CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
159


__ADS_3

"Nia ada di mana?" Nana yang baru menyadari sahabatnya saat ini tidak berada di tengah-tengah mereka bertanya


"Iya, dimana istri lo bro?" Danny juga baru menyadari istri sahabatnya tidak bersama mereka


"Jangan-jangan Nia dibawa orang kabur dan kita tidak tahu"Nana semakin panik


"Istrinya hilang juga, masih saja diam.... Dimana tanggung jawab lo sih Luck" Vicky yang melihat sahabatnya Lucky tidak ada pergerakan sama sekali malah ngomel tidak jelas


"Kalian kenapa sih... Istri gue sudah pulang dijemput sama kakaknya, karena tadi perutnya sedikit sakit" Lucky yang dipojokkan memberikan penjelasan


"Ohh....." Jawab mereka serentak


****


Nia pulang dijemput oleh Nalen ditemani Nara. Mereka berdua sebenarnya sedang berada di luar ketika Lucky menelpon Nalen untuk menjemput istrinya terlebih dahulu karena dia masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Lucky tidak ingin istrinya terlalu kecapean mengingat kondisi kehamilannya yang masih sangat rentan karena usia kandungan juga karena Nia hamil ketika usianya masih sangat muda.


Flashback


Lucky beberapa kali mencoba menghubungi Nalen namun sama sekali tidak ada jawaban. Hampir saja Lucky menginjak pedal mobilnya ketika ada suara seseorang yang berada di dalam panggilannya.


"Hallo Kak Nalen, kemana saja sih ditelpon sejak tadi tidak diangkat!" Lucky sudah mengeluarkan kata-kata yang sangat panjang sebelum ada jawaban dari seberang sana


"Maaf, Nalennya sedang menyetir, mungkin ada yang bisa dibantu Luck?" Suara Nara yang menjawab telepon, membuat Lucky tersedak karena kaget sekaligus malu karena sudah bicara panjang lebar


"Eh, Kak Nara.... Maaf Kak. Lucky sebenarnya mau minta tolong sama Kak Nalen, tapi kalau kalian sedang ada acara lebih baik tidak jadi saja" Lucky tidak enak hati jika mengganggu mereka


"Tidak, kami dalam perjalanan pulang. Memangnya ada apa sih... Jangan sok tidak enak hati segala... Bukannya dulu juga sering ngerepotin?" Nara dengan santainya menggoda suami calon adik iparnya


"Bukan begitu Kak. Kalau tidak keberatan Lucky minta tolong, karena malam ini Lucky masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, Nia Kakak jemput dulu ya... "

__ADS_1


"Ogah, memangnya pekerjaan apa yang lebih penting dari pada istri yang lagi bunting" Nalen merasa cukup terganggu jika kebersamaannya dengan Nara ditambah adiknya yang saat ini super nyebelin yang apapun harus dituruti


"Yaelah... Memangnya kakak tidak kasihan sama adiknya, harus nungguin lama dan tidak istirahat?"


"Ok, demi adik satu-satunya dan juga demi ponakan gue, apapun akan gue lakuin, posisi dimana? Tapi harus ingat tambahin modal usaha gue!" Nalen memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan tambahan modal dari iparnya yang sudah sukses terlebih dahulu


"Gampang, kalau cuma soal tambahan modal usaha, memangnya tidak mau gue tambahin juga buat modal ke KUA"


"Boleh juga tuh, Ok kita deal ya... tambahan buat modal juga ke KUA" Nalen semakin semangat mendengar perkataan Lucky yang akan memberikan modal usaha sekaligus modal untuk nikah.


Flashback Off


"Kamu tidak capek Dek, ikut acara sampai dini hari begini?" Nalen yang melihat adik satu-satunya terbaring di kursi belakang masih dengan mata terbuka memainkan ponselnya


"Sebenarnya capek sih Kak, tapi seru lho..." Wajah ceria yang ditampilkan Nia membuat Nalen merasa tenang


"Seru apanya, cuma acara kantor saja apa serunya" Timpal Nalen


"Yang membuat seru bagi Nia bukan pengisi acaranya Kak, kalau pengisi acaranya Nia juga kurang begitu memperhatikan" Nia membuka botol minum yang sejak tadi di gengamnya dan meneguknya hingga tandas


"Nia sangat senang karena ada berbagai macam jajanan" Nia dengan antusias menceritakan di tempat acara


"Halah... cuma banyak jajanan saja sudah girang begitu" Nalen membuang nafas mengejek "Paling jajanan cepek'an" Lanjutnya


"Tapi Nia suka" Nia juga tidak mau kalah ketika diejek kakaknya


****


Pagi hari terlihat awan hitam yang menutupi langit, disertai hujan rintik-rintik serta udara yang menusuk tulang, membuat Nia masih setia berada di bawah selimut tebalnya di dalam kamar lama rumah orangnya. Sesekali Nia menggeliatkan badannya hanya untuk mengecek keadaan di luar rumah dari balik jendela kaca yang sengaja dibuat lebar.

__ADS_1


"Huft... di luar masih saja hujan, Mama masak apa ya...?" Nia yang sudah cukup lama tidak menikmati masakan mamanya seketika bangkit dari tempat tidurnya bergegas menuju meja makan hanya untuk melihat menu makanan yang tersaji di sana


"Kamu mau makan Dek?" Ucap Ryasmi yang melihat anak perempuannya celingukan di dekat meja makan


"Mama tahu saja kalau anaknya kelaparan"


"Itu sudah mama buatkan makanan yang semalam kamu pesan, Cap cay dengan ekstra wortel dan telur" Ryasmi mengambilkan mangkok yang berisi makanan pesanan anak perempuannya yang sekarang sudah diperistri oleh Lucky


"Terima kasih Mamaku tersayang, pokoknya mama adalah yang terbaik" Puji Nia


"Kalau ada maunya muji-muji setinggi langit" Nia yang mendengar omelan mamanya hanya nyengir sambil menikmati makanannya yang hampir dingin.


Di luar, Lucky mengetuk pintu sembari mengucap salam. Setelah semalaman tidak pulang dan istirahat, Lucky memilih pulang ke rumah mertuanya. Selain karena Nia ada di sana, dia juga berfikir akan beristirahat dulu di sana karena jaraknya yang lebih dekat dibandingkan harus pulang ke rumah pribadinya.


"Selamat pagi adik iparku yang paling ganteng, bagaimana pekerjaanmu semalam? Gue berharap sih berjalan dengan lancar, jadi semua yang Lo janjiin untuk gue akan terealisasi dengan sempurna" Nalen yang membukakan pintu untuk Lucky menyapa dengan perkataan manisnya


"Semua berjalan lancar dan tinggal menunggu hasilnya. Bagaimana dengan tanggung jawab yang Lucky berikan untuk Kakak?"


"Tenang saja, tuan putri sampai dengan selamat dan Lo harus lihat bagaimana rakusnya istri kesayangan Lo itu makan" Nalen menunjuk Nia yang sedang duduk sambil menikmati makanan tanpa mempedulikan keberadaan di sekitarnya


"Masih mending dia mau makan, dari pada muntah terus, lebih baik doyan makan" Lucky tahu betul bagaimana keadaan istrinya akhir-akhir ini yang hanya mau makan jika makanan itu yang diinginkan, sedangkan kalau tidak ada yang menarik menurutnya makan seharianpun dia tidak akan makan juga


"Orang hamil memang ribet ya?" Nalen menggelengkan kepalanya membayangkan bagaimana ribetnya seorang wanita hamil


"Kakak bakal menikmatinya juga kelak, syukur-syukur Kak Nara tidak seribet adik kesayangan Lo"


"Seribet-ribetnya adik gue bukannya satu-satunya orang yang Lo cintai bertahun-tahun" Nalen yang mengetahui rahasia adik iparnyaiparnya, menyanggah semua keberatan yang diucapkan oleh Lucky


Lucky sudah tidak peduli dengan Kakak iparnya, dia menuju ke meja makan untuk menemui sangat istri tercinta yang sedang khusuk menikmati makanan buatan mamanya.

__ADS_1


"Selamat pagi sayang..." Lucky berusaha mengecup puncak kepala Nia, namun belum juga mendaratkan bibirnya di sana Nia langsung berteriak...


"Kakak bisa pergi dulu tidak...... Nia mau muntah nih..."


__ADS_2