CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
167


__ADS_3

Pertikaian antara Nana dan Manda sudah tidak bisa terelakkan lagi. Manda mulai menyerang Nana dengan brutal tanpa ampun, kekuatan Nana yang tidak seberapa dibandingkan dengan Manda terlihat sangat menghawatirkan. Andi dan Nia tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha melerai mereka, namun kedua orang yang sama-sama tersulut emosi tidak, telinganya sudah tertutup amarah.


Dari depan, Lucky, Vicky dan Danny berjalan membawa banyak plastik yang berisi semua makanan ringan pesanan dari Nia, namun tidak diketahui oleh Lucky jika semua itu sebenarnya milik Nia.


"Belanjaan sebanyak ini, mengapa harus diturunkan, mending biar di dalam mobil dan kamu bisa membawanya pulang" Lucky menggerutu dengan tingkah sahabatnya yang memaksanya membawa plastii-plastik yang bukan miliknya


"Apakah tidak ada yang lain selain menggerutu, kalau sampai Nia tahu suaminya menggerutu, bisa habis sama dia"


"Apa hubungannya dengan Nia, ini barang milik nyokap lo, bukan milik Nia"


"Asal kau tahu sebenarnya semua barang ini adalah pesanan istrimu tercinta, dan juga uang yang kau keluarkan untuk membayar semua barang ini adalah untuk dirinya, bukan untuk nyokap gue" Danny sudah tidak bisa menyimpan rahasia lagi, karena kupingnya sudah memanas mendengar ocehan Lucky yang sejak dari mall tidak ada hentinya


"Apa Lo bilang? Tidak mungkin Nia memintamu dan tidak langsung menelpon aku"


"Kalau tidak percaya tanya saja sendiri, mungkin Nia sudah tidak percaya denganmu lagi" Danny buru-buru masuk untuk menghindari bogem mentah sahabatnya yang sudah dengan nyata dia bohongi


Belum sepenuhnya Danny melangkah masuk ke rumah, dia sudah menyaksikan drama perkelahian antara Manda dan Nana yang terjadi di ruang tamu, sedangkan Nia dan Andi berusaha melerai dan beberapa kali mereka mendapatkan cakaran yang pastinya bukan untuk mereka secara langsung.


"Apa-apaan kalian, bisa berhenti tidak" Bentak Danny, namun tidak diindahkan oleh keduanya, emosi mereka masih memuncak


"Lucky, cepat masuk, kamu punya kaki bisa dipakai tidak... lihatlah istrimu" Danny panik memanggil Lucky yang masih berjalan santai di teras rumah


Mendengar terikan Danny yang terdengar panik bahkan menyebut nama istrinya, Lucky segera bergegas lari masuk ke dalam rumah dan tertegun melihat pemandangan di depannya. Setelah sepersekian detik Lucky dalam keadaan shock, dia berlari menghampiri Nia dan segera menariknya ke dalam pelukannya.


"Sayang, kami tidak apa-apa? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" lucky memberondong pertanyaan kepada Nia


"Manda, tahu-tahu datang ke rumah kita dan menyerang Nana, aku dan kak Andi berusaha melerai mereka namun tidak bisa" Nia menceritakan keadaan saat ini


"Sudahlah, biar kakak panggil satpam komplek dahulu" Lucky mengambil handphone miliknya dan menghubungi kantor satpam komplek, memintanya untuk segera datang ke rumahnya karena terjadi keributan di tempatnya.

__ADS_1


Ketika mendengar suara Lucky, Manda langsung berhenti dan menghampiri Lucky dengan wajah yang dibuat semanis mungkin, jalan berlenggok dengan menatap wajah Lucky yang sudah lama tidak ditemuinya.


"Sya.... Selamat ulang tahun, semoga kamu semakin sukses dan tambah tampan serta segera menceraikan istrimu yang kolot ini" Mendengar ucapan Manda, Lucky naik pitam dan hendak menampar wajah Manda yang sudah berdiri tepat dihadapannya


"Kak, jangan berbuat sembarangan, tahan amarahmu" Nia yang melihat suaminya mengangkat tangan berusaha menghentikannya


"Benar juga sayang, tangan ini bukan untuk menampar wanita biadab sepertinya, tapi digunakan untuk menggandeng tangan istriku yang paling cantik"


"Wanita seperti dia kamu bilang cantik Sya? Matamu sudah rabun dan dibutakan oleh dia, sebenarnya kamu memakai susuk apa sih?" Manda tidak terima dikatakan jelek oleh Lucky, orang yang mati-matian dia kejar namun malah memilih wanita lain untuk dijadikan istri


Suara ketukan pintu terdengar, semua mata tertuju ke arah pintu. Satpam komplek meminta ijin untuk masuk.


"Maaf Mas Lucky, ada apa memanggil saya" Satpam bertanya dengan hormat


"Minta tolong Pak, ini ada orang yang tidak kami kenal masuk rumah tanpa ijin dan membuat keributan di sini, tolong bapak bawa ke kantor polisi" Lucky menjelaskan maksudnya memanggil satpam komplek malam-malam


"Yang mana Mas?" Satpam masih belum mengenali orang yang membuat keributan, karena semua yang berada di sana sepertinya seusia


"Jadi, mbak yang cantik ini, cantik-cantik kok membuat keributan mending ikut bapak saja. Ayo sama bapak, jangan mengganggu orang lain. Atau jangan-jangan kami tidak penuh ya...." Satpam tidak habis pikir cewek cantik ini adalah biang keributan


"Benar Pak, dia memang kurang. Dari pada bapak bawa ke kantor polisi lebih baik bawa ke rumah sakit jiwa sekalian saja" Vicky yang sejak tadi hanya diam ikut menimpali


"Benar Pak, bawa saja ke sana, takutnya kalau di kantor polisi dia tambah ngamuk" Danny juga ikut-ikutan


"Cepat bawa keluar Pak" Nana yang sudah muak melihat wajah mantan kakak iparnya mendorongnya ke arah satpam


"Apa Lo.... Berani sama gue" Mendapat dorongan yang keras dari Nana, Manda memelototkan matanya


"Ayo mbak ikut saya, keluar dari rumah ini, kalau mbak masih tidak mau beranjak makan polisi akan segera bertindak" Manda masih saja berontak ketika hendak dibawa pergi oleh Satpam

__ADS_1


"Jadi, mbak memilih polisi yang bertindak? cepat ikut saya" Manda ditarik dengan kuat oleh satpam meninggalkan rumah Lucky


"Maaf mas, kami pamit dulu"


"Terima kasih Pak, kalau masih berontak laporkan saja ke kantor polisi"


"Iya Mas..."


Semua kembali ke ruang keluarga, Danny membawa belanjaannya dibantu oleh Lucky dan Vicky.


"Terima kasih Kak Danny, apakah semua sudah dibeli?" Nia antusias melihat semua barang belanjaan yang dibawa oleh suami dan sahabat-sahabat suaminya


"Jadi, benar yang dibilang Danny semua ini permintaan kamu sayang, mengapa tidak telepon langsung ke kakak... Malah minta tolong ke mereka"


"Sebenarnya sih.... Nia ingin membuat surprise untuk kakak, namun dikacaukan oleh nenek lampir, jadi persiapannya belum selesai" Nia bergelayut manja di lengan Lucky


"Ini juga sudah menjadi kejutan untuk kakak, terima kasih untuk kejutannya sayang..."


"Heh.... bisa berhenti bermesraan tidak, tidak ingat dengan kami yang jomblo apa" Danny memprotes Lucky dan Nia yang selalu bermesraan ketika bersama


"Makanya cari pacar, jangan hanya berduaan dengan Vicky, memangnya tidak takut jika dikira belok oleh orang lain" Lucky yang tidak terima dengan perkataan sahabatnya mulai mengejeknya


"Enak saja, gue masih normal, mana mungkin suka dengan dia..." Danny mengerucutkan mulutnya


"Siapa juga yang mau pacaran dengan Lo... gue juga najis" Vicky mengelak


"Sudahlah, ayo kita makan, lagi pula kejutannya juga sudah tidak ada artinya" Nia mengajak suami dan sahabat-sahabatnya untuk merayakan ulang tahun sang suami.


Ketika mereka akan mulai menikmati makanan yang sudah tersaji, terdengar bunyi bel rumah berbunyi beberapa kali dengan suara yang tidak sabar....

__ADS_1


"Siapa sih rusuh banget memencet bel... "


__ADS_2