
Nia mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya yang masih terasa sedikit tidak nyaman. Sedikit demi sedikit makanan yang ada di piringnya perlahan habis. Selesai sarapan mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing, tak terkecuali Lucky juga meninggalkan restoran setelah menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini.
Nia dan Nalen kini sudah berada di rumah mereka, pagi-pagi Ryasmi dan Dewa sedang sarapan di meja makan hanya berdua ketika kedua anaknya memasuki rumah. Mereka berdua menyapa orang tuanya dan tak lupa mencium tangan keduanya secara bergantian.
"Bagaimana keadaanmu Nak...?" Ryasmi yang sejak semalam kepikiran terus dengan keadaan sang putri langsung bertanya sebelum kedua anaknya duduk
"Baik Ma" Nia tidak ingin membuat orang tuanya mencemaskan dirinya
"Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu di kamarmu ya..." Ryasmi tidak tega melihat wajah pucat anak perempuannya
Nia menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya dan ingin segera tidur di sana melepas lelah dan penat serta cemas yang semalaman selalu menghantui dirinya.
Nalen masih duduk bersama dengan kedua orang tuanya dan berbincang-bincang mengenai kejadian yang menimpa Nia semalam.
"Bagaimana semua itu bisa terjadi kepada adikmu Len?" Dewa mulai mengintrogasi Nalen setelah memastikan Nia sudah masuk ke dalam kamarnya
"Ceritanya panjang Pa, tapi untungnya Lucky bersama dengan Nia malam tadi" Nalen mengawali ceritanya masih menyebutnya dengan keberuntungan
"Awalnya Nia janjian dengan Nana sahabatnya, namun karena Nana ada acara yang tidak bisa ditinggalkan dia membatalkan secara sepihak janjinya ingin bertemu dengan Nia. Setelah Nia menerima kabar dari temannya bahwa pertemuan merek gagal, Nia memilih menghubungi Lucky kembali untuk meminta mengantarkannya pulang, karena Nia tidak ingin cepat pulang, dia mengajak Lucky untuk sekedar makan. Ketika mereka sedang duduk menunggu pesanan mereka ada penjual es yang memberi Nia minuman, yang ternyata minuman itu sudah diberi obat per*ngs*ang terlebih dahulu, namun bukan pedangangnya, pedagang itu hanya diminta untuk memberikannya kepada Nia. Lalui jadilah kejadian semalam"Lanjut Nalen
"Apakah kalian sudah tahu siapa yang berani berbuat sedemikian rupa kepada adikmu?" Dewa menanyakan hal itu karena sepertinya mereka sudah mengetahui pelakunya
"Sudah Pa, kebetulan Nara sudah mencari dari CCTV yang di pasang di seputaran taman" Nalen menceritakan semua siapa yang mereka lihat dalam rekaman CCTV yang dia maksud. Dewa sangat kaget mendengar siapa pelakunya.
"Mengapa bisa dia yang melakukannya? Sungguh benar-benar tidak bisa dipercaya" Dewa menggelengkan kepalanya setelah mengetahui
"Kalian harus mencari tahu apa motifnya, kita tidak bisa diam saja karena ini sudah yang kedua kalinya dia berbuat jahat kepada Nia" Dewa sedikit geram
"Sebenarnya kami sudah mencari tahu latar belakang keluarganya Pa, kalau Papa dan Mama tahu pasti kalian juga akan sangat terkejut" Nalen menjeda perkataannya dan menunggu reaksi dari kedua orang tuanya
Benar saja, Ryasmi langsung bereaksi menanyakan bagaimana latar belakang keluarga Nana yang kini menjadi sahabat anak perempuannya.
"Memangnya bagaimana latar belakang keluarganya Len?"
__ADS_1
"Berdasarkan penyelidikan kami semalam melalui media sosial Nana dan didukung dengan beberapa informasi, Nana adalah adik dari Manda, orang yang pernah berusaha mencelakai Nia beberapa waktu yang lalu" Nalen belum selesai menceritakan keseluruhan namun sudah dipotong oleh Dewa
"Maksudmu, mereka berdua saudara kandung dan sekongkol untuk mencelakai adikmu?"
"Bentar Pa, sebenarnya antara Nana dan Manda bukan saudara kandung, melainkan saudara tiri. Ayah Nana seorang pengusaha properti yang cukup sukses dan memiliki perusahaan yang masih berjalan sukses hingga sekarang. Ayah Nana dan Elsa ibunya Manda menikah beberapa tahu lalu, namun malangnya ayah Nana meninggal sekitar satu tahun yang lalu hingga semua aset ayah Nana sekarang dikuasai oleh ibu tiri dan anaknya sampai Nana bisa mengelolanya sendiri" Nalen bercerita panjang lebar
"Malang sekali nasib Nana" Ryasmi merasa kasihan dengan keadaan Nana, namun dia juga sangat kecewa dengan kelakuan Nana terhadap Nia
"Tidak hanya itu Ma, dia juga dimanfaatin oleh Manda dan juga ibunya untuk mencelakai Nia malam tadi"
"Lalu, diantara ketiganya siapa yang akan kalian perkarakan?" Mungkin Manda terlebih dahulu, karena dia sudah keterlaluan merencanakan sesuatu yang tidak baik terhadap orang lain
"Papa, akan mendukung apapun yang akan kalian lakukan, asal kalian tidak melebihi batas kemanusiaan" Dewa mengakhiri pembicaraan mereka, karena hendak berangkat ke bandara M untuk bertugas
*****
Di rumah Lucky
Pras dan Rahma juga sudah mengetahui kejadian semalam yang menimpa tunangan anaknya, mereka merasa iba dengan peristiwa itu.
"Nak, baru pulang?" Rahma menyapa Lucky ketika melihat anaknya menaiki teras rumah
"Iya bund, Lucky harus menyelesaikan pekerjaan di kantor dulu sebelum pulang" Lucky mendekat ke arah ibunya dan mengalami beliau
"Bagaiman pekerjaanmu?"
"Semua berjalan lancar Bund, hanya ada beberapa yang perlu diperbarui untuk ornamen-oenamennya supaya lebih fresh saja"
"Lalu bagaimana dengan Nia, apakah dia baik-baik saja?"
"Alhamdulillah Bund, dia tidak ada luka sama sekali"
"Iya, kalau luka fisik pasti tidak ada, tapi bagaiman dengan psikisnya, apakah baik-baik saja"
__ADS_1
"Tadi pagi, setelah bangun tidur memang agak sedikit berbeda Bund, dia lebih banyak dian dan tidak mau makan, tapi untungnya dengan bujukan Nalen dia sedikit mau memakannya"
"Kalau begitu, nanti sore mama minta ke kamu untuk mengantar mama ke rumah Nia"
"Baik Bund"
Lucky meninggalkan sang Bunda masuk ke dalam rumah untuk istirahat, karena semalam dia kurang tidur, memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan untuk membalas luka yang dialami oleh Nia
Rahma mengambil handphonenya setelah Lucky meninggalkannya, mencoba menghubungi Pras,
"Yah, nanti sore kita harus ke rumah Dewa untuk melihat keadaan calon mantu kita!" Rahma langsung bicara mengintimidasi setelah ada suara
"Baik Bunda, Ayah ikut saja dengan Bunda bagaimana baiknya"
"Bunda sangat khawatir dengan psikologi Nia, pasti sangat berat setelah mengetahui peristiwa semalam"
"Kita harus menguatkannya Bund, dengan memberikan dukungan dan tidak menyalahkannya"
"Iya Yah"
****
"Kita harus segera menyebarkan video ini dengan sedikit mengeditnya agar terlihat lebih parah dari yang sebenarnya" Elsa memerintahkan Manda untuk melakukan perubahan yang signifikan terhadap video yang didapatnya dari Nana, meskipun anggel yang dipilih oleh Nana sudah sangat membuat Nia seperti telah melakukan perilaku yang kurang baik di taman itu.
"Ok, Manda akan meminta bantuan teman Manda yang cukup mahirmahir di bidang teknologi"
Manda menghubungi temannya dan menyampaikan keinginannya untuk memodifikasi asebuah video.
"Video apa yang kamu maksud?" Tanya temannya sedikit curiga
"Akan gue kirim ke ponsel Lo dan harus lo buat sebaik mungkin untuk membuat, wanita yang ada di video itu malu"
"Ok, asalkan bayarannya juga ok"
__ADS_1