
"A...... Aaaaa...... aaa" Nia berteriak hingga mengagetkan teman sekamarnya
"Ada apa sih, brisik tahu nggak. Ganggu orang mo istirahat aja" Kata Sonya sinis tanpa membuka mata malah menutupnya dengan bantal
"Itu...... " Nia menunjuk tas yang dia letakkan di pojok kamar dan merinding ketakutan
Rima memutuskan untuk ikut melihat apa yang membuat Nia gemetar ketakutan. Dibukanua tas milik Nia dan Rima juga langsung berlari menjauh.
"Sebenarnya ada apaan kenapa kalian ketakutan seperti itu?" Sonya membuka bantal yang menutupi wajahnya
"Lihat saja sendiri, Kalau kau tidak takut" Rima membuka suara
Sonya yang sedikit penasaran ikut membuka tas milik Nia dengan perlahan, tak ayal diapun juga pergi menghindar.
"Kenapa bisa ada hewan seperti itu di tas lo sih" Sonya mengintrogasi Nia
"Gue juga nggak tahu, padahal tadi sebelum berangkat sudah gue cek nggak ada apa-apa" Nia membuat pembelaan, karena sebelum berangkat Nia sempat membongkar kembali tas yang sudah disiapkan semalam, ada sesuatu yang tertinggal dan itu harus dia letakkan ditempat yang aman.
"Ya sudah cari pertolongan sana, jangan diambil sendiri, berbahaya itu" meskipun Sonya agak sinis dengan teman sekamarnya, tapi dia juga memikirkan keselamatannya
Nia terpaksa memakai baju yang sudah kotor, karena tidak mungkin dia ganti baju saat ini, setelah selesai berpakaian Nia bergegas keluar kamar mencari bantuan, yang pertama dia tuju tak lain adalah Lucky, tidak mungkin dia minta bantuan ke orang lain karena isi di dalam tas benar-benar barang pribadinya.
"Kak Lucky lagi sibuk nggak, Nia mau minta tolong" Nia menelphone Lucky
"Tapi ini lagi persiapan untuk besok" Lucky menjelaskan keadaannya saat ini
"Tapi, ini penting banget kak...., ada Ular di tas yang Nia bawa dari rumah" Nia panik dan langsung berkata jujur
"Kenapa nggak bilang dari tadi coba, Ya sudah Kak Lucky langsung ke kamarmu, jangan dipegang dulu, apalagi dindahin" Lucky ikut panik setelah mendengar apa yang dikatakan Nia
Lucky meninggalkan teman-temannya yang sedang mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan rafting besok bersama pengurus paguyuban rafting daerah tersebut.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Danny ketika melihat Lucky dengan berlari meninggalkan mereka yang tengah sibuk, bukan kebiasaan seorang Lucky yang meninggalkan pekerjaan sebelum semua kelar.
"Mau bantuin Nia" Jawab Lucky singkat
"Emang kenapa?" Tanya Danny lagi, yang berlari mengikuti Lucky karena penasaran apa yang terjadi dengan Nia
"Di tas Nia ada ularnya"
Mereka terus berlari menuju kamar Nia tanpa ada percakapan lagi.
Rencana Lucky untuk sementara menjauh dari Nia gagal sudah, karena tadi pagi Nalen menelphonenya
Flasback On
Setelah Nia turun dari mobil dan langsung menuju bus yang sudah terparkir di halaman sekolah, Nalen mencoba menghubungi Lucky melalui sambungan telepon.
"Halo, Assalamu'alaikum... Ada apa Len, tumben pagi-pagi sudah nelpon gue, kangen ya...?" Sapa Lucky ketika menjawab telephone dari Nalen
"Nggak ada apa-apa, cuma tadi gue harus datang ke sekolah pagi-pagi, lagi pula nggak mungkin juga Nia bareng gue, karena terlalu pagi berangkatnya" Kata Lucky menjelaskan namun berbohong
"Lo, nggak usah berbohong sama gue, memangnya ada apaan sih, lo marahan sama Nia?"
Lucky memang tidak pernah bisa menyembunyikan sesuatu dari temannya yang satu ini, dimana dia selalu bisa mendesaknya untuk bercerita kepadanya. Lucky menceritakan kalau dia hanya ingin sedikit menghindar dari Nia untuk menjaga dirinya dari gangguan yang tidak mereka inginkan akibat dari rasa suka dan cintanya pada Nia yang belum sempat dia utarakan. Dan juga di berniat untuk meminang Nia terlebih dahulu setelah outing class kali ini, itupun masih angam-angannya sendiri namun belum sempat dia utarakan kepada orang tuanya
"Kalau gue sih terserah elonya gimana, karena apapun, seorang laki-lakilah yang akan bertanggung jawab, tapi lebih baik elo bicarain dulu dengan orang tuamu, karena apa yang kamu pikirkan saat ini menyangkut hidupmu untuk selamanya dan jangan main-main dengan keputusanmu ini"Nalen mengutarakan pendapatnya mengenai apa yang telah diutarakan oleh Lucky kepadanya
"Ok, gue juga akan bicara dulu dengan ayah dan bunda untuk mendengar pendapat mereka"
"Tapi, gue mau minta tolong ke elo untuk yang terakhir kali sebelum lo memutuskan apapun, tolong jaga adik gue selama kegiatan di luar kota lo jagain dia, karena Nia adik gue satu-satunya yang benar-benar gue sayang"Nalen baru kali ini meminta tolong dengan sedikit memohon, karena dia punya firasat akan ada sesuatu yang menimpa adiknya kesayangan itu
"Ok, insya Allah akan gue jaga semampu gue"
__ADS_1
Flashback Off
Sesampainya di kamar Nia langsung saja Lucky menerobos pintu kamar itu setelah mendapat akses untuk masuk, dengan perlahan dia mendekati tas yang ada di pojok kamar diikuti oleh Danny yang sejak tadi setia mengikuti sahabatnya.
Lucky meminta semua yang ada di kamar keluar terlebih dahulu untuk memudahkan mereka untuk bergerak apabila ular tersebut berbahaya dan menyerang. Setelah semua keluar hanya ada Lucky dan Danny yang berada di sana, dengan sangat hati-hati mereka mencoba membuat ular itu keluar dari dalam tas. Berulang kali Danny memperingatkan Lucky untuk selalu waspada, bagaimanapun juga dia tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan bagi mereka.
"Hati-hati Luck, takutnya ularnya berbisa" Lagi-lagi Danny memperingatkan Lucky dengan sedikit cemas
"Ok, lo juga selalu waspada dengan pergerakannya" Lucky juga menyemangati sahabatnya.
Berulang kali mereka mengusik keberadaan ular yang dengan santainya masih juga tidak bergerak. Dengan sedikit hentakan dari kayu yang dibawa Lucky, ular mulai melompat keluar dari dalam tas. Alangkah kagetnya ternyata ular tersebut hanya mainan.
"Sialan nih ular, gue kira ular beneran, nyatanya hanya mainan, lagian iseng banget sih ni orang nakut-nakutinnya" Umpat Danny setelah menyadari hanya ular mainan
"Pasti ada seseorang yang tidak suka dengan Nia, gue harus memperingatkan dia dan harus selalu waspada dan hati-hati, karena bisa saja orang terdekat dia" Batin Lucky sebelum dia memutuskan keluar dari kamar
"Kayaknya ada yang nggak suka dengan Nia deh Luck, lo harus membuat perhitungan dengan orang yang benar-benar nggak tahu situasi ini" Danny mengemukakan pendapatnya agar tidak terjadi lagi hal yang sama terhadap siswa yang lain
"Iya, kayaknya harus kita selesaikan kekacauan ini, sebelum orang itu berulah lagi" Lucky sependapat dengan apa yang diutarakan oleh Danny
Lucky dan Danny segera keluar dan menyuruh Nia dan kawan-kawannya untuk masuk lagi.
"Bagaimana Kak, apa sudah ketangkep ularnya?" Tanya Nia khawatir
"Sudah, lagian hanya mainan kok, mulai saat ini lo harus hati-hati dengan orang-orang yang ada di sekitar lo" Lucky sedikit berbisik agar tidak di dengar yang lain "Kalau terjadi sesuatu lagi, lo harus segera hubungi gue" Lanjutnya
"Iya Kak, makasih"
Sekitar sepuluh menit ada pengumuman dari panitia kegiatan untuk berkumpul dan melakukan makan makan malam, padahal magrib saja belum. Semua murid bertanya-tanya mengapa sebelum magrib sudah diminta untuk berkumpul untuk makan malam.
"Belum juga magrib, mengapa diminta kumpul untuk makan malam sih, pasti ada sesuatu yang terjadi aneh deh" Batin Nana
__ADS_1
"Ada apa sih kok diminta kumpul sekarang?" Tanya Nana kepada Risma yang sedang duduk menikmati snack yang ia bawa dari rumah