
Selesai membersihkan diri mereka makan bersama, disela-sela makan mereka membicarakan apa yang sudaah terjadi pada mereka pagi tadi, Nia takut jika dirinya nanti harus mengandung ketika dia belum lulus sekolah.
"Kak, bagaimana nanti jika...." Nia tidak melanjutkan perkataannya
"Tidak perlu disesali, bukannya kita juga sudah sah dimata hukum dan agama?" Lucky berusaha menenangkan Nia yang terlihat sangat menyesal telah melakukan tanpa ada pengamanan sama sekali
"Apa kita konsultasi ke dokter saja Kak?"
"Bukannya kamu malu kalau ke dokter? Nanti kita cari dokter yang bisa konsultasi secara online saja, kamu tenang dulu ya.... Apapun yang terjadi kakak akan tetap berada di sampingmu" Lucky tetap berusaha menenangkan sambil membel*i rambut Nia yang terurai
Hari ini kegiatan Lucky sudah dikosongkan semua, untuk urusan restoran sepenuhnya diserahkan kepada managernya, bahkan dia juga sudah berpesan tidak menerima tamu ataupun telephon untuk urusan bisnis.
Lucky mulai mencari dokter yang bisa dihubungi melalui online. Setelah beberapa menit berusaha mencari, akhirnya Lucky berhasil menemukan dan melakukan video panggilan. Seorang dokter perempuan mulai menyapa di balik layar
"Hallo, selamat siang, apa yang bisa saya bantu. Dengan dokter Karla di sini" terdengar suara lembut menyapa dari seberang
"Selamat siang dok.... Begini, saya mau konsultasi mengenai...." Lucky merasa canggung untuk berterus terang apa lagi berhubungan dengan dokter kandungan
__ADS_1
"Ada apa? Apakah pacarmu hamil? Sepertinya kamu masih berusia di bawah dia puluh tahun?" Todong dokter cantik dari seberang, Nia hanya sebagai pendengar, memperhatikan interaksi antara dokter Karla dan suaminya, dia masih malu jika harus berbicara langsung
"Maaf Dok, bukan pacar saya, kami sudah resmi menikah" Lucky menjelaskan disertai dengan memperlihatkan buku nikah mereka
"Lalu apa yang harus ditakutkan kalau kalian sudah menikah, bukannya itu yang kalian tunggu dan harapkan dari sebuah pernikahan?" Dokter Karla bingung dengan tujuan Lucky menghubunginya
"Begini Dok, seperti yang dokter katakan tadi, usiaku masih dibawah dia puluh tahun, apalagi istriku masih di bawah saya satu tahun, dan saat ini dia juga masih berstatus sebagai pelajaran menengah atas kelas tiga"
"Terus...." Dokter Karla masih ingin mengetahui pokok permasalahan yang menimpa pasangan belia itu
"Apakah nantinya tidak apa-apa jika, kami memiliki anak diusia kami yang masih cukup muda?"
"Apa yang akan terjadi Dok?" Lucky makin bersemangat mendengarkan penjelasan dari dokter Karla
"Lebih baik kamu pikirkan ulang jika saat ini kalian ingin memiliki anak"
"Mengapa harus dipikirkan ulang Dok? secara materi kami siap dan mampu untuk membesarkan dan memberikan makan untuk calon anak kami, lalu salahnya dimana jika kami punya anak saat ini?"
__ADS_1
"Yang pertama, bukannya tadi kamu bilang istrimu masih sekolah, tidak mungkin juga jika dia harus mengandung anak dan masih bersekolah, pasti pihak sekolah tidak akan mengijinkannya, yang kedua, alasan secara medis istrimu masih sangat belia jika harus mengandung dan melahirkan, bukannya menakuti kalian tapi ada beberapa kasus orang yang melahirkan diusia muda belum bisa mengontrol emosinya yang masih sangat labil, hal itu ditakutkan akan mengganggu psikoligi istrimu kelak bahkan akan berakibat buruk terhadap keturunanmu"
"Tapi dok, kami sudah..... " Lucky menggaruk kepalanya yang tidak gatal ingin menyampaikan sesuatu yang sangat memalukan
"Tapi apa? Tapi kalian sudah melakukannya?" Lucky terlihat mengangguk dengan ragu, hal itu membuat dokter Karla tersenyum simpul, bukannya mengejek namun lebih ke memaumi
"Bukankah sudah menjadi hal yang wajar dilakukan oleh suami istri?"
"Kami takut, jika yang kami lakukan nanti akan bisa merubah status kami menjadi orang tua"
"Kalian sudah berapa lama menikah? Bukannya kalian juga belajar mengenai repr*duksi pada manusia?"
"Kami menikah baru dia hari, dan sejak semalam kami baru tinggal di rumah sendiri"
"Jadi, kejadiannya barusan?" Dokter Karla semakin gencar menggoda pasien kecilnya yang terlihat sangat malu-malu. Lucky mengangguk perlahan membenarkan ucapan sangat dokter
"Tidak perlu takut... kalaupun itu sudah menjadi rejeki kalian apa boleh buat, tapi sebelum berlanjut oleh tidak jika saya mengetahui kapan istrimu menstruasi?"
__ADS_1
Terjadi pembicaraan yang cukup lama di antara Dokter Karla dengan Lucky, dalam kesempatan yang sangat baik itu juga Lucky menanyakan beberapa hal yang belum benar-benar dia kuasai untuk menghilangkan rasa takut dan cemas dalam hatinya...