CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
33


__ADS_3

"Awh.... " Rintih Nia pelan "Siapa sih, nggak lihat jalan apa?" Nia mengomel tanpa melihat siapa yang menabraknya


"Hallo.... Lo Nia kan, gue peringatan sama lo, jangan Coba-coba dekat lagi dengan Rasya, kalau lo masih nekat ngedeketinnya, lo akan tahu akibatnya" Sebuah ancaman yang keluar dari mulut seorang gadis yang tidak Nia kenal sama sekali dan tidak akan pernah membuatnya menciutkan nyalinya.


"Rasya? Maksud lo Kak Lucky, emangnya lo siapa beraninya ngancam gue, keluarga juga bukan" Balik Nia


"Gue memang bukan keluarganya, tapi asal lo tahu Rasya adalah gebetan gue, dan tidak ada seorangpun yang bisa ngedeketin dia selain gue" Nia hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar penuturan gadis itu


"Baru juga elo yang naksir, sudah sok-soak memiliki, ngaca dulu sana, kalau nggak punya kaca tuh di depan ada kaca segede gaban" karena Mood Nia yang masih kurang baik, dengan lancar dia mengeluarkan sumpah serapah yang kurang sopan dia keluarkan dari mulutnya untuk orang yang baru juga ketemu.


Nia tidak ingin meladeni tingkah gila gadis itu dan memutuskan untuk meninggalkan dia sendirian langsung bergegas menuju aula seperti kemarin karena dia sudah di telpon oleh Nana beberapa kali namun tidak ia hiraukan.Namun ketika Nia akan pergi,gadis itu ingin menyerang Nia. Nia tidak merespon panggilan dari siapapun karena sedang bersitegang hal itu membuat Nana panik karena Nia sudah meninggalkan penginapan beberapa jam yang lalu. Nana memberitahu kepada guru pembimbing bahwa Nia sejak tadi belum kembali ke penginapan, pihak guru pembimbing meminta Lucky untuk mencari dia.


Ditemani oleh dua sahabatnya, Lucky mulai menyusuri jalanan yang menghubungkan dengan apotik terdekat, karena tadi mereka sempat berpapasan dengan Nia dan bilang ingin keapotek.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh mereka melihat dia orang gadis yang sedang berbincang dengan agak keras dan saling sindir antara satu dengan yang lain.


keduanya tidak menyadari kedatangan Lucky dan teman-temannya, ketika salah satunya hampir menyerang Lucky langsung g berlari dan menarik tangan salah satu diantaranya. Dan yang ditarik kebetulan tangan Nia, Hal itu membuat Nia kaget dan ingin marah.


"Rasya, kamu nolongin cewek sialan ini?" Kata gadis itu berbicara dengan nada lembut menghampiri dan berdiri di samping Lucky.

__ADS_1


Karena merasa risih, Lucky berdiri agak menjauh lebih tepatnya menghindarinya.


"Kamu, apaan sih Sya? Mengapa menjauh dariku?" Keluh si gadis


"Maaf Manda, ngapain lo di sini, kalau lo mau cari gara-gara jangan ditempat umum, malu-maluin tahu nggak!" Lucky terlihat sedikit gusar karena melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Manda ingin melukai Nia, padahal setahu dia mereka tidak mengenal satu sama lain


"Tapi kan Sya, gue sebenarnya sayang sama kamu, tapi kamunya sering banget berdua dengan cewek sialan ini" Keluh Manda pada Lucky


Nia hanya bisa tersenyum mendengar pengakuan gadis tadi, ternyata ada yang cemburu dengan kedekatannya dengan Lucky selama ini. Siapapun pasti akan cemburu melihat kedekatan Nia dan Lucky, mereka memang terlihat sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, padahal Nia tidak merasa kalau mereka memiliki hubungan, karena pada prinsip pribadinya dia tidak akan mengakui siapapun sebagai pacarnya sebelum ada kata-kata dari cowoknya sedangkan selama ini Lucky hanya bersikap baik dan juga perhatian padanya, dia tidak pernah mengatakan apapun pada Nia, meskipun dalam hatinya dia sangat ingin diakui sebagai pacar hal itu tidak serta merta membuat hatinya menjadi percayq diri kalau si lelaki menyukainya.


"Apaan sih, gue nggak ada perasaan apapun ke elo, lebih baik jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi" Lucky mencoba meredam amarahnya ketika menghadapi Manda


Mengambil peralatan makan dan setelahnya mengambil makanan seperlunya mengingat Nia tadi sudah membeli makanan untuk mengganjal perut, dengan mengambil tempat duduk di sekitar siswa lain yang sedang berkumpul dalam jumlah besar, Nia mencoba membaur di sana dengan orang-orang yang tidak benar-benar dia kenal, dan hanya tahu sekilas mereka adalah teman sekolahnya.


"Boleh nggak gue gabung di sini?" Tanya Nia canggung ketika menghampiri segerombolan anak sekolah seusianya yang sedang menikmati makanan


"Boleh, lagian ini juga bukan tempat kami, jadi siapapun boleh duduk di sini" Kata salah seorang di antara mereka yang memakai kacamata


"Iya, nggak ada yang melarang kok, silakan duduk lebih banyak orang lebih bagus kita bisa bertukar cerita mengenai kegiatan tadi" Sambung siswa yang lain

__ADS_1


Nia duduk diantara mereka, namun dia hanya sebagai pendengar di sana, tidak ingin berbicara badannya terlalu sakit setelah kejadian pada waktu rafting tadi. Disana ada yang membicarakan kejadian yang menimpanya namun mereka tidak tahu siapa yang jatuh.


"Tadi, ada siswa kelas 1A yang jatuh ke air dan terkena bebatuan, dengar-dengar sih bukan karena kecelakaan namun memang ada yang sengaja menariknya" Kata salah seorang siswa bercerita


"Pasti itu karena kecelakaan deh, tadi memang rintangannya cukup ngeri juga, bisa jadi yang jatuh kuda-kudanya kurang kuat" Seorang siswa lainnya menyanggah


"Gue denger sendiri dari instruktur yang mendampingi perahu itu, beliau mengatakan siswa yang belakang sengaja menarik baju siswa yang duduk dibagian depan dengan dayungnya"


"Jangan bicara sembarangan deh, kalau nggak punya bukti, lebih baik kita diam saja dari pada nanti kita diminta menjadi saksi" Siswa yang lain mengingatkan


Nia hanya mendengarkan dengan sekilas, merasakan tangan dan kakinya yang perih saat ini karena setelah ngobrol dengan kakaknya ditelphone dia lupa belum mengoleskan obat yang dia beli dari apotek.


Ingin rasanya dia segera meninggalkan aula dan berbaring di kasurnya, tapi saat ini dia tidak ingin ketemu dengan temannya, ada rasa ingin cepat kembali ke rumahnya dan menumpahkan segala keluh kesahnya.


Selesai kegiatan anak-anak diberi kebebasan untuk pergi kemana saja asal tidak jauh-jauh dari penginapan. semua siswa menyambut gembira pengumuman kali ini, mereka bebas pergi kemana saja untuk sekedar membeli cinderamata sebagai kenang-kenangan.


Nia juga pergi ke luar penginapan namun tidak ada semangat untuk berkeliling membeli sesuatu, dia memutuskan untuk menuju sebuah taman yang ada beberapa gazebo dengan pemandangan taman bunga yang berwarna-warni di bawah sinar rembulan yang cerah. Sambil mengoleskan obat yang dibelinya tadi siang, Nia benar-benar menikmati pemandangan didepan matanya hingga terbengong.


"Hei...., Kedip jangan ngelamun sendirian" Seseorang mengagetkan lamunan Nia

__ADS_1


__ADS_2