CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
24


__ADS_3

Sudah satu tahun Nia menjadi seorang siswa di sekolah kejuruan yang terbilang sekolah yang bonavide di kota itu. Kini Nia sudah memiliki sahabat perempuan yang sangat dekat dengannya. Baru kali ini dia mendapatkan teman yang begitu care dengannya, tidak pernah mengeluh dan juga selalu bersemangat serta ceria, tidak pernah memperlihatkan kemurungannya meskipun hidupnya penuh dengan drama keluarga yang cukup tragis. Sosok gadis yang tidak pernah mengeluh dengan keadaan keluarganya yang sangat menyentuh.


Bahkan kini antara Nia dan juga Lucky sudah mulai dekat dan sering berangkat dan pulang bersama dengan Lucky yang selalu menjemput Nia di rumahnya. Orang tua mereka juga sudah tahu tentang kedekatan mereka, namun sebenarnya diantara Nia dan Lucky belum ada suatu ikatan hubungan pacaran, mereka hanya berteman, namun dalam hati kecil Lucky berharap suatu saat dia bisa memiliki Nia sebagai kekasih bahkan dia juga bermimpi untuk menjadikannya sebagai nyonya Lucky dikemudian hari.


Lucky juga sudah mempersiapkan secara materi untuk kehidupan di masa mendatang, sekarang dia semakin tekun menjalankan restorannya dengan menambah menu-menu yang modern dan juga selalu mengupdate segala pernak-pernik yang menghiasi restorannya, untuk menarik banyak pengunjung. Bulan depan Lucky berencana melebarkan bisnisnya dengan membuka cabang di dekat dengan outlet ayam milik ayahnya.


****


Seperti hari-hari sebelumnya Lucky bersiap-siap untuk berangkat sekolah cukup pagi, karena dia selalu menyempatkan makan di rumah, makanan yang selalu disiapkan oleh bundanya. Setelahnya dia akan berangkat dengan menjemput Nia terlebih dahulu sebelum menuju ke sekolahnya.


"Apakah Hari ini kamu jemput Nia Luck?" tanya Rahma disaat mereka sedang duduk di meja makan untuk sarapan bersama


"Iya Bund, kemarin Lucky sudah janji mau jemput dia, apakah bunda mau nitip sesuatu untuk tanta Ryasmi?" Jawab Lucky


"Oh tidak, Bunda tidak mau nitip apa-apa, cuma bunda pesan ke kamu hati-hati ketika di jalan dan selalu jaga semua perbuatan dan perkataanmu, berusahalah untuk membuat orang lain tidak membencimu" Pesan Rahma kepada anaknya


"Iya Bund, Insya Allah Lucky akan selalu mengingat pesan bunda"


"Lucky sudah selesai sarapan, sekarang Lucky mau berangkat dulu Bund...." Lucky berpamitan kepada Bundanya dengan mencium tangan beliau tak lupa sang bunda juga mengecup kening Lucky sebaiknya tanda beliau memberikan restu atas segala yang diperbuat anaknya.


Segera dilajukannya motor sport berwarna oranye itu setelah Lucky mengeluarkannya dari garasi motor pribadinya. Diterjangnya jalanan yang masih cukup lengang karena hari juga belum begitu siang untuk orang-orang beraktivitas pergi ke kantor masing-masing. Biasanya jalanan mulai ramai ketika hari sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.

__ADS_1


Nia sudah siap didepan rumah ketika Lucky memasuki gerbang rumahnya. Tanpa menunggu Nia langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan diikuti oleh Lucky, kebetulan hari ini Papanya juga ada di rumah. Setelah berpamitan Nia kembali ke halaman rumah dan segera memakai helmnya. Sekarang Nia selalu memakai celana panjang karena tidak mungkin dia memakai rok ketika membonceng Lucky.


"Hati-hati di jalan jangan ngebut ya.... dan juga jagain Nia jangan sampai lecet adik gue, kalau sampai lecet lo akan berhadapan dengan gue." Pesan Nalen ketika Lucky hampir memutar gas motornya.


"Ok, siap komandan..." Jawab Lucky dengan sedikit berkelakar


"Oh iya satu lagi, jangan lupa lu kasih makan tuh marmut..." Dengan seenaknya Nalen menyebut adiknya Marmut


"Awas lo Kak ntar pulang sekolah gue bales, enak aja nyebut adiknya yang imut ini dengan marmut" Omel Nia dari atas motor Lucky, seandainya dia tidak akan berangkat sekolah mungkin sudah terjadi perang saudara.


***


Di sekolah


"Tuh mereka sudah datang" Vicky berbicara sambil menunjuk ke arah pintu gerbang di mana Lucky sudah melewatinya beberapa detik yang lalu


"Akhirnya mereka sampai juga, pantat gue hampir terbakar kelamaan nangkring di jok motor gue" Danny juga menimpali


Tak sedikit yang memandang mereka dengan tatapan sinis, tapi ada juga yang memandang kagum kepada pasangan ini. Mereka mengira Lucky dan Nia adalah sepasang kekasih karena hampir setiap hari mereka selalu berangkat dan pulang bareng. Di luar gerbang ternyata ada seseorang yang mengikuti Lucky sejak dia keluar dari gerbang rumahnya hingga dia sampai di depan sekolahnya.


Ada rasa marah di hatinya, namun tidak bisa diungkapkan di depan Lucky secara langsung, dia sangat membenci Nia yang selalu mendapatkan nomor satu dimata Lucky.

__ADS_1


"Ah, sial banget sih gue, gue saja sudah berusaha ngedeketin dia sejak SMP tapi kenapa dia sih yang selalu jadi pusat perhatiannya, bahkan mereka saja baru kenal" Gerutu gadis itu sambil menendang-nendang ban mobilnya sebagai sasaran kemarahannya.


"Hai, kamu bukan siswa sini kan?" Tanya Sonya salah satu murid di sekolah menengah kejuruan ini


"Bukan, emangnya kenapa kalau gue bukan siswa sini, apa nggak boleh gue di sini?" Jawab gadis itu dengan ketus


"Maaf, kalau boleh tahu kenapa lo begitu marah?"


"Bukan urusan lo"." Oh iya apakah gue bisa minta tolong ke elo?"Tanyanya lagi


"Siapa Lo, berani minta tolong ke gue?"Kata Sonya malah seperti terkesan menandatangani


" Ok, akan gue bayar"Tawar gadis itu


"Berani bayar gue berapa"


"Berapa lo minta pasti gue bayar, asal lo mampu menyelesaikan apa yang gue minta, Ok sebelumnya kenalin gue Manda dan ini nomor handphone gue"


Manda dan Sonya melakukan beberapa kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, Sonya bisa mendapatkan uang untuk dia ikut foya-foya dengan teman-temannya, dan Manda bisa melakukan apa saja tanpa harus turun tangan langsung.


Hari ini di sekolah Nia mengadakan kegiatan setelah selesai melaksanakan Ujian kenaikan kelas, banyak kegiatan yang di selenggarakan baik itu olah raga ataupun seni, semua siswa sangat bahagia setelah melaksanakan kegiatan yang menguras energi, apalagi untuk menutup kegiatan akhir kenaikan kelas, pengurus OSIS mengadakan suatu kegiatan yang pasti membuat semua siswa senang.

__ADS_1


Dari pengeras suara terdengar suara dari ketua OSIS "Assalamu'alaikum teman-teman, kami mohon perhatiannya sebentar, sebelum kami ucapkan Terima kasih kerane semua siswa sudah ikut serta dalam kegiatan yang kami adakan setiap akhir semester, dan berikutnya akan kami informasikan kepada seluruh siswa kelas satu dan kelas dua bahwa sebagai puncak acara kita di akhir tahun pelajaran ini kami akan mengadakan sebuah acara..... "


Belum juga ketua OSIS selesai bicara namun semua siswa sudah teriak kesenangan.


__ADS_2