
"Len, sebaiknya kamu segera hubungi Lucky" Dewa memerintahkan Nalen untuk menghubungi Lucky
"Tapi Pa, ini sudah kelewat tengah malam, apa tidak mengganggunya?" Nalen enggan mengganggu, takutnya Lucky sedang istirahat
"Tidak apa-apa, yang penting dia segera tahu keadaan orang tuanya"Dewa menasehati
"Baik Pa" Nalen mengalah segera mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari nomor Lucky
Nalen berhasil menghubungi Lucky namun tidak berani mengatakan yang sebenarnya, dia hanya bilang tidak bisa menjemput mereka dan memintanya segera pulang.
****
Adzan subuh sudah mulai berkumandang saling bersahutan, Lucky mencoba membangunkan Nia yang masih berada di alam mimpi dari luar kamar.
"Sayang.... Sayang.... bangun" Mendengar seseorang mengetuk pintu berulang kali sambil memanggil, Nia berusaha menggeliatkan badannya yang sudah kembali sehat
"Iya, sebentar"
Nia membuka pintu dan terlihatlah Lucky yang sudah rapi dengan membawa tasnya.
"Kita pulang sekarang Kak?" Nia mengamati barang bawaan Lucky
"Heem, barang-barang kamu semua sudah masuk tas kan..."
"Sudah, kalau begitu Nia mandi dulu sebentar" Sembari menunggu Nia membersihkan diri, Lucky mengeluarkan tas milik Nia dan membawanya ke ruang depan dan mulai membuka aplikasi pemesanan kendaraan online.
__ADS_1
Nia mengikuti langkah Lucky yang lebar, tidak seperti biasanya yang selalu menunggunya, saat ini terlihat dia begitu tergesa-gesa.
"Ada apa sih Kak" Nia tidak ingin penasaran apa yang sebenarnya terjadi
"Kakak juga nggak tahu Sayang, yang pasti kakak ingin segera tiba di rumah"
"Apakah sudah tidak ada yang tertinggal?" Nia memastikan barang bawaan mereka sebelum naik ke mobil
"Kalau ada yang tertinggal biar dipaketin saja, tapi kayaknya sudah semua deh" Lucky sudah tidak lagi konsentrasi untuk mengecek ulang barang bawaan mereka
Nia hanya menurut perkataan Lucky, mengikutinya masuk ke mobil. Nia tidak berani bertanya lagi melihat Lucky yang fokus pada handphonenya.
"Sesuai aplikasi ya Mas...." Sopir memastikan tujuan mereka, karena jarak tempuhnya cukup jauh
"Iya Pak" Jawa Lucky singkat
"Tenang saja Pak, nanti semua yang menanggung saya, lebih baik lewat tol saja biar cepet" Sopir hanya menuruti perintah Lucky
Nia semakin penasaran dengan sikap Lucky kali ini.
"Sabar ya Kak...."Nia mengelus pundak Lucky untuk menenangkannya
"Terima kasih Sayang...." Lucky semakin erat menggenggam tangan Nia untuk mengurangi rasa paniknya
"Kalau kamu masih ngantuk, tidurlah!" Sebenarnya Lucky sendiri masih mengantuk, tapi dia tidak bisa memejamkan matanya lagi
__ADS_1
"Tidak usah Kak, kalau kakak capek, lebih baik kakak saja yang istirahat"
Lucky mengangguk dan memilih merebahkan kepalanya di pangkuan Nia. Elusan tangan Nia di kepalanya membuat Lucky semakin mengeratkan matanya yang begitu terasa berat.
Ponsel Lucky yang berada di genggamannya berbunyi berulang kali, tapi tidak dihiraukan olehnya, karena penasaran Nia melihat identitas penelpon, alangkah kagetnya dia jika penelpon adalah Kakaknya, dengan hati-hati Nia mengambil dan mengangkatnya
"Hallo, Assalamu'alaikum Kak" Nia menyapa kakaknya yang sejak kemarin tidak menelponnya
"Dek, di mana ..l(Lucky?"
"Ada, tapi Kak Luckynya tidur sejak semalam kayaknya tidak bisa istirahat, ini juga baru tertidur" Karena tidak mau mengganggu Lucky yang baru tertidur, Nia mengatakan yang sebenarnya
"Begini Dek, kalian nanti langsung ke rumah sakit saja" Belum selesai bicara Nia sudah memotongnya
"Memangnya siapa yang sakit kak?"
"Kalian tenang saja, tidak usah panik dan tergesa-gesa, semua sudah dalam keadaan membaik, yang masuk rumah sakit tante Rahma"
"Tapi bagaimana keadaannya Bunda Kak?"
"Kamu tenang saja, semua sudahh ditangani oleh dokter dan tinggal menunggu infus habis sudah bisa pulang" Nia merasa tenang mendengar penjelasan Nalen dan membiarkan Lucky untuk beristirahat dulu.
Satu jam perjalanan berlalu, Lucky mulai mengerjapkan mata dan menguceknya beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke korneanya.
"Kak, tadi Kak Nalen menelpon"
__ADS_1
"Ada apa? tumben pagi-pagi sudah menelpon, takut adiknya Kakak culik?"
"Bukan begitu, tapi kita diminta langsung ke rumah sakit, karena bunda ada di sana, tapi sudah boleh pulang kok setelah habis infusnya"