CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
22


__ADS_3

"Rasya siapa....????!" Batin Nia, dia menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak ada yang berusia muda, kebetulan semua pengunjung saat ini adalah orang-orang yang berkerja kantoran sedangkan yang memanggil adalah seorang gadis berseragam SMA, nggak mungkinkan seorang siswa memanggil orang yang sudah bekerja dengan hanya menyebut nama.


"Kak Lucky kenal dengan dia?" Nia mulai curiga dengan identitas kakak kelasnya ini.


"Eng... nggak, gue nggak kenal dia. Cepetan makan takutnya kesorean nanti. Bisa-bisa gue di habisin sama kakak lo" Lucky mulai mengalihkan pembicaraan


Ditengah menikmati makanan yang mereka pesan, seorang gadis berseragam SMA itu menghampiri mereka dan berucap


"Boleh nggak ikut gabung di sini"


"Maaf mbak, bukannya masih banyak kursi kosong?"Cegah Lucky dengan halus


"Tapi, gue mau duduk di sini" Gadis itu masih memaksa


"Silakan cari kursi lain..." Lagi-lagi Lucky berbicara menolak keberadaan gadis itu


"Ya sudah, tapi gue bolehkan ngambil kue coklat ini?" Gadis itu berlalu sambil ingin mengambil kue coklat spesial yang disiapkan oleh chef.


Dengan cekatan Lucky mencoba menghalau tangan yang hampir mengambil kue itu dengan cara menginjak kakinya, otomatis gadis itu kesakitan dan tidak jadi mengambil kue coklat itu.


"Dia beneran bukan teman Kak Lucky?" Tanya Nia lagi untuk memastikan bahwa mereka tidak saling mengenal


"Sebenarnya dia teman SMPku, namanya Manda"


Lucky jujur mengatakan hal itu


"Bukan pacar Kak Lucky kan...." Nia agak merinding jika dia ketahuan makan berdua, bisa-bisa dia jadi perkedel


"Bu... Bukan, dia bukan pacar gue, Suer... cuma teman"Lucky berusaha menjelaskan


"Pacar juga gak apa-apa kok, ngapain Kak Lucky harus belibet gitu ngomongnya, Nia nggak akan ngebongkar ke sahabat-sahabat Kakak" Nia terlihat sedikit menggoda Lucky yang seperti menyembunyikan sesuatu


"Mungkin dia yang dimaksud Kak Dani" Batin Nia yang mengingat perkataan Dani bahwa Lucky tidak akan pernah menyukai orang lain kecuali cinta teman kecilnya dulu


"Huh..." Lucky mulai frustasi dengan perkataan Nia barusan, karena dia nggak percaya kalau diantara mereka hanya teman sekolah saja


"Maaf, gue tinggal ke toilet sebentar"


Lucky pergi ke belakang namun bukan ke toilet melainkan ke kantor dari restoran itu untuk mengecek semua pemasukan dan pengeluaran serta mengecek semua bahan-bahan yang habis, Lucky memang selalu terjun langsung ketika memilih bahan, karena dia ingin memilih bahan yang berkualitas bagus. Meskipun sudah menugaskan seseorang, tapi Lucky masih turun tangan untuk mengecek ulang.


Menyelesaikan kegiatannya di kantor dengan cukup singkat, karena tidak ingin meninggalkan Nia terlalu lama, namun sungguh suatu kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Manda mendatangi Nia bertepatan ketika Lucky meninggalkan kursinya. Dari jarak yang tidak terlalu dekat Lucky masih mengawasi mereka dan tidak berniat untuk mengupingnya, meskipun sebenarnya dia juga penasaran.

__ADS_1


****


"Hai, kenalin gue Manda teman SMP Rasya, Lo teman sekolah Rasya?" Sapa Manda kepada Nia


"Rasya siapa?, gue nggak punya teman yang namanya Rasya." Jawab Nia


"Lo nggak punya teman yang namanya Rasya, tapi makan berdua, aneh deh lo" Manda berkata dengan sangat ketus


"Gue tidak makan dengan Rasya teman SMP mu itu, tapi gue makan dengan Kak Lucky, dengar nggak." Nia juga tidak kalah ketus ketika menjawab dan juga menekankan kata Lucky


"Lucu banget ya lo.... namanya saja nggak tahu sok-sok'an makan berdua" Manda berkata sambil tersenyum mengejek


Nia mulai muak dengan adanya Manda di mejanya dan berusaha mengusirnya


"Gue muak dengan Lo, Lo bisa pergi nggak dari sini, oh iya, satu lagi yang perlu gue tekankan pada lo, jangan pernah ngurusin kegiatan orang lain"


"Akan menjadi urusan gue kalau itu berkaitan dengan Rasya Lucky Wibowo, camkan itu" Manda mulai naik darah


Nia kaget dengan nama yang di sebutkan oleh Manda, karena dari dulu memang Nia tidak tahu nama lengkap dari seorang Lucky, maklum dulu waktu masih kecil tidak paham dengan apa itu nama lengkap seseorang yang diketahui cuma nama panggilan, bukan nama lengkap.


Lucky berjalan menghampiri meja yang tadi dia duduki dan berpura-pura tidak tahu kejadian barusan dengan santainya melanjutkan makan yang tertunda tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Cepetan habisin makanannya, takutnya nanti kesorean" Perintah Lucky kepada Nia


"Kenyang dari mana, makanan masih utuh juga, nggak baik membuang makanan" Nasihat Lucky


"Ok, gue makan dan akan gue habisin"


Lucky hanya bisa menelan ludahnya dan tidak berkedip ketika melihat Nia makan dengan lahap langsung ditelan seperti orang yang kesetanan dan akhirnya sibuk mencari-cari sesuatu...


"Nyari apaan?" Akhirnya Lucky bicara ketika melihat Nia berusaha mencari sesuatu


"Air" Jawab Nia singkat


Dengan cekatan Lucky memberikan air yang ada di depannya, karena terlihat air yang ada di depan Nia sudah habis.


"Terima kasih Kak..." Nia berterima kasih dengan tulus


"Lagian makan kek orang kesetanan" Lucky mulai berkomentar


Namun, Nia masih saja tidak membuka suaranya kembali, masih ada rasa jengkel di dalam hatinya setelah kedatangan Manda.

__ADS_1


****


Di kediaman Nia


Nalen memasuki gerbang rumahnya tepat pukul setengah enam, didapatinya kedua orang tuanya duduk santai di teras rumah sambil ngobrol. Seketika Nalen langsung di berondong pertanyaan oleh kedua orang tuanya


"Lho kok pulang sendirian, Nia nggak bareng sama Kakak?" Ryasmi bertanya pada Nalen yang melihat kedatangan anak laki-lakinya tanpa diikuti oleh anak perempuannya


"Memang adik belum pulang Ma?"


"Belum, gih kamu cari adikmu, mama khawatir dengan adikmu, mana anak cewek lagi" Ryasmi benar-benar khawatir karena hari sudah mulai petang anak perempuannya belum juga terlihat.


Dari depan gerbang terlihat ada sebuah motor yang memasuki halaman rumah, terlihat ada dua orang yang berseragam abu-abu di atasnya. Keduanya turun setelah mesin motor dimatikan dan disandarkan.


Dengan sopan Lucky menyapa kedua orang tua Nia yang sedang duduk santai.


"Assalamu'alaikum Om... Tante.... selamat sore, maaf kami terlambat pulang"


"Tidak terjadi apa-apa kan di jalan?" Tanya Ryasmi menyelidik


"Tidak tante, kami hanya mampir sebentar nyari makan" Lucky menjelaskan


"Oh, ya sudah Terima kasih Nak, sudah nganterin Nia pulang dengan selamat"Ryasmi berterima kasih karena sudah merepotkan


"Sama-sama tante, lagian kita satu sekolah"


"Masuk dulu, tante ambilin minum dulu" Ryasmi berlalu masuk ke rumah mengambil minuman sebagai rasa Terima kasih


Lucky juga merasa tidak enak jika tidak menerima undangan dari Ryasmi untuk sekedar duduk sebentar.


Ryasmi keluar membawa minuman dan beberapa cemilan dan meletakkan di meja yang berada di teras.


Dengan sedikit penasaran Ryasmi bertanya karena menurutnya wajah Lucky begitu familiar dimata beliau "Sebentar deh Kak, kenapa wajahmu begitu familiar, apakah kamu mengenal kami?"


Ditodong dengan pertanyaan seperti itu Lucky gelagapan mau berbohong nggak enak, karena yang bertanya lebih tua darinya.


"Iya, kenal tante... Saya anak laki-laki Pras dan Rahma" Lucky memperkenalkan diri


"Astaghfirullah.... jadi kamu Rasya....? kenapa tidak bilang dari tadi" Ryasmi memeluk Lucky yang duduk dekat dengan dirinya


Nia hanya terbengong mendengar apa yang dikatakan oleh Lucky dihadapannya saat ini.

__ADS_1


Setelah sadar Nia berkata "Jadi... benar apa yang dikatakan Manda tadi?" Nia tidak percaya begitu saja hingga dia menanyakan kata-kata yang disepakati ketika suatu saat bertemu lagi.


"Kalau memang Kak Lucky benar Kak Rasya coba sebutkan....?"


__ADS_2