CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
171


__ADS_3

Lucky menghubungi asisten rumah tangganya yang saat ini di rumah, dia berpesan agar segera menghubunginya jika Nia sudah sampai di rumah. Lucky memutuskan untuk menyusul Nana dan Andi ke kantor polisi menyelesaikan proses pelaporannya supaya cepat selesai dan ditindak lanjuti.


Nana dan Andi terlihat sudah berada di hadapan seorang polisi yang sedang mengetik menggunakan komputernya dengan serius. Dia melontarkan beberapa pertanyaan kepada Nana dan Andi. Mereka menjawabnya dengan lancar tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Baiklah, tunggu kabar baik dari kami. Sebagai pelayan masyarakat kami akan bekerja dengan baik dan saya pastikan pelakunya akan mendapatkan hukuman yang setimpal" Polisi tersebut mengulurkan tangan kepada Nana dan Andi setelah mereka menyelesaikan proses pelaporan


"Terima kasih Pak, kami berharap berita baik segera kami terima. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan mohon diri" Untuk menghindari polisi mengetahui hubungan mereka dengan Lucky, Nana dan Andi segera beranjak dari tempat duduknya dan mohon diri untuk pulang


Lucky membawa beberapa lembar sebagai bukti atas laporan yang akan di sampaikan kepada Polisi. Berjalan dengan tenang tanpa menyapa Nana dan Andi. Lucky segera memberi salam kepada seorang berseragam coklat yang sedang bertugas untuk berjaga hari ini.


"Selamat siang, apa yang bisa kami bantu Mas?" Sapa lelaki paruh baya itu


"saya akan melaporkan peristiwa yang terjadi di rumah saya semalam" Tanpa basa-basi Lucky mengatakan tujuannya datang ke sini


"Maksudnya peristiwa apa mas?" Polisi tersebutasih harus mendengarkan penjelasan dari Lucky secara detail sebelum membuat surat pengaduan


"Begini Pak, semalam ada seorang wanita yang membuat keributan di rumah kami. Sebenarnya kami sudah melaporkan ke pihak satpam tempat kami tinggal, namun naas wanita itu bisa melarikan diri ketika para satpam lengah sewaktu perjalanan ke kantor polisi. Maka, kami berharap bapak bisa membantu kami" Lucky menceritakan dengan cukup detail


"Bagaimana ciri-ciri wanita tersebut, supaya kami lebih mudah menemukannya"


"Dia bernama Manda, dia adalah anak seorang narapidana juga, tapi sudah beberapa lama dia tidak ada di kota ini, namun... Tiba-tiba semalam dia ada di rumah saya dan membuat keributan"


"Apa hubungan anda dengannya, sepertinya anda mengenalnya dengan baik?"


"Saya memang mengenalnya, dia adalah teman sekolah saya dulu"


"Oh... Baiklah akan kami proses laporan Anda. sebagai pelayan masyarakat kami akan berusaha semaksimal mungkin dan segera memberikan kabar baik kepada Anda"


"Terima kasih Pak" Lucky mohon diri dengan menjabat pelayan masyarakat tersebut dengan ramah

__ADS_1


Lucky segera menghampiri mobil yang dibawa oleh Nana dan Andi yang masih terparkir di luar kantor polisi. Membuka pintu mobil dan bergegas masuk ke dalam serta segera meninggalkan tempat ini dengan segera.


"Bagaimana dengan Nia?" Nana bertanya ketika Lucky sudah duduk dengan nyaman di kursi belakang


"Menurut orang yang tadi sempat bicara dan bertemu dengannya, Nia naik angkot pulang ke rumah"


"Tapi, mengapa sudah cukup lama belum ada juga kabar dari orang rumah ya?" Lucky mulai khawatir keberadaan Nia saat ini


"Sekarang juga kamu harus menghubungi orang rumah lagi, takutnya terjadi apa-apa dengan Nia" Andi ikut berbicara sambil tangannya masih memegang kendali mobil dan matanya tidak berpaling dari jalanan yang cukup padat


Lucky mengambil handphone miliknya dan segera menghubungi nomor telephone rumah. Tidak hanya sekali Lucky melakukan panggilan ke nomor rumahnya, namun panggilan yang kesepuluh baru mendapat respon dari penghuni rumahnya.


Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Lucky harus berlari dari dapur ketika mendengar dering telepon berbunyi berulang kali.


"Hallo, selamat siang?" Sapanya


"Mbak, apakah Nia sudah sampai di rumah?" Lucky malah merespon dengan pertanyaan


"Sudah cukup lama, tapi mengapa belum sampai di rumah? Coba lihat ke depan dahulu, siapa tahu dia duduk di teras depan" Lucky memberi perintah


"Iya Mas, sebentar saya lihat ke teras dahulu" Asisten rumah tangga meletakkan gagang telepon di atas meja dengan hati-hati, kemudian berlari ke teras depan untuk melihat keberadaan sang majikan


Berulang kali dia memastikan jika di depan tidak ada orang sama sekali, bahkan dia menanyakan kepada satpam yang kebetulan lewat di depan rumah, beliau juga mengatakan tidak melihat seseorang yang melewati pos jaganya.


Kembali berbicara di telepon dan mengabarkan kepada Lucky, jika belum ada yang melihat keberadaan Nia di lingkungan rumah mereka.


"Bagaimana?" Andi bertanya setelah mendengar Lucky menghembuskan nafas frustasi


"Belum sampai di rumah" Jawab Lucky singkat.

__ADS_1


"Tenanglah, mungkin dia mampir ke suatu tempat atau bahkan mungkin jalanan macet, hingga membuatnya terlambat" Andi menenangkan Lucky


"Benar Kak, mungkin Nia sedang mampir ke suatu tempat" Nana juga berpendapat sama dengan Andi


Kembali Lucky mengeluarkan handphone, mencoba menghubungi seseorang.


"Hallo, ada apa ini? Tumben siang-siang telpon?" Danny yang mengangkat telepon dengan malas-malasan


"Memangnya tidak boleh telepon? Ya sudah gue tutup saja" Lucky sedikit kecewa dengan respon sahabatnya, bukan tanpa alasan Lucku kecewa, namun karena dia masih dalam suasana kalut memikirkan keberadaan istrinya yang belum juga sampai di rumah mereka.


"Ada apa sebenarnya, jangan marah, gue cuma bercanda jangan diambil hati" Danny masih berbicara dengan tenang


"Begini, tadi pagi Nia bersama gue pergi ke rumah sakit, namun dia keluar untuk membeli minuman karena haus dan tidak membawa handphone. Saat ini dia sedang naik angkot untuk pulang ke rumah, namun sudah cukup lama dia belum sampai di rumah" Lucky menceritakan kejadian yang menimpa Nia


"Sudah tahu dalam perjalanan pulang, tapi masih saja panik, namanya juga angkot pasti banyak berhentinya, belum lagi jalanan macet, bisa saja angkatnya terlambat untuk sampai di rumahmu" Danny tidak ingin menambah rasa kalut yang dialami sahabatnya


"Iya, gue juga mikirnya seperti itu. Sudahlah tidak jadi" Lucky menutup panggilannya secara sepihak sebelum mendapatkan jawaban dari seberang


"Dasar..... telepon dengan marah-marah dan sekarang menutupnya tanpa menunggu jawaban gue" Danny tidak sakit hati diperlakukan sahabatnya seperti itu, dia menyadari bagaimana panik dan takutnya Lucky ketika tidak menemukan istrinya


Danny mencoba membantu Lucky untuk mencari Nia. Dengan menghubungi beberapa teman sekolah Nia. Namun, sayangnya tidak ada seorangpun yang tahu. Danny menelpon Vicky dan menceritakan kabar dari Lucky. Mereka sepakat bertemu untuk ikut mencari keberadaan Nia dengan menyusuri jalanan dari rumah Lucky hingga rumah sakit yang diceritakan oleh Lucky. Bahkan sampai ke kantor polisi juga untuk memastikan jika Nia tidak berada di sana dengan bertanya kepada beberapa polisi yang berjaga.


"Pak, maaf apakah tadi ada perempuan muda yang datang ke sini?" Danny bertanya dengan ramah


"Tidak mas, kami belum ada tami sejak pagi, karena kami ada kegiatan di belakang dengan para narapidana" Jawab Polisi yang memiliki usian diatas empat puluh tahun


"Oh... terima kasih informasinya Pak" Danny memilih untuk berpamitan


Vicky yang menunggu di luar dikejutkan dengan kedatangan Danny yang cemberut

__ADS_1


"Ada apa?"


"Menurut petugas yang berjaga sampai saat ini tidak ada tamu yang datang ke kantor polisi. Namun bagaimana mungkin, sedangkan Lucky bilang baru dari kantor polisi bersama Nana dan Andi untuk membuat laporan" Danny menggelengkan kepalanya berulang kali


__ADS_2