
"Aduh kakak sakit...." Teriak Nia, Dia terbangung karena kepalanya terpenting pintu yang memisahkan tempat Lucky bekerja dengan kamar yang menjadi tempat istirahat Lucky dahulu
"Maaf Yank.... Kakak tidak sengaja" Lucky menurunkan Nia dari gendongannya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa bersalah sudah tidak berhati-hati
Nia tidak merespon yang diucapkan oleh Lucky, dia berlalu menuju ran_jang yang sudah berada di depan matanya akibat mengantuk yang tidak tertahankan
Lucky melihat tingkah istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya, body Nia yang semakin berisi membuatnya semakin gemas dan ingin selalu menel*knya.
Jam yang bertengger di dinding kantor Lucky sudah menunjukkan angka 5, Lucky membangunkan istrinya yang masih pulas,
"Sayang, bangun sudah sore, pulang yuk...." Lucky membangunkan istrinya dengan lembut sambil mengusap kepalanya
"Pekerjaan Kakak sudah selesai?"
"Tinggal sedikit, nanti diselesaikan di rumah saja"
Sebelum pulang, Nia memilih mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa lengket di tubuhnya. Terdengar handphone Nia berbunyi, namun sang pemilik masih berada di dalam kamar mandi, di sana tertera nama Nalen, takut ada hal penting yang akan disampaikan, Lucky mengangkatnya tanpa minta izin ke istrinya
"Assalamu'alaikum Kak Nalen, Nia masih di kamar mandi, apakah ada hal yang penting?" Lucky menyapa dan bertanya terlebih dahulu
"Tidak, hanya saja Mama sering nanyain anak gadis kesayangannya, apakah kalian hari ada waktu senggang, kalau sempat mampir ke rumah ya....." Nalen meminta ipar dan adiknya untuk mampir ke rumah menemui Ryasmi
"Insya Allah, nanti kami akan mampir ke sana, kebetulan ini juga sudah mau pulang dari restoran"
"Baiklah kami tunggu, mama pasti senang dengan kedatangan kalian"
Nia yang baru keluar dari kamar mandi terlihat gusar melihat handphone miliknya berada di tangan suaminya, dia mengira Lucky mengecek semua isi handphonenya,
__ADS_1
"Mengapa handphone Nia berada di tangan kakak, kakak tidak percaya dengan Nia ya...?"
"Bukan begitu sayang..."
"Sudahlah, kalau memang Kakak tidak percaya Nia" Nia berlari keluar dari kantor pribadi Lucky sambil merebut handphone yang masih berada di tangan Lucky.
Melihat hal tersebut Lucky segera mengikuti istrinya, sepertinya Nia sudah salah paham dengan keberadaan hanphone miliknua.
"Sayang, tungguin dong...Lagi pula mengapa pakai acara marahan segala"
Nia semakin mengerucutkan bibirnya, karena menurut dia, suaminya sudah tidak mempercayainya. Nia tidak peduli dengan panggilan suaminya beberapa kali. Dia masih saja berlari keluar dari reatoran untuk mencari ojek yang sering menunggu penumpang di dekat restoran. Nia menuju ke seberang jalan setelah melihat ada taksi konvensional yang sedang parkir di sana.
"Awaaaas....." Teriak banyak orang yang sedang duduk di sana
"Sayang....." Lucky berteriak dengan kencang hingga membuatnya menjadi pusat perhatian
Lucky berlari menghampiri istrinya yang sudah tidak sadarkan diri, berusaha meminta tolong kepada orang di sekitarnya, namun tidak ada yang mau membantu, karyawan Lucky yang melihat langsung menghampiri dengan sebuah mobil yang sudah terparkir di depan restoran yang tidak lain adalah milik Lucky.
Meluncur ke rumah sakit, di sana Nia segera ditangani oleh dokter. Melalui serangkaian pemeriksaan, akhirnya Nia siuman setelah setengah jam berada di rumah sakit. Lucky merasa lega melihat istrinya sudah membuka mata
"Bagaiamana sayang, apakah ada yang sakit?" Lucky terlihat sangat khawatir
Nia hanya menggelengkan kepalanya sebagaia sebuah jawaban, Nia masih merasa sedikit pusing.
"Syukurlah, untung saja hanya terserempet sedikit" Lucky sangst frustasi dengan kondisi istrinya
Seorang perawat menghampiri Lucky dan meminta Lucky untuk menghadap dokter, ada sesuatu yang harus dibicarakan dengannya.
__ADS_1
"Maaf Mas, dokter meminta anda untuk menemui beliau"
"Iya Sus" Lucky beranjak menuju ke ruang dokter setelah berpamitan dengan istrinya
Di sebuah ruangan yang tidak cukup besar, di sana sudah ada seorang berbajunputih dengan berkalungkan sebuah stetoskop duduk di seberang meja dengan wajah yang sulit diartikan.
"Selamat sore Dok" Lucky menyapanya setelah berada di dalam ruangan
"Selamat sore, silakan duduk" Lucky segera duduk dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari dokter tersebut
"Maaf, apakah anda keluarganya?" Tanya dokter membuka membuka pembicaraan yang cukup serius
"Benar Dok, Saya keluarganya"
"Begini, maaf jika kami akan menyampaikan sedikit informasi yang mungkin akan membuat anda dan keluarga merasa sedikit kecewa"
"Ada apa dok?" Lucky memotobg pembicaraan dokter yang belum selesai
"Sebentar, dengarkan dahulu penjelasan saya, kami harap anda dan keluarga tidak menyalahkannya setelah mengetahui berita yang akan saya sampai. Maaf, saat ini adik anda sedang mengandung, sudah memasuki usia kandungan dua minggu, Kami harap anda tidak membuat keributan disini dan jangan mengungkit berita ini sebelum pasien stabil"
"Apakah benar informasi yang dokter sampaikan?"
"Benar, saat ini pasien tengah mengandung" Dokter tersebut malah dibuat bertanya-tanya, karena Lucky terlihat bahagian dengan keadaan pasien yang tengah mengandung dalam keadaan yang masih seorang pelajar. Dokter bisa melihat seragam yang masih menempel di tubuh Nia
"Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan setelah dia siuman, agar bisa mendapatkan perawatan yang maksimal" Saran dokter tersebut
"Baik Dok, akan segera saya bawa ke sana" Lucky segera berpamitan dan mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan
__ADS_1
Dengan wajah berbinar Lucky segera menghampiri istrinya yang saat ini masih di ruang gawat darurat. Langkahnya sangat ringan tanpa ada beban yang sangat berarti yang ada hanya raut kebahagiaan