
Enam bulan berselang, masih belum ada kabar dari pihak berwajib mengenai laporan yang dibuat oleh Nana untuk Manda, tetapi juga tidak ada pergerakan sama sekali dari Manda. Mereka hidup tenteram tanpa ada gangguan, beberapa kalo mereka membuat even selalu berjalan lancar.
Nalen dan Nara sudah mempersiapkan pernikahannya yang akan dilaksanakan dia bulan ke depan, banyak persiapan yang belum terpenuhi dan belum sesuai dengan rencana mereka.
Sedangkan Nana dan Andi sudah lebih dahulu menyelenggarakan akad dan juga resepsi pernikahan, mereka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena sudah cukup lama mereka tinggal di atap yang sama meskipun berbeda kamar.
Pandu sampai saat ini masih belum memiliki kekasih, tetapi bisnisnya berkembang dengan pesat dan sudah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia.
Sedangkan Nia saat ini, perutnya sudah mulai membuncit dan disibukkan dengan mempersiapkan keperluan untuk melahirkan yang pastinya membutuhkan persiapan lebih. Saat ini dia sedang semangat mengumpulkan pernak-pernik kebutuhan bayinya nanti.
Seperti saat ini dia sedang sibuk memilih-milih di suatu tempat belanja yang menyediakan keperluan bayi terlengkap, dan di sanalah kehebohan terjadi
"Ma, bagaimana dengan yang ini, yang ini dan yang ini...... Eh itu juga bagus" Nia memilih beberapa barang dan melihat barang yang sangat menarik perhatiannya juga
Ryasmi yang mengikuti Nia hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam melihat kehebohan anaknya seperti orang yang kalap belanja l, melihat barang ini diambil, melihat yang itu juga diambil hingga trolinya sudah penuh, bahkan di tangannya juga masih membawa barang lain.
"Nak... ini mau buat persediaan berapa tahun?" Ryasmi bertanya
"Bukannya barang ini lucu-lucu Ma.... Pasti kalau dipakai bayi Nia kelak akan sangat bagus" Nia menjawab dengan antusias dan membayangkan betapa lucu dan imutnya anaknya kelak memakai barang-barang yang saat ini dia beli
"Tapi, tidak sebanyak ini juga Nak.... Lebih baik sekarang kita pilih lagi mana yang dibutuhkan untuk bayi yang baru lahir, untuk yang lainnya akan kita beli lain waktu" Nia dan Ryasmi sibuk memilih barang mana yang akhirnya akan mereka beli
Setelah mengembalikan beberapa barang yang belum terlalu penting untuk bayi baru lahir, Nia menuju tempat pembayaran dan menyelesaikan semua transaksinya. Tidak lupa dia juga membeli barang yang akan diberikan kepada Nalen dan Nara untuk kado pernikahan, karena belum tentu dalam waktu dekat Nia bisa keluar dalam keadaan perutnya yang semakin besar.
"Bagaimana apakah semuanya sudah dibeli?" Lucky menjemput Nia ke toko perlengkapan bayi setelah menyelesaikan pekerjaannya
"Sudah, sekarang kita pulang.... Nia capek banget"
__ADS_1
"Aduh Kak.... Ma.... perut Nia sakit banget...."
"Ada apa s*yang..... bagaimana kalau kita ke rumah sakit dahulu untuk mengecek kandunganmu?" Lucky khawatir jika terjadi apa-apa dengan istri dan anaknya
"Tidak... Nia tidak mau ke rumah sakit, bau rumah sakit membuat perut Nia semakin mual"
"Lalu bagaimana?" Ryasmi juga sangat khawatir
"Ya sudah, lebih baik kita panggil dokter ke rumah saja, biar diperiksa di rumah, jadinya kamu tidak menc*um bau rumah sakit" Lucky menghubungi dokter kandungan langganan Nia, memintanya untuk datang ke rumah untuk memeriksa keadaan Nia
Perut Nia semakin lama semakin bertambah sakitnya hingga membuat Lucky dan Ryasmi kalang kabut memasuki mobil yang sudah terparkir di depan toko dan melaju dengan kecepatan di atas rata-rata untuk kembali ke rumah dengan cepat.
Dokter mulai memeriksa kandungan Nia dengan peralatan yang bisa di bawa.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?" Lucky menyela dokter yang sedang memeriksa Nia
"Sebentar mas Lucky, akan saya periksa terlebih dahulu supaya bisa menganalisa dengan tepat" Dokter masih memeriksa Nia dengan hati-hati
"Usahakan jangan terlalu kecapekan, kalau bisa dalam beberapa bulan ke depan jangan terlalu berat aktifitas fisik untuk menghindari rasa sakit yang sama dan juga lahir prematur"
"Baik dok, akan kami usahakan agar Nia lebih banyak istirahat"
****
Polisi menemukan tempat persembunyian Manda selama ini, dia bersembunyi di desa terpencil yang jauh dari keramaian kota dan hidup layaknya masyarakat biasa, bahkan dia rela merubah gaya hidupnya menjadi masyarakat miskin dan berbaur dengan penduduk desa setempat.
Para polisi tidak bertindak gegabah dengan menangkapnya dengan cepat, mereka harus menemukan bukti kuat sebelum menangkapnya, karena di masyarakat tersebut Manda dikenal dengan sosok yang baik hati dan suka memberikan pertolongan kepada penduduk yang membutuhkan bantuan. Apalagi tingkat persaudaraan di wilayah tersebut sangat kuat, bukan tidak mungkin jika Polisi bertindak gegabah maka para polisi yang akan mengalami hal yang kurang baik.
__ADS_1
*****
Nana dan Andi saat ini sedang bulan madu ke luar negeri, menikmati kebersamaan mereka di awal menjadi suami istri sebelum disibukkan kembali dengan pekerjaan kantor mereka.
Perusahaan Nana kini semakin besar dan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan bonafide lainnya di kota ini.
"Nia, kamu mau dibawakan oleh-oleh apa dari luar negeri?" Nana memberikan kabar, jika dirinya akan segera kembali dan menanyakan sahabatnya mau dibawakan apa dari sana
"Sepertinya aku pilih tas saja, yang bisa muat baju untuk aku dan anakku nanti jika bepergian"
"Wah, tidak salah, hanya minta dibelikan tas yang seperti itu?" Nana kaget karena sebelumnya Nia memesan banyak barang yang harus dibawa dari luar negeri
"Iya, aku sudah tidak menginginkan apa-apa lagi. Barang yang dahulu aku pesan jangan dibeli, takutnya nanti tidak ke pakai lagi"
"Baiklah, sekarang prioritas anak ya..."
Mereka mengobrol lumayan lama, hingga malam menjelang dan waktu istirahat bagi Nia untuk menjaga kesehatan kandungannya.
"Say*ng, minum obatnya dahulu sebelum kamu tidur, aku akan bekerja di kamar ini, agar bisa memantau keadaanmu dan juga anak kita" Lucky menyodorkan obat dan juga segelas air sebelum Nia istirahat
"Apakah belum ada kabar tentang keberadaan Manda Kak?"
"Polisi sempat memberikan kabar, saat ini Manda berada di desa yang terpencil, dan lebih mengejutkannya dia menjadi orang baik di sana, sehingga polisi perlu ekstra kerja keras untuk bisa membawanya keluar dari desa tersebut"
"Mengapa polisi takut membawanya keluar dari sana?"
"Karena penduduk di desa tersebut kekeluargaannya sangat kuat, siapapun yang berani berbuat jahat terhadap salah satu penghuni desa tersebut maka semua akan melindunginya, apalagi jika orang tersebut dikenal cukup baik di desa itu"
__ADS_1
"Wow masih ada ya, warga desa yang sangat peduli dengan warga lain"
"Kenyataannya memang begitu, jadi polisi tidak mau tergesa-gesa untuk bisa melakukan penangkapan terhadap Manda. Sekarang kamu istirahat, tidak usah memikirkan yang lain. Prioritas kita saat ini yang ada di perutmu dalam keadaan sehat hingga dia lahir nanti" Lucky tersenyum lembut dan memberikan kec*pan di perut Nia