangat sulit, pernah kakak sudah berusaha bertahun-tahun untuk membukanya namun selalu gagal, dan baru beberap bulan ini kakak baru bisa membukanya, coba tebak apa?" Lucky masih belum berkata jujur pembungkus apa yang dimaksudnya
"Mana Nia tahu, kitakan tidak selalu bersama, dan Kakak belum pernah cerita bisa membuka apa itu, Nia pikir sesulit apapun membuka pembungkus makanan kalau pakai gunting juga akan bisa kebuka....." Nia malah sedikit emosi dengan perkataan Lucky yang berputar-putar
"Jangan ngambek dong sayang, gitu saja marah.... ok kakak akan ngomong, selama ini kakak sangat kesulitan membuka pembungkus hati seorang gadis kecil yang begitu manja dan dekat dengan kakaknya, sebenarya sih kalau secara muka, dia tidak cantik-cantik amat tapi dia terlalu manis untuk sekedar melupakannya sejenak apalagi ketika melihat tingkah manjanya, senyum ceria tanpa bebannya... ingin sekali waktu itu memeluknya dan memberinya dengan segera apa yang dia minta waktu itu, tapi sayangnya dia pergi begitu saja tanpa memberiku waktu sejenak untuk berusaha mengetuk atau bahkan berusaha menyobek pembungkus hatinya terlebih dahulu, sampai beberapa hari kakak jatuh sakit demi mencarinya" Lucky berhenti sejenak sambil mengusap air matanya yang sempat mengalir mengingat kejadian dimasa kecilnya
"Kak... " Sebenarnya Nia ingin bicara tapi Lucky menggegeleng dan dia melanjutkan bicaranya
"Bahkan bertemu pertama kali setelah sekian lama tidak berjumpa dia masih belum menyadari, kalau selama ini ada seseorang yang menunggunya hanya ingin melihat senyum dan tingkah manjanya, tapi untung saja ada Danny yang tidak sengaja berselisih dengannya hingga membuat intensitas pertemuan kita sangat banyak dan ada beberapa bukti yang menguatkan jika saat ini kakak sudah benar-benar menemukan gadis kecil kakak dan berusaha selalu mendekatinya meskipun dia tidak peka sama sekali dengan perlakuanku, namun akhirnya Kakak mampu membuka pembungkusnya dan mengambil hatinya untuk selamanya" Lucky mengakhirinya dengan senyum yang mengembang serta dengan pandangan yang tidak ingin berpaling dari Nia
Yang menjadi obyek malah salah tingkah dengan memalingkan muka, ternyata apa yang pernah diceritakan oleh Bunda Rahma memang benar, dan tidak ada yang ditutupi. Di tengah kesunyian keduanya dengan pandangan yang saling mengunci dengan tangan Lucky yang mulai mengelus pipi Nia tiba-tiba ada suara balon yang sengaja diletuskan dekat mereka dengan tujuan mengagetkan
__ADS_1
"Kak Danny...., awas lo ya..."Nia mengejar Danny sampai kelelahan, dan tiba-tiba Ni melihat sesuatu yang menakutkan dan berlari sambil berteriak "Kakak...... Tolongin Nia...." Nia kini berada dipelukan Nalen dan meminta perlondungan
"