CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
181


__ADS_3

Manda beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya, membantu warga yang membutuhkan pertolongan serta mengajarkan anak kecil membaca dan menulis di sebuah gubug yang tidak ada kata mewah. Dia menikmati perannya saat ini hidup tenteram jauh dari keramaian ibu kota dengan orang-orang yang memikirkan diri sendiri.


Tidak ada yang mencurigakan dalam benak Manda, padahal ada beberapa anggota polisi yang sedang menyamar memperhatikan dari jarak jauh. Ketika suasana di sekitar Manda berada sudah tidak ada orang sama sekali, polisi mendekat dan berbincang dengan Manda.


Salah satu polisi mengeluarkan sebuah surat yang berisi tentang perintah penangkapan, tidak ada perlawanan dari Manda. Dia mengikuti instruksi dari polisi untuk masuk ke sebuah mobil yang mereka bawa sebelumnya.


"Lebih baik mbak Manda mengikuti kami, karena semua tuduhan yang dilayangkan kepada saudara sangat kuat, sehingga apabila mbak Manda menghindar kemanapun akan dikejar. Bahkan kalau sampai melarikan diri bukan tidak mungkin akan menambah beratnya tuntutan" Seorang polisi menjelaskan dengan tenang


"Saya juga sudah capek selalu menghindar dari mereka, bagaimanapun juga saya sudah sangat bersalah, dan bagaimanapun saya harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan saya" Manda sudah berubah seratus delapan puluh derajat, saat ini Manda menjadi pribadi yang lembut dan juga ramah.


Setelah semua memasuki mobil, sopir segera melajukan mobil menuju jalan raya menyusuri jalanan desa yang masih sangat asri. Di sebelah kanan dan kiri berjajar pepohonan dengan batang yang besar laksana lukisan yang berada di dunia nyata. Siapapun akan terpana dengan keindahan alam di desa pengasingan Manda.


Membutuhkan waktu satu jam untuk sampai ke kantor polisi, sesampainya disana Manda diinterogasi oleh pihak berwajib sebelum dimasukkan ke dalam bui menyusul Mamanya yang lebih dahulu menikmati hotel prodeo karena kejahatan yang dia lakukan.


Kabar tertangkapnya Manda menjadi sebuah kado istimewa bagi Lucky dan kawan-kawannya. Mereka merasa lega orang yang selalu berbuat jahat kepada mereka kini sudah mendekam di dalam penjara menunggu sidang dakwaan yang akan dilaksanakan seminggu yang akan datang.


****


Kehamilan Nia sudah memasuki bulan ke delapan. Nia dan Lucky sudah tidak sabar menunggu kelahiran anak pertama mereka. Kebahagiaan mereka tidak hanya menunggu anaknya lahir, melainkan karena Nalen dan Nara akan melangsungkan pernikahan seminggu lagi. Semua persiapan sudah selesai tinggal. menunggu hari pelaksanaan. Semua keluarga dan kerabat sudah mulai berdatangan ke rumah orang tua Nia, begitupun Nia sudah menginap di rumah orang tuanya.


"Bagaimana dengan kehamilan Nia, apakah tidak apa-apa jika terlalu capek?" Ryasmi khawatir terjadi sesuatu dengan calon cucunya yang masih ada di dalam perut jika ibunya terlalu sibuk diusia kandungan yang sudah mendekati lahir


"Selama Nia bisa mengontrol diri, sepertinya tidak apa-apa" Nia menjawab dengan percaya diri


"Sebaiknya segera istirahat jika merasa lelah, Lucky kamu jaga istrimu dengan baik, jangan sampai dia kelelahan" Ryasmi memberikan perintah kepada Lucky


"Baik Ma, meskipun mama tidak meminta Lucky untuk menjaga Nia, sudah menjadi kewajiban Lucky untuk menjaga istri dan calon anak Lucky"

__ADS_1


"Ajak dia untuk istirahat dahulu" Karena hari sudah larut malam Ryasmi meminta Lucky untuk mengajak Nia untuk istirahat terlebih dahulu


Sesuai perintah Ryasmi, Lucky dan Nia memasuki kamar milik Nia dahulu, membaringkan badan di atas k*sur melepas lelah, kaki yang terasa kesemutan mulai dialami Nia.


****


Pelaksanaan pernikahan Nalen dan Nara sudah tiba, semua telah bersiap di tempatnya masing-masing. Tidak terkecuali Nia yang duduk di sofa khusus untuk dia menyaksikan semua prosesi yang di lakukan kakaknya. Sesi foto keluarga tidak luput dari rangkaian acara kali ini. Baru beberapa gambar diambil Nia berteriak..


"Aaaaaa.... perutku.... "


"Ada apa s*yang.... " Lucky yang berada di samping Nia cekatan membantu istrinya untuk berdiri


"Perut Nia sakit banget....." Nia mulai meneteskan air mata menahan rasa sakit. Sebenarnya rasa sakit itu sudah dia rasakan sejak pagi, namun Nia mengira itu hanya karena kecapekan. Kenyataannya kini air bening sudah mengalir deras di kedua kakinya, yang membuat semua orang panik.


"Kita ke rumah sakit sekarang, Dan tolong siapkan mobil" Lucky meminta Danny untuk menyiapkan mobil menuju rumah sakit


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Lucky tidak sabar ingin mengetahui keadaan Nia


"Secara umum, keadaan pasien hanya kelelahan saja, jadi kami harap sebelum hari perkiraan lahir keluarga mengawasinya agar tidak kecapekan, khawatirnya bisa lahir kurang bulan" Pesan dokter kandungan kepada Lucky


"Terima kasih banyak dok"


"Untuk sementara biarkan pasien dalam pengawasan medis terlebih dahulu selama dua kali dua puluh empat jam, untuk memastikan kondisinya baik-baik saja"


"Iya dok"


****

__ADS_1


Pagi ini merupakan hari penghakiman bagi Manda. Seluruh hidupnya akan ditentukan hari ini akan terbebas atau bahkan mendapatkan hukuman berat dan pastinya akan berdampak pada kehidupannya dimasa mendatang dan mendapat stempel sebagai seorang bekas narapidana.


Ada beberapa saksi yang didatangkan, pihak Manda tidak mendatangkan satu saksi sekalipun. Karena dari segi financial Manda juga sudah tidak mampu membayarnya. Manda datang sendiri menghadapi persidangan kali ini.


"Baik, akan saya bacakan keputusan pengadilan pada hari ini, terhadap Manda atas tuduhan yang sudah kami bacakan di depan, serta berdasarkan kesaksian dari saksi-saksi yang sudah didatangkan dan diperkuat dengan tidak adanya pembelaan apapun dari terdakwa maka kami memutuskan untuk menjatuhkan hukuman berupa penjara selama..... " Hakim belum selesai membacakan hasil persidangan, Nana yang baru memasuki ruang sidang berteriak....


"Sebentar yang mulia.... "


Seluruh pengunjung persidangan memperhatikan arah datangnya Nana. Menunggu akankah ada hal yang meringankan atau malah akan memberatkan pihak Manda, karena mereka tahu Nana adalah anak kandung dari pemilik perusahaan, yang menurut pemikiran mereka pasti akan ada balas dendam di antara keduanya.


Kasak-kusuk mulai terdengar dan membuat gaduh ruang persidangan.


"Wah, pasti ada perang besar kali ini" Kata salah seorang pengunjung persidangan


"Sepertinya akan lebih seru lagi persidangan kali ini, meskipun terdakwa sudah mengakui semuanya" Kata pengunjung lainnya


"Balas dendam yang sangat epik"


Dan masih banyak lagi kata-kata yang keluar dari mulut pengunjung ada yang kasihan dengan Manda ada juga yang sangat senang dengan kedatangan Nana yang pastinya akan menuntut keadilan bagi dirinya dan juga perusahaannya.


"Bolehkan saya tahu siapa anda?" Hakim bertanya kepada Nana yang datang dengan tiba-tiba


"Saya adalah pemilik sah dan anak kandung dari pemilik perusahaan yang saudara terdakwa manfaatkan untuk memperkaya diri"


"Bukannya anda sudah memberikan kuasa kepada pengacara anda?"


"Benar, tapi di sini saya datang sendiri untuk memberikan kesaksian saya sendiri untuk terdakwa"

__ADS_1


Semua pengunjung terdiam dan menunggu setiap kata yang akan keluar dari mulut Nana.


__ADS_2