
Sesuai kesepakatan, malam ini Pandu akan menginap di rumah Lucky sedangkan Pak Herman sementara waktu akan berada di rumah Nana, untuk menghindari kecurigaan para karyawan lama perusahaan yang dipimpin oleh Nana saat ini.
"Bagaimana kalau gue menginap di rumah Om Pras saja?" Pandu tidak enak jika harus menginap di rumah Lucky, dia lebih leluasa jika tinggal di rumah orang tua Lucky
"Untuk malam ini, tidak ada penolakan dan Lo harus menginap di rumah gue, untuk malam berikutnya kalau Lo mau menginap di rumah Ayah dan Bunda boleh" Lucky ingin membicarakan hal serius dengan Pandu malam ini, makanya Pandu dipaksa untuk menginap di rumahnya terlebih dahulu
"Takutnya nanti mengganggu kalian" Pandu masih menolak ajakan Lucky
"Tidak akan mengganggu kami Kak, nanti biar Nia telpon Kak Nalen dan juga Kak Nara biar mereka juga menginap di rumah kami" Nia bersemangat membayangkan bagaimana ramainya rumah mereka nanti
"Kami ikut juga boleh tidak?" Nana juga ingin menginap di rumah Lucky
"Boleh.... Boleh banget.... Malam ini kita barbequan saja bagaimana?" Nia semakin semangat ketika mendengar sahabatnya juga ingin menginap di rumahnya
"Setuju....." Jawab mereka bersamaan
Pak Herman juga ikut mereka. Malam ini mereka bersenang-senang sambil memikirkan rencana yang akan mereka lakukan untuk mencari pengacara yang handal dan juga menyiapkan bukti-bukti yang menguatkan kejahatan Elsa dan juga Manda.
Hingga tengah malam mereka masih belum selesai. Menikmati berbagai macam makanan dan juga minuman ringan yang sengaja dibawa oleh Nalen dan juga Nara ketika dalam perjalanan menuju rumah Lucky.
Pagi hari setelah mereka mengumpulkan semua bukti yang dimiliki oleh Pak Herman mengenai kejahatan yang dilakukan oleh Elsa dan anaknya, mereka menuju ke kantor polisi untuk membuat laporan yang pastinya dengan disertai bukti-bukti kejahatan agar cepat ditindak lanjuti oleh pihak berwajib.
Sampai di kantor polisi, mereka memastikan jika polisi yang saat ini bertugas adalah bukan polisi gadungan. Mereka membuat laporan atas nama perusahaan milik ayah Nana yang kini dipimpin oleh Nana dibantu Andi. Tidak lupa mereka membawa seorang pengacara yang sangat terkenal dan selalu memenangkan kasus-kasus yang dipegang. Bahkan setiap orang yang mendengar namanya saja sudah bergetar tidak akan ada yang mau melawannya meskipun dibayar lebih mahal dari pengacara tersebut.
***
__ADS_1
Pagi ini Manda bersiap menjenguk mamanya yang masih berada di hotel prodeo, tidak lupa menyiapkan buah tangan kesukaan Elsa yang dia beli dari uang sisa pemberian Farhan beberapa waktu yang lalu.
Dengan mengendarai kendaraan umum, Manda menuju tempat mamanya berada. Tidak butuh waktu lama, Manda sudah sampai di depan kantor polisi dan bergegas menemui sang bunda yang telah lama tidak dia jenguk. Melalui beberpa proses pemeriksaan dari petugas sopir akhirnya Manda diperbolehkan berjumpa dengan Elsa dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.
Selesai melepas rindu dengan Elsa, Manda memilih untuk segera pulang untuk menghindari beberapa orang yang kemungkinan mengenalnya. Benar saja, belum juga sampai di pintu gerbang, Manda bertemu dengan Pak Herman yang kala itu sedang keluar dari toilet. Mereka berdua sama-sama terkejut melihat keberadaan masing-masing. Beberapa detik mereka saling memperhatikan, namun detik berikutnya Manda menyapa Pak Herman dengan sedikit menunduk, dia masih berusaha menutupi wajahnya.
"Manda...." Gumam Pak Herman
Namun, gumaman Pak Herman masih terdengan di telinga Manda karena mereka berada pada jarak yang tidak begitu jauh.
"Maaf Pak..... " Manda ingin berlari menghindari Pak Herman, namun tangan Pak Herman lebih cekatan hingga pergelangan tangannya berada di genggaman Pak Herman
"Bisa lepas tidak, kalau Bapak tidak melepaskan tangan saya, dalam hitungan detik para polisi itu akan menangkap anda" Manda mengancam Pak Hendra
"Silakan berteriak, jika mbak mau ditangkap sekarang, asal mbak tahu saat ini laporan kami sudah masuk dan akan segera diproses bahkan kami juga membawa pengacara hebat" Pak Herman memperlihatkan beberapa orang yang saat ini berada di lobi kantor polisi.
"Akan lebih aman jika Mbak bersembunyi di tempat musuh" Pak Herman memberikan jalan keluar dari kebingungan Manda yang terlihat jelas di wajahnya
"Saya tidak butuh pendapat dari tua bangka sepertimu" Manda berlari kencang dan mencari tempat berlindung
Manda masuk ke dalam sebuah bagasi mobil yang tidak terkinci, dan segera menutupnya kembali. Manda berfikir jika saat ini lebih baik dia bersembunyi terlebih dahulu.
****
Selesai membuat laporan, Lucky, Nia dan yang lainnya meninggalkan kantor polisi, persaan mereka belum lega jika Manda masih berkeliaran.
__ADS_1
"Sudahlah, kita tunggu bagaimana tindak lanjut dari laporan kita" Lucky menenangkan Nia yang masih trauma jika Manda tiba-tiba berbuat jahat lagi
"Iya, Mudah-mudahan dengan semua bukti yang sudah kita serahkanserahkan, polisi segera bertindak" Nana juga kasihan dengan Nia yang selalu menjadi korban dari Manda, yang sebenarnya Nia tidak tahu apa-apa
"Iya juga, insya Allah kita semua aman dan jangan pernah ada handphone yang tidak aktif selama Manda belum ditemukan" Andi juga berpesan kepada semua orang agar lebih mudah berkomunikasi jika sesuatu hal buruk terjadi
Mereka berpisah, Nana dan Andi melanjutkan ke perusahaannya untuk mengevaluasi pekerjaan yang masih belum selesai. Pak Herman ikut dengan mereka, Sedangkan Lucky dan Nia mengendarai mobilnya menuju ke rumah orang tua Nia.
Dengan kecepatan rendah mereka menyusuri jalanan yang tidak terlalu padat okeh kendaraan lain, hingga hanya membutuhkan waktu singkat mereka sudah sampai di rumah orang tua Nia.
"Selamat datang anak mama..... Bagaimana kabarmu?" Ryasmi menyambut kedatangan anak kesayangannya di depan pintu utama
"Mama.... Nia kangen sama mama, Bagaimana kabar Mama" Nia merentangkan kedua tangannya menerima sambutan dari sang mama
"Mama dan papa sehat. Kami berharap kalian juga sehat dan diberi kelancaran dalam berbisnis" Ryasmi juga menyambut tangan Lucky dengan do'a-do'a yang sangat tulus terucap dari bibirnya
"Aaaamiiin.... " Jawab mereka bersamaan
Setelah melepas rindu di depan pintu mereka masuk ke dalam rumah, di sana sudah disiapkan makanan yang sudah di pesan oleh Nia semalam.
"Wah... semuanya sudah tersedia" Sorak Nia gembira
"Sesuai dengan pesanan anak mama" Ryaami sangat senang melihat anaknya senang
"Terima kasih Mama.... Mama memang yang terbaik. Di mana Papa dan Kak Nalen?"
__ADS_1
"Ada di kamar mereka, ayo kita makan dahulu. Mereka tadi sudah makan sekarang giliran kita menghabiskan makanan ini bersama" Ryasmi mengambil piring dan sendok di dapur sementara Lucky pergi ke toilet
"Mama..... Kak Lucky.... Tolong.... " Nia berteriak dengan keras saat merasakan kedua tangannya ada yang mencekal