CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
76


__ADS_3

"Kak Danny...., awas lo ya..."Nia mengejar Danny sampai kelelahan, dan tiba-tiba Nia melihat sesuatu yang menakutkan dan berlari sambil berteriak "Kakak...... Tolongin Nia...." Nia kini berada dipelukan Nalen dan meminta perlindungan


"Dek, kamu kenapa?" Nalen mendapati adiknya yang ketakutan terlihat sangat panik


"Adik takut Kak, ada yang merhatiin Nia di bawah tangga" Nia terisak sambil menunjuk ke bawah tangga


"Memangnya siapa yang merhatiin, bukannya di dalam tidak ada orang, kita semua ada di sini kok" Nalen memperhatikan sekelilingnya dan semuanya memang berkumpul di halaman belakang


"Ya sudah biar gue sama Danny mengeceknya di dalam, karena tadi dia kejar-kejaran dengan Danny pasti dia tahu tempat yang dimaksud" Lucky berjalan masuk ke dalam villa diikuti oleh Danny di belakangnya sambil memberikan instruksi arah yang mereka lalui, sampai di dekat tangga Danny mulai mencengkeram lengan Lucky dan memejamkan mata, dia ikut takut mendengar penuturan Nia.


Lucky dan Danny mengendap-endap melihat ke bawah tangga seperti yang dimaksud Nia, namun sudah dicek berulang kali dan masuk ke bawah tangga Lucky tidak menemukan apapun, karena sudah cukup lama di dalam villa Lucky dan Danny keluar menuju halaman belakang villa tempat mereka berkumpul.


Namun, siapa sangka semua sudah berada di depan pintu dan tertawa bersama-sama ketika mendapati keduanya membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke luar villa. Danny dan Lucky bingung dengan reaksi orang-orang yang ada di luar.


"Ada apa?" Danny celingak-celinguk sambil bertanya penasaran


"Kena prank" Mereka Serentak menjawab dan tertawa


"Jadi, sejak tadi kita dikerjain"Lucky juga ikutan cengo setelah mendengar pernyataan teman-temannya


"Dasar kamu ya..... Bisa-bisanya ngerjain orang tua... " Danny menoyor kepala Nia yang kini berada di dekatnya


"Sudah tua ya....kenapa bisa dikerjain anak kecil?" Nia juga tidak mau kalah berlari sambil menjulurkan lidah ke arah Danny, Lucky hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kekasihnya


Setelah terjadinya drama yang dibuat oleh Nia dan sempat membuat geger semua yang ada di sana, Nia tidak merasa berbuat salah, dia merasa bahagia bisa akting dengan semeyakinkan itu hingga bisa mengecoh semuanya.


"Wah... wah... wah calon artis besar, mana siapa yang mau tanda tangan Nia, sebelum nanti sibuk ngasih tanda tangan orang lain" Nia berlagak sok ngartis di depan sahabat-sahabatnya


"Asal jangan dipakai buat ngibulin suami saja" Lucky ikut berseloroh meminimalisir sebelum terjadi


"Memangnya sudah pasti jadi suami istri?" Lucky mendapat ejekan dari Vicky

__ADS_1


"Jadilah..., memangnya Nia mau mengabaikan dan menyia-nyiakan cowok ganteng, mapan dan berpendidikan seperti gue" Lucky juga tidak mau kalah dengan ejekan Vicky


"Hei Nia, memangnya lo beneran mau sama Lucky?" Danny meremehkan sahabatnya


"Mana ada gue mau sama Kak Lucky, Ya enggaklah..... enggak mau nolak maksudnya" Danny sudah bersiap tertawa keras, namun Nia ternyata Nia masih belum selesai bicara


Selesai membakar makanan yang cukup banyak, mereka menikmati bersama sambil masih saling mengejek dan bersenda gurau. Tanpa mereka sadari karena asyik makan sambil bercerita jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, perut sudah kenyang, matapun sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, badan juga sudah lelah karena perjalanan, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Nara dan Nia juga masuk ke kamarnya, membersihkan diri sebelum naik ke kasur untuk tidur, seperti gadis-gadis yang lain jika sudah bersama pasti bicara kesana-kemari tanpa ada topik pembahasan yang jelas, semuanya diceritakan jika sudah bertemu dengan orang yang tepat


"Nia, bagaimana sih sebenarnya hubungan kalian berdua sejauh ini, apakah lo benar sudah pasti tidak akan pindah ke lain hati?" Nara mencoba mencari tahu perasaan Nia yang sebenarnya


"Kayaknya sih tidak akan bisa berpaling lagi deh Kak, lagian siapa sih yang tidak suka dengan Kak Lucky, Nia pikir semua gadis tidak akan menolaknya jika tahu siapa dia sebenarnya, selain ganteng, seorang ketua OSIS, pandai, kendaraannya bagus, apalagi sampai mereka tahu kalau dia pemilik restoran itu dengan omzet yang tidak sedikit, mereka pasti nggak akan menolak dan berkata Ya waktu itu juga" Nia menerawang ke langit-langit kamar sambil berbicara


"Jadi, lo mau menerima Lucky karena hartanya banyak gitu?" Nara penasaran dengan yang dibicarakan Nia


"Kalau Nia beda, awalnya Nia juga tidak tahu kalau restoran ini milik Kak Lucky. Mungkin awal mula Nia menerimanya karena memang Kak Lucky perhatian sama Nia, baik dan selama kenal dengan Nia, dia tidak pernah berbuat macam-macam ke Nia" Nia bercerita


"Kak Nara ingat tidak, dengan Kak Pandu?" Nara mencoba mengingat-ingatnya


"Iya, yang pemilik penginapan itu kan?" Nia mengangguk setuju


"Dia sempat menghubungiku dan pernah mengungkapkan perasaannya kepada Nia" Nara sempat menoleh ke arah Nia karena baru kali ini dia mendengarnya


"Maksudnya?" Nara meminta penjelasan lebih lanjut


Malam itu ketika Nia pergi dengan Kak Lucky, tiba-tiba, dia menghubungi Nia dan Kak Lucky meminta untuk mengeraskan volumenya


Flashback On


"Boleh tidak Kak Pandu bicara sebentar dengan Nia?" Nia meminta pendapat kepada Lucky yang kebetulan duduk berhadapan dengannya

__ADS_1


karena sudah mendapatkan ijin dari Lucky Nia. memberikan waktu kepada Pandu untuk berbicara dengannya dengan syarat harus dikeraskan suaranya


"Iya boleh, memangnya Kak Pandu mau bicara apa dengan Nia?" Nia menanyakan tujuannya terlebih dahulu


"Tidak, cuma mau ngobrol saja sama Nia, Nia tidak sedang sibukkan?" Pandu memastikan kalau Nia memang dalam keadaan tidak sedang sibuk


"Tidak, Nia tidak sibuk kok, ni lagi ngobrol dengan teman" Nia berbohong


"Ya sudah, kalau lagi ngobrol sama temanmu, kapan-kapan saja kalau kamu tidak bersama temanmu"Awalnya Pandu tidak ingin melanjutkan obrolan mereka, namun Nia mencegahnya


"Tidak kok Kak, tidak apa-apa, memangnya Kak Pandu mau bicara apa, kalau penting sekarang juga tidak apa-apa" Pandu mengurungkan niatnya untuk memutus panggilan teleponya


"Kak Pandu cuma mau tanya kabar Nia saja"


"Alhamdulilah, Nia baik kok"


"Tidak ada yang berbuat jahat lagikan"


"Tidak ada, semuanya baik-baik kok terhadap Nia"


"Sebenarnya, Kak Pandu ingin bertanya sedikit ke Nia, tapi Kak Pandu berharap kami tidak tersinggung?"Nia mengangguk berjanji tidak akan tersinggung dengan pertanyaan Pandu


"Sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dengan cowok yang mencarikan kamar untukmu malam itu?"


Nia gelagapan mau menjawab bagaimana, pasalnya Lucky saat ini berada di depannya


"Kalau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa, Kak Pandu cuma mau bilang kalau Kak Pandu sepertinya ada rasa dengan Nia sejak pertemuan malam itu di depan ruko"


Nia hanya tersenyum tidak menjawabnya


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2