
Banyak siswa yang bertanya-tanya tentang kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai puncak acara kegiatan akhir tahun pelajaran kali ini, karena Ketua OSIS belum selesai mengumumkan semua sudah heboh.
"Ada apa Na, kok pada heboh" Tanya Nia kepada sahabatnya Nana karena sejak tadi Nia asik mendengarkan musik menggunakan earphonenya
"Belum tahu, pada hal ketua OSIS belum selesai bicara tapi mereka sudah pada heboh duluan" Jawab Nana dengan sedikit rasa kesal, pasalnya dia juga penasaran kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai puncak kegiatan akhir tahun pelajaran.
Karena siswa yang sudah heboh duluan, akhirnya pihak pengurus OSIS menghentikan sementara apa yang sedang diumumkan, namun tidak kunjung reda segala kehebohan, mereka memutuskan membagikan pengumuman melalui selebaran yang akan didistribusikan melalui ketua kelas.
Semua ketua kelas menuju sumber suara untuk mengambil selebaran yang akan dibagi. Setelah semua siswa menerima selebaran kehebohan terjadi lagi, semua senang karena baru kali ini pucak kegiatan diadakan dengan rafting, karena biasanya hanya acara persami yang diadakan di sekolah.
"Horeee.... " Sorak-sorak siswa yang menggema di seluruh penjuru sekolah kecuali Nana sahabat Nia yang terlihat sedikit murung
"Kamu kenapa Na.... Kok kelihatannya kamu nggak seneng gitu" Tanya Nia penasaran
"Nggak apa-apa kok" Nanti mencoba menutupi kesedihannya pada sahabatnya, karena dia tidak memiliki cukup uang saku untuk kegiatan itu
"Huft.... rafting pasti sangat mahal, apakah boleh tidak ikut saja" Batin Nana
"Sebenarnya kamu ngelakuin apaan sih Na, dari tadi diam mulu?" Pertanyaan Nia membuat Nana gelagapan
"Ng... nggak kok, gue nggak ngelakuin apa-apa. Yok kita pulang sudah mulai sepi nih kayaknya" Ajak Nana untuk segera pulang, karena semua siswa sudah dipulangkan lebih awal untuk melakukan persiapan besok pagi
"Ayok...." Nia mengiyakan ajakan sahabatnya
Mereka berdua keluar dari kelas setelah semua siswa di kelasnya keluar seperti biasanya, mereka lebih nyaman keluar paling akhir untuk menghindari desak-desakan antar siswa yang ingin berebut pulang paling awal.
Lagi-lagi di Koridor yang berdekatan dengan pilar, Nia merasa ada sesuatu yang menabraknya namun tidak terlihat bentuknya, dieratkan pegangan tangannya di pun dah sahabatnya sehingga mengundang pertanyaan di benak Nana.
"Kamu kenapa sih Nia, ini pundak gue sakit tau..." Nanti mengerti karena merasa kesakitan yang tiba-tiba saja dicengkeram oleh Nia
__ADS_1
"Na, lo tadi ngerasa nabrak sesuatu nggak sih?" Nia penasaran bertanya kepada sahabatnya
"Nggak emangnya lo nabrak sesuatu"
"Kayaknya sih begitu, tapi ya sudah yok jangan dipikirin, lagian nggak ada apa-apa juga"
Nia merasa sangat senang dengan kegiatan yang akan dia ikuti besok, hal ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti rafting, namun lain halnya dengan Nana sang sahabat yang masih saja murung ketikankeluar gerbang sekolah menunggu angkot yang akan dia tumpangi menuju rumahnya.
****
Saat ini Lucky dan sahabat-sahabatnya sedang di parkiran menunggu Nia yang pastinya akan pulang bersama Lucky, namun sudah lima belas menit orang yang ditunggu tak jua menampakkan batang hidungnya. Hampir mereka putus asa dan ingin sekali meninggalkan Nia saat ini.
"Lo telephone aja deh Luck, sudah lama kenapa dia nggak muncul-muncul juga sih..." Danny mulai kesal karena harus menunggu cukup lama
"Kalian duluan saja, entar gue sama Nia nyusul kalau kalian sudah tidak sabar" Lucky mengemukakan pendapat kepada teman-temannya
"Nggak gitu juga kali Luck, trus nanti kalau lo nggak dateng siapa yang mau ngebayarin misalnya uang gue kurang???" Vicky tak mau kalah
Dengan perasaan bahagia Nia keluar dari kelas menuju tempat parkir untuk nyamperin Lucky dan kawan-kawan. Belum juga sampai tempat tujuan Nia kembali lagi merasa menabrak sesuatu hingga terpental dan jatuh dan terdengar Sama-sama ada yang berbicara "Bantu sahabat lo", Kata-kata itu terdengar beberapa kali namun tidak ada orang di sekitarnya, yang ada Lucky yang sudah berlari mendekat untuk menolongnya
" Kok bisa jatuh sih?"Tanya Lucky penasaran
"Nggak tau Kak, Tiba-tiba saja Nia jatuh dan mendengar seseorang bicara" Nia berusaha menjelaskan
"Mana ada orang yang bicara, sejak tadi saja lo sendirian" Lucky membantah perkataan Nia
"Ya udah, ayok ntar takutnya kesorean pulangnya" Lanjut Lucky
"Emang kita nggak pulang sekarang? "
__ADS_1
"Kita akan ke mall sebentar membeli perlengkapan untuk kegiatan besok memangnya kamu nggak ikut acara besok pagi?"
"Ikut kok"
****
Menyusuri jalanan menuju sebuah mall terbesar di kota tempat Nia tinggal saat ini dengan membonceng sepeda motor, Nia benar-benar menikmati pemandangan yang mereka lewati, tanpa di duga dia melihat sahabatnya dengan memakai pakaian yang tidak layak pakai sedang mengambil barang-barang bekas di tempat sampah.
"Kak, bisa berhenti sebentar nggak, kayaknya Nia mengenali gadis itu deh..." Ucap Nia sambil menunjuk seorang gadis membawa karung dan mengorek sampah
"Emangnya siapa?" Lucky jadi ikut penasaran, karena selama ini mereka tidak punya teman ataupun kenalan yang berprofesi sebagai pemulung
"Entahlah, mungkin Nia salah lihat" Gadis itu menyadari seseorang memperhatikannya dan memilih untuk segera meninggalkan tempat itu
Dengan penuh tanda tanya mereka melanjutkan perjalanan, Danny dan Vicky juga sudah menunggu di pintu masuk mall.
"Kalian lama banget sih, keenakan sering berduaan ya..., awas yang ketiga adalah setan...." Kelakar Danny
"Nah betul itu nih setannya di depan gue lagi nyengir" Lucky mencoba menimpali perkataan sahabatnya
Setelah mendengar ucapan sahabatnya, Lucky mulai berpikir, benar juga apa yang dikatakan oleh sahabatnya bahwa akhir-akhir ini mereka sering kali berduaan, Lucky tidak ingin melakukan dosa yang semakin menumpuk. Tapi untungnya mereka berduaan ketika mereka berangkat dan pulang sekolah saja, selebihnya masih ada orang lain yang menyertai mereka, seperti saat ini mereka pergi ramai-ramai meskipun Lucky harus mengeluarkan uang ekstra untuk itu.
Mereka memutari mall yang besar itu mencari perlengkapan yang mereka butuhkan, tak terkecuali Nia juga mencari apa yang dia butuhkan, termasuk makanan ringan akan menemaninya selama perjalanan di dalam bus.
Di mall itu Nia kembali dikagetkan dengan kedatangan seorang gadis yang sedang mencari-cari sebuah barang pada sebuah rak makanan ringan.
"Kak coba lihat deh, anak perempuan di sana, apakah kakak merasa mengenali orang itu?" Nia mencoba meminta pendapat kepada Lucky dan juga sahabay-sahabatnya
Mereka berempat memperhatikan dari jarak cukup jauh, dengan berpura-pura memilih-milih barang sambil bergeser semakin mendekati keberadaan gadis itu, dan ternyata apa yang mereka lihat benar adanya padahal baru beberapa waktu yang lalu Lucky dan Nia melihatnya dengan memakai baju yang seperti itu, tapi kenapa sekarang dia di sini dengan pakaian yang sangat bagus.
__ADS_1
Nia mencoba mendekat dan menyapa, sedang teman-temannya berada di zona aman dari penglihatan sang gadis
"Hei....... " Nia mengawali sapaannya