
Nia segera istirahat setelah makan dan minum obat, besok dia harus berangkat ke sekolah karena sudah ulangan kenaikan kelas. Meskipun tidak belajar, dia berharap besok akan bisa mengerjakan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun.
"Bagaimana persiapan untuk besok pagi Dik?" Nalen yang baru masuk ke kamar Nia mengkhawatirkan adiknya yang besok pagi akan melaksanakan ulangan kenaikan kelas
"Nia tidak bisa belajar Kak, tapi Nia berharap bisa mengerjakan dengan baik"
"Besok berangkatnya diantar kakak saja ya, Kakak tidak ingin terjadi sesuatu jika kamu harus berangkat sendiri"
"Tidak usah Kak, lagi pula besok Kak Lucky juga ke sekolah, jadi Nia bareng Kak Lucky saja"
"Ya sudah, kamu mulai sekarang harus hati-hati, sepertinya banyak yang tidak suka dengan kedekatanmu dengan Lucky"
"Iya Kak, Nia akan selalu berhati-hati dan kejadian seperti kemarin tidak akan pernah terjadi lagi pada Nia kedepannya"
"Segera istirahat, biar cepat sembuh Dik"
Meskipun hari masih bisa dibilang sore karena jam baru menunjukkan angka tujuh lebih tiga puluh menit, namun Nia harus segera istirahat untuk memulihkan tenaganya.
****
Lucky mengira Andi mengajaknya bertemu akan menceritakan semua peristiwa yang menimpa Nia, namun kenyataannya semua diluar kendalinya.
"Sya, Lo kenal dengan adik tiri Manda tidak?" Lucky yang baru saja duduk, langsung mendapat pertanyaan dari Andi
__ADS_1
"Maksudmu, Nana?"
"Gue tidak tahu namanya, namun beberapa kali gue bertemu dengannya" Andi tersenyum ketika teringat pertemuannya dengan Nana di rumah Manda
"Bagaimana ciri-cirinya?" Lucky harus memastikan jika yang Andi tanyakan benar Nana
"Cantik, yang pastinya berbeda jauh dengan Manda baik itu sifat maupun kepribadiannya, Setahu gue dia satu sekolah dengan Lo, masak tidak kenal?" Andi terlalu antusias ketika menceritakan Nana
"Jangan-jangan Lo naksir dia ya..., Kalau betul itu Nana yang satu sekolah dengan gue, dia satu kelas dengan pacar gue, lebih tepatnya calon istri gue"
"Gila, Lo beneran sudah mau Nikah Sya? Gadis seperti apa yang sudah membuat orang yang paling susah didekati cewek manapun tiba-tiba bilang sudah punya calon istri, benar-benar mustahil, tidak bunting duluankan...?" Andi yang mengenal Lucky cukup lama kaget mendengar pengakuan yang dibuat oleh Lucky
"Tidak mungkin sudah hamil, tapi memang dari pihak orang tua kami ingin segera meresmikannya. Tidak hanya orang tua kami, tapi permintaan gue sendiri untuk segera meresmikannya, karena gue tidak mau kehilangan dia lagi"
"Bagus kalau begitu biar tidak menjadi omongan orang"
"Benar banget, terus sebenarnya kamu kenal tidak dengan Nana?" Andi mengulangi pertanyaannya
"Kenallah, dia selalu main dengan Nia, bahkan dia sempat berusaha melukai Nia, namun setelah kami cari tahu, dia hanya disuruh oleh Manda untuk ngerjain Nia, karena Manda tidak rela jika ada orang lain yang dekat dengan gue, gila tidak tuh anak"
"Maksudnya, Manda naksir sama Lo, tapi yang ada Lo sendiri sudah punya pacar dan ingin melukai pacar Lo begitu?"
"Iya"
__ADS_1
"Sebentar jangan-jangan cewek Lo yang dilarikan ke rumah sakit setelah makan di sebuah restoran dekat dengan kampus itu?"
"Dari mana Lo tahu kejadian itu, memangnya Lo ada di sana?"
"Bukannya Lo memperlihatkan sebuah foto ke gue, di sanalah foto itu diambil, tapi gue benar-benar minta maaf" Andi tidak melanjutkan pembicaraannya setelah kata maaf terlontar dari bibirnya
"Maaf untuk apa, kita tidak punya salah satu sama lain" Lucky masih pura-pura tidak tahu arah pembicaraan Andi
"Jangan sok bodoh seperti itu Sya, sebenarnya Lo sudah tahu arah pembicaraan kita kemana, namun semua sudah terlanjur terjadi, jika kalian ingin membawa kasus itu ke berwajib, akan gue tanggung"
"Jadi, apakah benar Lo yang melakukannya?" Lucky masih tidak percaya dengan pengakuan Andi
"Iya memang benar, tapi semua bukan karena kemauan gue, gue dibayar untuk melakukannya seperti Nana yang diperintah oleh Manda, gue juga dijadikan kaki tangan Manda untuk berbuat keji, sebenarnya dia minta untuk membuat ya mati, namun gue masih mempunyai rasa kemanusiaan lagi pula tempat itu adalah milik teman kita dulu, jadi gue berfikir lagi dampak yang akan timbul, untungnya hanya sedikit yang gue campur ke dalam makanan itu, kalau gue mengikuti aturan dari Manda mungkin pacar Lo sudah tidak bernyawa lagi bahkan reputasi restoran itu akan jatuh karena menyajikan makanan beracun"Andi menceritakan panjang lebar
"Bagaimana gue bisa percaya itu bukan karena inisiatif dari Lo sendiri?" Lucky masih ingin tahun lebih jauh lagi
"Ada banyak bukti yang bisa digunakan untuk menuntutnya ke ranah hukum, salah satunya panggilan yang masuk ke handphone gue" Andi tidak takut sedikitpun jika dia juga akan terseret ke penjara jika Lucky membawanya ke pengadilan
"Apakah Manda tidak pernah mengirim pesan?" Lucky tidak tahu bagaimana cara kerja mereka
"Kalau melalui pesan singkat hal itu akan mudah dijadikan bukti apabila nanti terjadi sesuatu, mereka memilih melakukan panggilan langsung, itupun hanya panggilan untuk menuju ke suatu tempat yang telah mereka tetapkan tempat dan waktunya"
"Dasar wanita licik" Lucky mengumpat dengan suara rendah
__ADS_1
"Semua itu tidak dilakukan Manda sendiri, namun mamanya juga mendukung apapun yang dilakukan Manda bahkan ikut terjun langsung"
"Rapi banget, mengapa dia berbuat seperti itu kepadaku? Rasanya tidak mungkin hanya masalah Manda naksir gue"