CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
55


__ADS_3

Lucky sudah datang lebih dulu dibandingkan yang lain dengan mengendarai motornya tentu lebih cepat dibandingkan dengan mengendarai mobil. Kemudian di susul oleh kedua sahabatnya yang juga membawa motor mereka masing-masing, ketiganya masuk dan mengecek ulang semua persiapan yang sudah mereka lakukan sejak pagi, seharian ini restoran tutup tidak nerima seorang tampan demi kelancaran acara pada malam ini, meskipun restoran tutup, tapi semua karyawan tetap masuk, ikut mempersiapkan segala yang dibutuhkan oleh bos mereka terutama chef yang harus mempersiapkan makanan yang sudah dibuat daftar oleh Lucky, semua yang disiapkan adalah makanan kesukaan Nia.


Orang tua Lucky datang lebih dulu, Pras sangat kagum dengan dekorasi interior maupun eksteriornya yang sangat cocok untuk kaum muda maupun untuk keluarga, dia kagum dengan pemilik restoran dengan ide yang dituangkan dalam mengelola usaha, namun tidak dengan Rahma yang sudah beberapa kali ke restoran ini dan mengetahui siapa pemiliknya.


"Bun, seandainya Lucky kita buatkan sebuah usaha restoran yang kita dengan desain anak muda, bagaimana menurut Bunda, hitung-hitung biar dia belajar memanagemen sebuah usaha sebagai pelajaran langsung untuknya" Pras meminta pendapat Rahma, bagaimanapun Lucky adalah anak satu-satunya yang harus dipersiapkan juga bagaimana kehidupannya kelak, sebagai orang tua meskipun sangat keras terhadap anak, tapi tetap juga berpikir yang terbaik buat mereka.


"Terserah ayah saja, tapi kalau menurut Bunda, Lucky juga sudah banyak belajar, buktinya dia saja sudah bisa membeli motor sendiri dengan harga yang tidak murah" Rahma masih menutupi usaha yang dimiliki Lucky selama ini


"Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu Bund?"Pras mulai tersadar, benar juga apa yang dibilang istrinya, pekerjaan apa yang selama ini dilakukan oleh Lucky sehingga dia bisa mendapatkan uang begitu banyak untuk memenuhi segala kebutuhannya, sedangkan sepengetahuannya selama ini dia hanya sibuk dengan sekolahnya yang selalu pulang ketika sudah malam menjelang, lagi pula uang uang selalu dia kirim tidak pernah dia pakai, malah semakin banyak jumlahnya.


Belum juga Rahma sempat membalas pertanyaan Pras, keluarga Nia baru masuk ke restoran, Nara juga ikut serta dengan mereka, namun tidak berangkat dari rumah Nia, dia menunggu di depan karena dia masih menginap di mes restoran milik Lucky ini.


"Assalamu'alaikum, selamat malam, maaf kami telat" Ryasmi menghampiri sahabatnya yang telah sampai duluan, mereka merasa tidak enak karena ini sebenarnya adalah acara mereka, namun malah datang terlambat


"Wa'alaikum salam" Rahma dan Pras menjawab bersamaam, mereka saling berjabat tangan dan melepas rindu, karena mereka sudah lama tidak bertemu, mereka bercerita kesana kemari tanpa mempedulikan anak-anak mereka yang masih berdiri di belakang mereka.


Nalen berdehem dan membuat kedua orang tua yang sudah lama tidak bertemu itu baru sadar jika mereka saat ini masih berdiri dan lupa tujuan mereka datang ke mari.

__ADS_1


Acara malam ini sebenarnya adalah acara yang diselenggarakan oleh keluarga Nia, karena hari ini hati ulang tahun Nia, namun tidak ada yang bilang seandainya ulang tahunnya akan dirayakan disini, karena tahun-tahun sebelumnya tidak pernah dirayakan, Nia sangat bahagia karena tahun ini bisa merasakan kehangatan keluarganya dengan mengadakan makan malam bersama di restoran yang cukup elit. Semua ini sebenarnya adalah rencana Nalen, dia meminta bantuan kepada Lucky dan sahabat-sahabatnya untuk mempersiapkan, sekaligus untuk memenuhi janjinya ingin mengundang keluarga Lucky ke rumahnya untuk melepas rindu kedua sahabat lama itu.


FLASHBACK ON


Pagi ini Nalen menelphone Lucky, dia mengatakan akan memberikan surprise untuk adiknya karena hari ini adalah hati ulang tahunnya. Dia meminta pendapat kepada Lucky tempat yang nyaman dan tidak terlalu mahal untuk mengadakan acara itu. Lucky menyarankan untuk menggunakan restoran miliknya saja.


"Bagaimana kalau di tempatku saja" Lucky memberikan pilihan tempat yang tidak harus mengeluarkan biaya, apalagi kalau diadakan di sana lebih bebas dalam mempersiapkan segalanya


"Dimana?" Nalen belum begitu faham maksud dari Lucky


"Di restoran, mumpung masih pagi biar untuk hari ini tidak beroperasi dulu, jadi kita bisa mempersiapkan segalanya tanpa harus mengganggu orang lain" Nalen kaget mendengar nama restoran yang disebutkan oleh Lucky


"Iya restoran itu milik pribadiku, bukan milik ayahku, bahkan ayahku saja tidak tahu jika itu sepenuhnya milikku, hanya bunda yang mengetahuinya" Lucky berkata dengan jujur


"Wah, gila lo...." Nalen sebenarnya sudah tahu jika Lucky mempunyai usaha sebuah restoran, namun dia tidak tahu restoran yang mana, ternyata restoran yang memiliki reputasi terbaik di kota ini adalah milik sahabatnya, restoran yang mahal dan dengan dekorasi yang keren serta terkenal dikalangan kaum milenial juga pasangan keluarga muda


"Biasa saja, ya sudah biar gue hubungi dulu pihak menegemen untuk menutup untuk satu hari ini, biar mereka membantu mempersiapkan segalanya, nanti setelah urusan gue di sekolah selesai, gue akan segera ke sana menambahkan yang masih belum sesuai" Nalen hanya bisa mengiyakan saran dari sahabatnya

__ADS_1


"Ok, nanti jam satu gue juga akan ke sana" Mereka memutuskan sambungan telephone dan bergegas untuk melakukan aktifitas pagi


Flashback Off


Mereka semua sudah berkumpul di tempat yang sudah di sulap menjadi luas karena meja dan kursi semuanya disingkirkan, keluarga Nia, keluarga Lucky, Nara, Danny dan juga Vicky duduk mengelilingi meja yang cukup besar yang sudah terhidang berbagai macam makanan tak lupa ada kue ulang tahun yang menjulang berhiaskan bunga-bunga warna-warni dari wipe cream yang di tata cantik dan anggun, kue itu adalah pesanan khusus Lucky yang dibuat oleh chef pribadinya.


Nia sangat bahagia dan kagum melihat kue yang ada di meja depannya, benar-benar sesuai dengan harapannya selama ini yang memimpikan ulang tahun dengan sebuah kue yang indah dan di rayakan di restoran ternama dengan menu makanan kesukaannya, dan kali ini semua terwujud, setelah seharian ini dia seperti tidak memiliki seorang temanpun karena mereka sibuk sendiri-sendiri.


Nia berdo'a sebelum memotong kuenya, dengan berhati-hati kemudian Nia memotongnya, takut jika nanti akan merusak kue yang selama ini dia impikan.


"Tenang masih ada satu kue yang sama persis dengan ini, nanti kamu bisa bawa pulang" Lucky mengagetkan Nia, seolah dia tahu kalau Nia tidak ingin memotong kue dihadapannya


"Oh, mengapa tidak bilang dari tadi, kalau begitukan sudah Nia potong sejak tadi" semua yang ada di sana tertawa mendengar pengakuan Nia


Kue sudah dibagi ke setiap orang dan menikmatinya. Namun seketika Lucky berdiri dan mengambil salah satu hiasan kue yang ada di puncak kue dan memberikannya kepada Nia serta mengambil kue yang sebelumnya Nia siapkan untuk dirinya sendiri.


"Yang paling puncak adalah khusus untuk yang berulang tahun kali ini" pembuat kue tadi berpesan kepada Lucky untuk memberikan kepada yang ulang tahun, bahkan sudah di desain dengan bagus, hal itu sebenarnya adalah permintaan Lucky

__ADS_1


Alangkah terkejutnya Nia, saat memasukkan kue yang sudah dia sendok malah berteriak mengagetkan semuanya "Aaaaaaa..... Ini apaan kenapa ada benda seperti ini"


__ADS_2