CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
162


__ADS_3

Lucky melihat beberapa perawat dan juga seorang dokter yang berlari dengan tergesa-gesa ke arah kamar Nia, ikut berlari dengan panik, dia ingin bertanya kepada seseorang namun tidak ada seorangpun yang bisa ditanya. Lucky memilih untuk berlari mengikuti dari belakang.


"Mengapa semua orang berlarian ke kamar Nia?" Lucky bertanya dalam hati


"Apakah ada seseorang yang telah menyelinap ke dalama kamar dan melakukan sesuatu kepada Nia?" Berbagai macam pertanyaan berseliweran dibenak Lucky


"Baru juga Nia bisa mengikhlaskan semuanya, apakah akan terjadi sesuatu kepada Nia?" Lucky semakin mempercepat laju kakinya dan berharap bisa segera menjangkau kamar Nia


"Ada apa ini? Mengapa semua ada di sini?" Lucky yang baru saja membuka pintu kamar Nia bergegas mengajukan pertanyaan dengan panik


"Maaf Mas, kami hanya mau memeriksa keadaan pasien. Karena sebelum kami memberikan obat terakhir untuk pasien, kata mbak Nia ada seseorang yang memberikan suntikan" Seorang perawat menjelaskan


"Bagaimana bisa terjadi hal seperti itu?" Lucky semakin panik


"Tolong Dok, cepat periksa istri saya" Perasaan Lucky sudah tidak bisa tenang lagu


"Kami sedang berusaha Mas, kami mohon Anda jangan panik dahulu" Seorang perawat senior berusaha meredam kepanikan yang terlihat jelas di wajah Lucky


Dari arah pintu Rahma, Ryasmi, Dewa dan juga Nalen beserta Nara baru saja sampai untuk menjenguk Nia, namun di kamar Nia sedang ada dokter juga beberapa perawat yang sedang melakukan tindakan.


"Lucky, ada apa ini, mengapa mereka melakukan tindakan kepada Nia, bukannya tadi Nia baik-baik saja" Rahma bertanya kepada Lucky yang kini bersandar pada dinding


"Lucky juga belum tahu Bun, dokter juga baru saja masuk dan mulai memeriksa keadaan Nia" Lucky dengan lemas menjawab Rahma


"Ayah di mana Bun?" Lucky yang baru menyadari jika keberadaan ayahnya tidak bersama bundanya


"Ayah tadi ke mini market dulu membeli minum, untungnya Bunda bertemu dengan mertuamu di depan


"Lucky pikir Bunda sendiri ke sininya"

__ADS_1


"Mana mungkin kita tidak menjemput menantu kesayangan dari rumah sakit


"Bunda tidak harus memaksakan diri untuk ke sini, lagi pula bisa nanti setelah kami sampai di rumah. Bunda harus menjaga kesehatan Bunda sendiri


"Iya, Bunda tahu keadaan badan ini, jika sudah merasa tidak sehat pasti juga istirahat kok" Rahma tidak mau terlihat sakit di depan sang putra


Semua keluarga menunggu di luar, sementara dokter di dalam sedang memeriksa Nia dibantu oleh beberapa asistennya.


"Untung obat yang disuntikkan melalui selang infus belum masuk ke tubuhnya" Dokter terlihat begitu cerah ketika mengetahui hasil pemeriksaan


"Tolong panggilkan keluarga pasien" Lanjutnya


"Iya Dok..." Seorang perawat segera berjalan menuju pintu kamar VVIP yang ditempati Nia untuk memanggil keluarganya


"Maaf, keluarga pasien boleh masuk" Seorang perawat muncul dari balik pintu perawatan


Semua yang menunggu panik di luar bergegas memasuki kamar perawatan Nia untuk melihat keadaan Nia.


"Tidak ada, bahkan Nia sekarang sudah siap jika pulang sekarang" Nia menjawab dengan wajah yang ceria


"Maaf sebelumnya, bolehkan saya bicara dengan orang tua pasien?" Dokter memperhatikan satu persatu orang yang berada di dalam kamar perawatan


"Kami orang tuanya, tapi semua tanggung jawab sudah ada pada suaminya, jadi lebih baik dokter bicara dengan suaminya langsung"Ryasmi menjawab


" Oh..... baik silakan ikut ke ruangan saya"Lucky mengikuti dokter yang berjalan cepat ke ruangannya


Ruangan dokter tidak begitu jauh dengan kamar Nia, hanya membutuhkan beberapa menit saja sudah berada di depan pintu ruang pribadi dokter yang menangani Nia selama berada di rumah sakit.


Lucky selalu mengekor hingga masuk ke dalam ruangan tersebut, dan dipersilakan untuk duduk.

__ADS_1


"Silakan duduk dulu Mas, akan saya ambilkan catatan kesehatan istri anda" Sambil berlalu menuju ke sebuah lemari yang menyimpan catatan pasiennya secara pribadi


Setelah mendapatkan catatan yang dicari, dokter berjalan ke mejanya dan berhadapan dengan Lucky yang sudah menunggu.


"Begini Mas, maaf bukannya saya ikut campur dengan keluarga anda. Tapi, menurut saya alangkah baiknya jika istrinya dijaga dengan ketat, agar tidak terjadi lagi hal serupa dikemudian hari. Sepertinya memang istrinya menjadi sasaran utama seseorang" Dokter tersebut merasa tidak wajar ada seseorang yang rela menyamar hanya untuk melenyapkan nyawa seseorang.


"Mengapa dokter bisa berkata demikian?" Lucky belum paham dengan perkataan dokter


"Begini mas, menurut pemeriksaan obat yang akan dimasukkan ke dalam infus merupakan salah satu obat yang bisa membuat seseorang menghembuskan nafas terakhirnya dalam hitungan jam jika digunakan dalam dosis tertentu" Jelas dokter "Untungnya belum benar-benar masuk ke dalam selang infus dan keburu ketahuan" Lanjutnya


"Terima kasih atas informasinya Dok" Lucky sangat bersyukur mendengar penjelasan dokter tersebut


"Apakah saat ini istri saya bisa pulang Dok?" Lucky ingin segera membawa Nia pulang untuk menghindari kejadian yang sama terulang lagi


"Boleh, jika terjadi sesuatu tolong segera telepon kami, dan kami akan memberikan penjelasan dari jauh untuk penanganan awal, namun jika terjadi sesuatu yang membahayakan mohon segera dibawa ke rumah sakit lagi"


"Sekali lagi terima kasih Dok, akan saya ingat pesan dokter" Lucky menjabat tangan dokter dan segera meninggalkan ruangan dokter untuk kembali ke kamar perawatan Nia


Langkah Lucky terasa ringan setelah mendengar penjelasan Dokter, namun fikirannya yang tidak bisa tenang, dia memikirkan bagaimana bisa menemukan pelakunya. Di dalam ruangan Nia semua sudah berkumpul tidak ketinggalan Pras ayah Lucky juga sudah berada di sana.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya, apakah ada yang tidak beres?" Nalen terlihat khawatir dengan keadaan adik perempuan satu-satunya


"Menurut dokter, kita harus menjaga Nia dengan lebih hati-hati karena ada seseorang yang dengan sengaja menginginkan nyawa Nia, Perawat gadungan itu akan memasukkan obat yang berbahaya ke dalam tubuh Nia melalui selang infusnya, untung semua bisa digagalkan" Lucky menceritakan semua penjelasan dokter


"Sebenarnya siapa sih orang yang tidak ada pekerjaan itu? Sepertinya kita harus segera berusaha menemukannya agar tidak terjadi peristiwa yang sama" Nalen bersemangat ingin segera menemukan pelakunya


"Sebenarnya ada apa ini?" Pras yang baru datang ketika semua pemeriksaan Nia selesai belum tahu kejadian yang menimpa Nia


"Begini Yah, Sebelum perawat asli memberikan obat terakhir untuk Nia sebelum pulang, ada seorang perawat gadungan yang memberikan obat yang berbahaya ke dalam selang infus Nia" Lucky memberi tahu Pras

__ADS_1


"Apakah perawat tadi, yang berlari menabrak ayah di depan sana?" Tadi ada orang yang memakai baju perawat berlari tanpa memperhatikan jalan"Pras teringat dengan seorang wanita muda yang menabraknya ketika akan memasuki lobi rumah sakit


"Apakah Ayah ingat wajahnya?" Lucky penasaran siapa yang berani mengusik kehidupannya


__ADS_2