
"Hei...., Kedip jangan ngelamun sendirian" Seseorang mengagetkan lamunan Nia
"Eh, Kak Lucky tumben keluar sendirian emangnya Kak Danny dan Kak Vicky kemana?"Tanya Nia penasaran karena biasanya mereka selalu bersama
"Pengen sendiri saja sih sebenarnya, lagian nggak tahu juga mereka pada kemana sejak selesai pengumuman mereka langsung pergi" Nia hanya bisa ber"oh"ria mendengar perkataan Lucky yang menurutnya baru kali ini dia cukup panjang berbicara
Mereka berdua duduk santai di sebuah gazebo yang menghadap langsung ke sebuah air mancur buatan di tengah taman yang dikelilingi oleh bunga yang sedang bermekaran berwarna-warni, tidak hanya mereka berdua saja yang menikmati malam yang begitu cerah, banyak anak-anak kecil berlarian saling mengejar satu sama lain tak lupa orang tua mereka yang sibuk mengawasi.
"Kak, maaf ya kejadian tadi sore.... Nia nggak tahu siapa dia, tau-tau nabrak Nia dengan sengaja hingga Nia terjatuh" Lucky hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia menerima permintaan maafnya
"Orang seperti dia mah nggak usah dipikirin" Sebenarnya Lucky juga tidak nyaman dengan keberadaan Manda di penginapan yang sama dengan sekolah mereka. Lucky mengetahui bahwa Manda berada di penginapan yang sama karena tadi sebelum dia pergi ke taman dia berpapasan di lobi dengan Manda
"Pacar Kak Lucky ya..... Maaf ya... sudah membuat dia salah paham, lagian kenapa Kak Lucky selalu jemput Nia kalau Kak Lucky ada pacar, pacarnya kan jadi ngambek dan nyalahin Nia, mulai besok Kakak nggak usah anter jemput Nia lagi saja ya...." Nia tidak ingin kejadian seperti tadi sore terjadi lagi
"Siapa bilang dia pacar Kak Lucky, dia hanya teman SMP aku" Jawab Lucky jujur
"Pasti kakak yang tadi naksir sama Kak Lucky, kelihatan banget dia marah sama Nia, lagipula dari mana dia tahu Nia, Nia saja baru lihat" Lucky hanya diam mendengar celote Nia yang tidak berhenti-berhenti dengan ucapan yang panjang, baru kali ini Lucky mendengar Nia berbicara begitu panjang
"Kamu cemburu ya....?" Goda Lucky
Muka Nia panas dan memerah mendengar perkataan Lucky, Nia sendiri tidak tahu mengapa bisa seperti itu
"Siapa bilang, Nia nggak cemburu kok, Kalau Kak Lucky memang ada hubungan dengan dia"
"Manda, namanya Manda" Nia semakin tidak nyaman duduk di sini mendengar Lucky menyebutkan nama cewek itu
__ADS_1
"Namanya saja cantik gitu, pasti orangnya juga sangat cantik jika tidak dalam keadaan marah seperti tadi sore, sekali lagi Nia minta maaf ya Kak...." Nia hanya bisa menunduk mengingat kejadian tadi sore, dalam hati Nia menggerutu bisa-bisanya dia tadi menyebutkan, jika hanya gadis itu yang naksir Lucky, namun nyatanya Lucky juga menyukainya
"Cantik sih, tapi masih ada yang lebih cantik dari dia, lebih imut dan lebih segalanya" Lucky menerawang ke langit sambil menikmati bintang yang bergemerlapan
Siapa lagi yang dimaksud Lucky, dengan begitu lancarnya dia menceritakan cewek lain lagi di depan cewek yang saat ini sangat cemburu. Eh, tunggu cemburu.... Bukannya Nia membantah jika selama ini dia menyukai Lucky, apakah saat ini sudah mulai merasa tidak ingin kehilangan cowok yang kini duduk dengannya, bertolak belakang dengan yang baru saja dia katakan.
"Kak Lucky menyukai gadis lain?? Dan meninggalkan gadis yang tadi?" Lucky mengernyitkan dahinya, dalam hati dia berkata "Kapan dia mengatakan meninggalkan gadis tadi?"
"Gue nggak pernah bilang meninggalkan siapapun, karena selama ini memang gue nggak pernah memiliki ataupun menyukai seorang gadis, dalam hatiku sudah ada satu nama yang terpatri di dalamnya dan tidak akan tergantikan dengan nama orang lain"
Nia kaget mendengar pengakuan Lucky saat ini, mungkin benar sudah tidak ada lagi tempat dihati Lucky untuk orang lain termasuk dirinya.
"Eh, ngomong-ngomong, tadi kata anak-anak kamu kecebur di air, gimana apa ada yang sakit?" Hati Nia menghangat mendapat perhatian dari Lucky "Ingat Nia.... sudah tidak bisa ada nama cewek lain, hilangin pikiranmu yang tidak jelas" Nia merutuki pikirannya sendiri
"Oh, syukur kalau cuma lecet sedikit, sudah diobatin?" Lucky sudah tidak sekhawatir tadi karena sudah melihat Nia berada dihadapannya kali ini dengan cukup bahagia karena sebenarnya Lucky ke taman ini juga mengikuti Nia yang terlihat sedikit sedih
Flashback On
Nia tergesa-gesa pergi meninggalkan aula yang telah disulap menjadi tempat makan sekaligus tempat sholat, tanpa mempedulikan yang lain setelah mendengar malam ini semua siswa diberikan kebebasan untuk kemana saja yang mereka mau.
Kebetulan Lucky sedang berbincang dengan Danny dan juga Vicky ketika melihat Nia keluar dari penginapan seorang diri, tidak ingin kejadian sore tadi kembali terulang, Lucky memutuskan untuk mengikuti langkah Nia dari jarak yang tidak begitu jauh. Awalnya hanya bermaksud untuk memastikan Nia baik-baik saja dan tidak ada yang mengganggunya lagi.
Namun, setelah melihat pemandangan yang begitu bagus dan juga taman terlihat asri dan damai, Lucky mulai mendekati gazebo yang diduduki oleh Nia sendirian, dia mendapati Nia yang sedang melamun dan membiarkannya dalam waktu yang cukup lamalama dan baru menyapanya setelah lama menunggu namun tidak juga ada pergerakan dari Nia.
Flashback Off
__ADS_1
Mereka berdua kembali terdiam dan kembali ke alamnya masing-masing sambil menikmati pemandangan yang semakin malam semakin ramai oleh pengunjung dan juga terdapat beberapa penjual makanan kaki lima yang begitu ramai pengunjung
"Lo mau makan nggak?" Tanya Lucky ketika dia ingin membeli minuman untuk mereka berdua
"Emang ada makanan yang enak ya.....?" Lucky melihat beberapa gerobak makanan yang menjajakan beberapa makanan
"Ya sudah, lo di situ dulu saja, gue mau nyari minum"
Lucky mulai menyusuri pedagang makanan dan melihat dagangan mereka, mungkin saja ada yang menarik perhatiannya, tak jauh dari penjual minuman Lucky melihat seorang penjual sostel bakar kesukaannya, dia membeli beberapa untuk dibungkus, tak lupa dia juga membeli seporsi untuk Nia, karena dari kecil makanan kesukaannya memang banyak yang sama.
Setelah mendapatkan pesanannya Lucky meninggalkan deretan penjual makanan dan berjalan menuju ke tempat Nia yang masih setia duduk di gazebo, entah sejak kapan di gazebo itu duduk manis gadis kecil berkuncir kuda yang sangat manis dan ceria sedang bercanda dengan Nia.
"Hai, hallo anak manis.... mau ini nggak?" Sapa Lucky mencoba mendekati gadis kecil itu ketika sudah sampai di gazebo dan mendudukkan lantatnya di sana
"Kakak siapa?" Tanya gadis kecil itu dengan polos
"Kakak temannya kakak cantik ini" Lucky memperkenalkan diri dan otomatis membuat wajah Nia kembali memerah ketika mendengar Lucky mengatakan bahwa dia cantik. Untung saja agak gelap, jadi nggak akan terlihat siapapun ketika dia tersipu
"Oh... Kakak ganteng suka beli jajanan kayak gini? Padahal kata mama ini makanan kurang sehat, kenapa kakak belinya banyak?" Nia tersenyum kaget mendengar celoteh gadis kecil ini
"Sesekali sih nggak apa, lagian kakak juga sudah lama banget nggak makan ginian" Lucky juga tidak mau kalah "Gimana kamu mau nggak, kalau mau kakak beliin lagi, karena ini pedas" Lanjutnya
"Nggak usah saja Kak, Terima kasih, aku mau ke mama saja, takut dicariin mama" Pamit gadis kecil itu meninggalkan Lucky dan Nia
Sostel bakar jajanan favorit Nia waktu masih kecil, dibeliin seberapapun pasti akan dia habiskan dengan cocolan saus dan juga mayones. Dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan kedekatan mereka dan mulai mengeratkan giginya......
__ADS_1