
Matahari sudah mulai merangkak meninggalkan perasaannya ketika Nia membuka mata, dikerjakan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya sambil meregangkan otot-otot tubuhnya setelah semalaman meringkuk di bawah selimut tebalnya untuk menghalau rasa dingin yang merasuk ke tubuhnya.
"Alhamdulillah, akhirnya aku masih bisa menghirup udara pagi ini, jam berapa sih ini kok sudah terang banget..." Batin Nia sambil melirik jam beker yang ada di atas meja samping tempat tidurnya
"Mati dah gue, kesiangan lagi, mana mau ada kegiatan, tumben Kak Lucky nggak nelpon Nia" Nia bergumam sambil mengambil handuk dan segera menuju kamar mandi tak lupa membawa baju yang akan di pakai kegiatan hati ini.
Tak butuh waktu lama, karena memang sudah dikejar waktu dan tidak ada lagi kesempatan bagi Nia untuk memanjakan diri di dalam bathupnya. Selepas berkejaran dengan waktu yang memang sudah tidak banyak, Nia hanya berkesempatan menyambar roti yang sudah ada di atas meja dan juga segelas susu coklat kesukaannya yang sudah disiapkan oleh Mamanya, Papanya sudah berangkat selepas subuh, untung Nalen Belum juga berangkat
"Kak, tolong nanti Nia di drop ke sekolah ya..." Nia mengunyah rotinya sambil memakai sneakersnya yang sudah dia siapkan semalam.
"Nggak bisa Dik, kakak harus segera sampai kampus karena ada kuis pagi ini"Nalen menolak permintaan adiknya
"Lalu Nia harus bagaimana dong Kak?" Nia hampir menangis karena waktu juga sudah agak siang
"Biasanya juga bareng sama Lucky, bareng dia sajalah Dik" Usul Nalen
"Tapi pagi ini Kak Lucky tidak menghubungi Nia sama sekali, jadi Nia nggak tahu apakah dia mau jemput Nia atau tidak" Nia menjelaskan keadaannya saat ini dengan ekspresi wajah yang dibuat semenderita mungkin "Emang kakak nggak kasian liat adiknya yang cantik mempesona ini harus ketinggalan bus rombongan sekolah?" Lanjutnya melancarkan rayuan untuk kakaknya
"Ya sudah, cepetan masuk mobil kita berangkat sekarang" Nalen mengalah melihat adiknya berusaha memohon lagi pula sudah menjadi kewajibannya untuk mengantar adiknya bukan malah meminta bantuan orang lain
"Terima kasih Kakakku yang paling ganteng....." Ucap Nia sembari mengerlingkan matanya lalu berlari memeluk Nalen yang sedang menyuap makanan
__ADS_1
Pagi ini Nia diantar oleh Nalen sampai ke sekolah, sesampainya di sekolah hampir seluruh siswa sudah berkumpul dan sudah memilih tempat duduk yang dirasa nyaman, tak terkecuali sahabat Nia, Nana sudah memilih tempat duduk dekat dengan pintu dan memilihkan tempat untuk Nia di sampingnya, mereka selalu bersama akhir-akhir ini.
"Nia, kemana saja sih kok baru nyampe, padahal Kak Lucky sudah ada di sekolah sejak pagi." Cerocos Nana ketika sudah mendapati sahabatnya naik ke dalam bus dan mendekatinya
"Biasa, kesiangan dan nggak dengar beker" Jawab Nia sekenanya
"Lalu berangkat sama siapa, tumben nggak bareng sama cowok terganteng dan tercool di sekolah?" Nanti mendramatisir seorang Lucky yang memang sudah terkenal ganteng dan dingin di sekolah mereka
"Lha emang siapa dia, harus berangkat dan pulang bareng gue" Ketus Nia, karena baru kali ini Lucky benar-benar ninggalin dia untuk pergi ke sekolah dan tidak memberi kabar sejak pagi
"Bukannya kalian pacaran....? Atau lagi berantem ya....." Selidik Nana, Orang-orang mengira mereka pacaran, karena hanya dengan Nia seorang Lucky bisa bersikap hangat dan mengalah. Sebenarnya Nia juga mengharapkan hal itu, namun Lucky nggak pernah mengutarakan
"Mana ada, kita belum pacaran kok" Nia mengatakan yang sebenarnya belum berarti tidak akan pernah kan, dia tidak ingin mendahului takdir dengan mengatakan tidak
"Maybe.... segala kemungkinan bisa terjadi" Nia juga ikut membenarkan
Semua siswa sudah masuk ke dalam bus yang di sediakan sekolah untuk segera melaju menuju kota tujuan rafting. Sebelum berangkat semuanya pengurus OSIS sebagai penanggung jawab kegiatan yang didampingi oleh Dewan pembimbing dari guru meengecek kehadiran para siswa di sekolah dan dilanjutkan dengan do'a bersama.
Mesin mobil mulai menderu meninggalkan tempat menuntut ilmu beriringan, saat ini bus yang digunakan sebanyak 4 bus, dengan kapasitas 50 peserta didik dan juga 3 guru pembimbing setiap bus. Sekolah Nia memang tidak menerima jumlah yang banyak, setiap tingkat hanya seratus peserta didik. Nia berada di Bus 1 karena dia berada dikelas 1 A satu bus dengan Lucky yang notabene kelas 2 A, karena pengaturan bus dicampur dari kelas satu maupun kelas dua dan diambil dari kelas A sesuai absensi, agar mereka lebih mengenal dari anak-anak kelas satu dan kelas dua serta tidak membedakan senior maupun yunior.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menyita waktu dan juga tenaga, bus akhirnya berhenti di sebuah penginapan yang sudah dipesan oleh pihak penyelenggaraan kegiatan yang telah bekerja sama dengan pihak terkait daerah setempat.
__ADS_1
Semua murid dipersilakan untuk istirahat terlebih dahulu di kamar yang sudah dibagi dengan memilih teman sekamar sendiri-sendiri, setiap kamar diisi oleh 4 orang anak, di dalam kamar sudah bersedia fasilitas 4 bed, juga ada kamar mandi di dalam, jadi anak-anak tidak perlu mengantri ketika ingin mandi.
"Na, kita satu kamar ya....?" Ajak Nia kepada sahabatnya Nana
"Boleh, dengan siapa lagi nih... gue nggak punya pandangan lagi." Jawab Nana
Disela mereka memikirkan yang akan mereka jadikan teman sekamar, dari pihak panitia mengumumkan bagi murid yang sudah mendapatkan teman sekamar lengkap agar segera menghubungi panitia dan akan diberikan kunci kamar.
Hampir semua murid sudah mendapatkan teman dan melapor, kunci juga sudah di tangan mereka. Namun Nana dan juga Nia belum juga mendapatkan teman, mau tidak mau mereka menerima siapa saja yang bakal jadi teman sekamar, ternyata yang belum mendapatkan kamar adalah Sonya dan Rima.
"Wah, kesempatan nih untuk melaksanakan perintah dari Manda, imbalannyakan lumayan, buat beli sepatu yang selama ini gue impikan" Sonya berkata dalam hati, dia tidak ingin rencananya diketahui oleh siapapun yang sudah bekerja sama dengan Manda untuk mencelakai Nia
"Hai, gue Sonya kelas 1D" Sonya memperkenalkan diri kepada Nana, Nia dan juga Rima
"Hai, gue Nia, ini sahabat gue Nana dan yang ini Rima teman sekelas gue" Nia memperkenalkan diri juga
"Semoga hari kita menyenangkan" Ucapan Sonya ketika mereka sudah mendapatkan kunci kamar
"Ok" Jawab Nia, Nana dan juga Rima serentak
Mereka berempat menuju kamar yang sudah diketahui letaknya, didekat recepsionist jadi dekat dengan pintu masuk dan keluar penginapan, bukan menjadi masalah bagi mereka malah menjadi sebuah keuntungan karena kalau ada apa-apa dekat jika mengadu.
__ADS_1
Nia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Nana tadi ijin ke minimarket terdekat untuk membeli sikat gigi yang lupa ia bawa, sedangkan Sonya dan Rima hanya rebahan di bed mereka masing-masing.
Namun, tiba-tiba setelah Nia keluar dari kamar mandi dan ingin mengambil baju ganti dia berteriak "A..... aa.. aaa... "