CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
72


__ADS_3

"Siapa bilang kakak tidak membalasnya, kita harus rapi dalam menjalankan rencana kita, kalian lihat saja apa yang akan terjadi nanti pasti mereka akan heboh" Dengan tersenyum misterius Lucky berbicara


Semua pesanan Manda dan kawan-kawan sudah tersusun rapi di atas meja tanpa terkecuali bahkan mereka mendapatkan ekstra menu dari restoran dengan mengatas namakan menu baru membutuhkan review dari pengunjung sebelum menu baru diluncurkan apabila membuat pengunjung puas, maka akan ditambahkan dalam daftar menu, namun jika sebaliknya maka akan dibuat ulang dengan komposisi yang disesuaikan.


Siapa sih yang tidak senang jika diberi sesuatu, apalagi gratis...... (aku mah mau banget.....). Apalagi mereka masih berstatus pelajar yang apapun serba dibatasi termasuk uang saku. Satu persatu makanan masuk ke perut mereka dengan bahagia dan yang terakhir mereka makan adalah menu baru yang diberikan gratis oleh restoran, sebenarnya bukannya tidak mau memakannya diawal, namun karena menu baru mereka memilih untuk memakannya yang terakhir karena takut nanti rasanya tidak enak.


"Yuk, kita cobain menu baru restoran ini, pasti sangat enak" Manda mengambil mangkok yang pertama dengan toping, coklat serut disertai keju yang melimpah dan masih disiram lagi dengan kental manis yang sangat menarik untuk segera dinikmati


"Wah, kelihatannya sangat enak menu ini, bakal jadi menu favorit di sini deh kayaknya" Manda membenarkan ucapan salah satu temannya


"Betul banget, pasti bakalan tambah ramai nih restoran cowok gue" Dengan percaya diri Manda menyebut pemilik restoran ini adalah cowoknya, otomatis semua sahabatnya melongo mendengarnya


"Maksud lo apaan Man?" Salah satu temannya yang kepo langsung berkomentar


"Lo tahu tidak, sebenarnya pemiliknya adalah teman gue waktu SMP dulu, yang selama ini ditaksir mati-matian sama adik gue, tapi tidak akan pernah gue beri kesempatan kepada adik gue untuk mendapatkannya" Manda berbicara panjang lebar dan berbicara dalam hati(Siapa juga yang mau menyia-nyiakan cowok keren dan sukses seperti Rasya, pasti akan aku kejar dia sampai gue dapetin dan siapapun yang menghalangi tidak akan pernah gue kasih ampun)


"Jadi maksud Lo, ini milik teman lo yang kita ketemu di mal waktu itu?" Manda mengangguk dengan percaya diri


"Kalian lihat sendirikan, pengunjung yang lain saja tidak mendapatkan menu baru seperti kita, Jangan-jangan dia memang sudah menyiapkan semua ini hanya untuk kita terutama gue" Manda masih saja menyombongkan diri


Mereka masih menikmati makanan yang tersedia sedikit demi sedikit,

__ADS_1


Lucky dan kawan-kawan masih memperhatikan segerombolan anak SMA yang sedang asyik menyantap makanan yang terakhir, meskipun sedikit demi sedikit namun terlihat lahap dan tanpa memperhatikan sekelilingnya. Ditengah mereka menikmati datanglah pelayan yang mendekat


"Mbak apakah boleh kami meminta review sebelum makanan kalian habis? Penilaian ini sangat berguna untuk kami, kami mohon kalian mengisi sesuai dengan kenyataan, karena komentar terbaik bakal mendapatkan hadiah yang sangat eksklusif dari kami" Pelayan berbicara sambil membagikan angket untuk diisi


Mereka meletakkan sejenak menu yang sedang dinikmati untuk menyempatkan diri mengisi form yang sudah disediakan. Mereka mengisi dengan penilaian positif dari semua segi baik itu penampilan, rasa dan juga platingnya.


Mengisi dengan kilat tanpa berpikir panjang dalam satu menit selesai, mereka ingin segera menghabiskan menu yang hanya tinggal tersisa sedikit.


"Kalian jangan sampai lengah memperhatikan di menit-menit terakhir mereka menikmati makanannya" Lucky memberikan instruksi kepada kawan-kawannya


Tanpa diberi aba-aba mereka melihat ke arah mereka dan benar saja ekspresi mereka sudah mulai berubah sedikit tidak nyaman, awalnya mereka benar-benar menikmati namun disuapan terakhir mereka mendapatkan kejutan yang berbeda-beda.


"Beneran apa yang lo bilang barusan, makanan ini kayaknya ada sesuatu deh disuapan terakhir" Teman yang lainnya juga sudah berkomentar


"Makanan lezat kayak gini kamu bilang ada sesuatu, mungkin lidah lo bermasalah dan perlu ke dokter" Teman Manda yang mendapatkan makanan yang lezat tetap pada pendiriannya dan mengejek temannya


Namun, apa yang terjadi pada Manda???? Dia berlari terbirit-birit menuju ke wastafel terdekat untuk memuntahkan makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya sejak tadi setelah menyiapkan sendok terakhirnya. Kedua sahabatnya berlari menghampiri Manda dan mulai mengusap tengkuknya


"Ada apa sih Man? Lo sakit ya?" Tanya salah satu temannya


"Tidak, tapi sepertinya ada sesuatu dimakamkan gue" Manda berbicara terbata-bata karena masih menumpahkan makanan

__ADS_1


"Lo jangan bicara sembarangan dong Man, mungkin lo sudah kenyang dan memaksakan diri untuk tetap memakannya karena makanan itu memang sangat lezat" Manda tidak mau mengalah dikatakan memaksakan diri, dia merasa belum kenyang dan masih kuat untuk menyelesaikan makanan ya g tinggal sedikit


"Gue tidak mungkin memuntahkan makanan jika makanan itu rasanya enak, mungkin lidah lo kali yang butuh diperiksakan" Manda berbicara dengan nada tinggi


Mendengar keributan yang tidak berkesudahan ada seorang pelayan yang mendekat ke arah mereka dan menanyakan apa yang terjadi


"Ada apa mbak, kok ribut-ribut di sini?"


"Tidak ada apa-apa mas, cuma dia kekenyangan tapi masih memaksa untuk makan jadilah begini dia muntah-muntah tidak jelas" Manda semakin sewot mendengar ucapan temannya


"Diam kamu ya, sudah gue bilang ada sesuatu dimakanan itu, masih saja lo bicara sesukamu lebih baik lo pergi dari sini dan tinggalin gue" Manda sudah tidak bisa menahan emosinya


"Ok, gue akan pergi dari sini terserah kalian mau pulang naik apa, gue sudah tidak peduli" Sebenarnya Manda saat ini sedang tidak membawa mobil karena sedang ada dibengkel, dia nebeng temannya, hal itu dia lupakan karena terbawa emosi


"Wah, gawat bagaimana kita akan pulang, sedang kita ke sini tadi nebeng dia, apalagi handphone gue tadi habis baterainya" Teman Manda yang satu mulai cemas dengan keadaan, mau ninggalin Manda kasihan tetap di sini tapi tidak tahu bagaimana nasibnya nanti


"Kenapa lo diam, kejar dia kalau tidak kita tidak akan bisa pulang handphone gue juga habis baterainya" Manda membentak temannya dan menyuruh untuk mengejar temannya yang sudah keluar restoran


Namun, setelah berlarian mengejar dia sudah tidak bisa menemukan mobil temannya di parkiran dengan langkah lunglai dia menghampiri Manda. Namun di tempat Manda sudah banyak orang yang berkerumun mendekati Manda, entah apa yang terjadi di sana, dia sudah tidak berani mendekat dan hanya melihat dari kejauhan yang terlihat ada seseorang yang berpakaian rapi dengan setelan jas dan juga satpam serta terlihat ada beberapa anak Sekolah Menengah Atas yang terlihat di sana seperti sedang melakukan interogasi kepada Manda yang kini sudah terlihat membaik dengan segelas air putih di tangannya.


"Mereka sedang apa ya kira-kira, lebih baik gue mendekat atau menjauhinya, tapi kalau gue mendekat takutnya ikut terkena masalah, jika memang Manda bermasalah"

__ADS_1


__ADS_2