CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
86


__ADS_3

"Maaf Pa, Ma, Kak Lucky bukannya Nia tidak sopan, tapi kayaknya sekarang Nia harus keluar lagi deh" Nia sebenarnya merasa tidak enak, jika harus pergi lagi padahal dia baru saja masuk ke teras dan belum masuk ke rumahnya


"Mau kemana Nak?" Tanya Dewa penasaran, karena Nia terlihat tergesa-gesa


"Ini... Pa, Nia janjian dengan teman Pa"


"Dengan siapa? Apa kamu tidak punya tugas?" Dewa berusaha menghentikan niat Nia untuk bertemu dengan temannya karena merasa tidak enak dengan keberadaan Lucky


"Biar kakak anterin ya?" Lucky menawarkan diri


"Tidak usah Kak, Nia cuma mau ketemu Nana kok"


"Ya sekalian kakak pulang lewat sana, nanti kalau pulang, kamu bisa pakai kendaraan online" Lucky mengutarakan maksudnya bareng dia sekalian jalan pulang


"Ide yang bagus" Dewa mendukung tawaran Lucky untuk mengantar Nia sekalian dia jalan pulang


"Tapi, beneran ya.... setelah sampai kakak langsung pulang, kalau ada kakak pasti Nana tidak jadi ngomong dengan Nia" Lucky menganggukkan kepala tanda dia menyetujui kemauan Nia yang tidak mau diganggu pembicaraannya


Nia terpaksa menerima tawaran Lucky untuk mengantarnya dengan syarat. Nia mencari keberadaan Nana ketika sudah sampai di tempat yang sudah dikirimkan olehnya beberapa waktu yang lalu.


Mereka membuat janji di sebuah taman kota yang tidak begitu ramai pengunjung. Nia memanggil-manggil nama Nana, namun tidak ada sahutan sama sekali. Nia mencoba menghubungi Nana, menanyakan dimana keberadaannya.


"Hallo Na, Lo ada di mana, gue sudah ada di taman" Nana yang berada di seberang telpon menjawab dengan tanpa ada rasa bersalah


"Di rumah, gue tidak jadi minta bertemu denganmu, lebih baik sekarang Lo pulang saja" Nia semakin dongkol dengan jawaban Nana yang seenaknya, dibela-belain datang cepet, malah tidak jadi ketemu, mana sudah ditinggal Lucky lagi.


Sebenarnya Nana juga berada di taman, namun karena melihat keberadaan Lucky yang tidak meninggalkan taman, membuat Nana tidak berani mendekat ke arah Nia dan memilih untuk menghindar.


"Katanya sendiri, nyatanya dianterin Kak Lucky" Nana berbicara sendiri melihat keberadaan Lucky

__ADS_1


"Bagaimana caranya gue bisa ngasih ini ke Nia?" Nan memperhatikan plastik yang kini berada di genggamannya


Nana melihat tukang jual minuman, dia membeli segelas minuman dan meminta penjual untuk memberikan kepada Nia yang sedang duduk sendiri menunggu seseorang.


"Mengapa minta dijemput lagi?" Tanya Lucky ketika sampai di hadapan Nia lagi


"Katanya sih tidak jadi minta ketemu" Nia menjawab dengan enteng


"Kalau tidak jadi mengapa tidak kasih kabar dari tadi?"Lucky sedikit curiga dengan kelakuan Nana akhir-akhir ini, yang tidak hanya kali ini saja membatalkan janji ketemu


"Nia juga kurang tahu, mungkin mendadak sakit kali" Nia selalu positif thinking terhadap sahabatnya itu


Ada seorang laki-laki yang membawa minuman gelas plastik menuju tempat Nia duduk yang kini ditemani oleh Lucky.


"Neng ini ada kiriman minuman dari temannya" Laki-laki itu menyerahkan plastik berisi minuman yang dibuatnya tadi


"Maaf Pak, tapi saya tidak kenal siapapun di sini" Nia menolaknya karena mengira penjual minuman itu salah orang


"Farasya Katanya Putri Pak?" Nia memperjelas


"Iya, betul itu..... nama neng kan....?" Penjual minuman sangat senang bisa menemukan orang yang dimaksud, karena pembelinya sudah memberi uang yang cukup banyak agar tidak salah orang


"Tapi siapa yang membeli Pak...?" Nia masih tidak percaya


"Ya sudah Pak, Terima kasih" Lucky memilih mengambilnya dan tidak menaruh curiga apapun terhadap minuman yang kini dia bawa


Tak jauh dari tempat mereka berbincang saat ini, ada seorang perempuan seusia mereka yang sedang mengawasi interaksi antara penjual minuman dan juga Nia, awalnya dia tidak menyadari jika ada Lucky di sana. Alangkah kagetnya dia ketika melihat keberadaan Lucky di sebelah Nia.


"Sial, kenapa bisa ada dia di sana? Pasti semua akan gagal" Gumam gadis itu

__ADS_1


"Bisa-bisa gue kena marah lagi sama nenek lampir dan anaknya" Dia adalah Nana yang disuruh oleh Elsa dan Manda untuk memberikan obat pe*ngs*ng pada minuman yang akan diberikan kepada Nia dan akan mempermalukannya di depan umum, namun naasnya sekarang Nia bersama dengan Lucky


Setelah menerima minuman dari penjual, Lucky mengajak Nia untuk duduk sebentar untuk membeli jajanan yang ada di taman tersebut sambil menikmati taman yang semakin ramai pengunjung. Lucky memesan beberapa makanan ringan dan juga minuman. Mereka menikmatinya ditemani cahaya rembulan yang bersinar terang dan kerlap-kerlip bintang di angkasa yang menambah suasana ceria bagi yang melihatnya.


"Kak, Nia minum yang tadi saja, tidak usah dibelikan lagi" Mereka berdua termasuk orang yang tidak suka membuang-buang makanan ataupun minuman


"Ini?" Lucky memastikan lagi keinginan Nia mengambil minuman yang tidak jelas siapa pengirimnya


"Iya, lagi pula Nia sudah haus banget, tidak tahan jika harus nunggu lagi" Tidak menunggu lama Nia langsung menyedot minuman yang ada ditangannya


Lucky mengambil pesanannya tadi dan duduk di tikar yang sama dengan Nia, kemudian memakannya bersama. Namun, baru memakan beberapa tingkah Nia sangat aneh, dia mulai membuka jaket yang dia pakai sejak tadi padahal cuaca cukup dingin.


"Mengapa di lepas Yang...., udaranya sangat dingin gini, pakai lagi gih takutnya nanti kamu sakit dan besok tidak bisa masuk sekolah" Lucky menyarankan untuk memakai jaketnya lagi


"Tapi ini panas banget Kak, Nia tidak tahan lagi, kenapa badan Nia terasa panas banget..." Nia tidak mengerti dengan badannya mengapa dalam waktu sekejap merasa sangat panas dan ingin membuka semuanya


Lucky sangat kacau dengan keadaan Nia saat ini, dan memilih menelphone Nalen, memberi tahu keadaan Nia saat ini yang sudah tidak terkendali. Nalen buru-buru menuju taman yang dimaksud oleh Lucky ditemabi oleh Nara. Karena taman yang mereka datangi lebih dekat dengan restoran milik Lucky, mereka langsung membawanya ke sana.


Untung keadaan restoran sudah tutup sehingga hanya ada beberapa karyawan yang masih membersihkan dan menutup pintu utama.


"Ada apa mas?" Tanya manager restoran


"Tolong Pak, buka pintunya" Nalen mengajak Nia untuk masuk ke kantor Lucky dibantu oleh Nara


Keadaan Nia kali ini sudah sangat kacau, rambutnya sudah berantakan, dia selalu melepas jaketnya ketika dipakaikan berulang kali, sepatunya juga sudah tidak tahu entah kemana.


Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun karena Nia sejak tadi mengeluh panas terus-terusan dan tidak tega melihat keadaan adiknya yang sudah sangat kacau, Nalen meminta Lucky untuk membantunya membawa Nia ke kamar mandi dan menaruhnya di bawah shower.


Nalen dan Lucky sebenarnya sangat kasihan melihat Nia yang seperti itu, baru kali ini mereka melihat Nia yang begitu tidak terkendali, beberapa waktu memaksa Nia di bawah guyuran shower, akhirnya Nia mulai sadar dan mengeluh dingin.

__ADS_1


"Kak Nalen, dingin kak....mengapa Nia dimandiin kayak anak kecil" Nia meracau tidak sadar dengan yang sudah terjadi


__ADS_2