CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
165


__ADS_3

Sesuai kesepakatan Manda tetap tinggal. Dia menikmati semua fasilitas yang disediakan oleh Farhan, fasilitas yang tidak pernah dia dapatkan lagi setelah dia hanya menerima hasil dari perusahaan milik ayah Nana yang merupakan ayah tirinya.


Kegiatannya hanya tidur dan berjalan-jalan, uang yang ditinggalkan oleh Farhan juga tidak sedikit, mereka memilih tidak menggunakan kartu untuk menghindari orang-orang bisa melacak mereka dengan mudah, terutama Manda. Menggunakan uang cash adalah pilihan yang tepat bagi mereka untuk melakukan semua transaksi, bahkan Manda tidak menggunakan telepon pintar, dia hanya menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh Farhan.


Kehidupan Nia saat ini sudah berangaur membaik dan sudah melakukan aktifitas seperti biasa, bersekolah dan juga pastinya bermain dengan teman-temannya, meskipun dia sudah bersuami namun Lucky tidak pernah mengekangnya kalau hanya untuk berkumpul dan bermain dengan teman-temannya.


"Na, hari ini kamu ada acara yang penting tidak?" Nia menghampiri Nana yang sedang duduk sendirian di taman menikmati jajanan yang dia beli dari kantin sekolah


"Memangnya ada apa? Sepertinya hari ini tidak ada kegiatan yang penting di kantor, apalagi semua sudah ditangani oleh Kak Andi dengan tim yang lain, Bagaimana kalau kita keluar?" Bak gayung bersambut, belum juga Nia mengutarakan niat untuk mengajaknya pergi berjalan-jalan namun Nana sudah menawarkan diri


"Kamu memang terbaik, belum juga aku mau ngajakin, kamu sudah menawarkan" Nia kegirangan mendengar perkataan sahabatnya


"Kita ke mall jalan-jalan ya..." Lanjutnya


"Kamu sudah ijin dengan Kak Lucky?"


"Nanti aku telpon saja lagi pula Kak Lucky hari ini pulang sore, habis kuliah langsung ke restoran melakukan pengecekan bahan dan keuangan"


Pulang sekolah Nia dan Nana berjalan ke parkir, Nia tidak pernah membawa kendaraan sendiri semenjak peristiwa yang menimpa Nia. Nana mengeluarkan mobilnya dari tempat parkir ditemani oleh Nia. Tujuan mereka adalah sebuah mall yang cukup terkenal di kota mereka, selain lengkap di sana juga bisa mencari makanan dari berbagai jenis.


"Kita jalan-jalan atau cari makan dahulu?" Nana juga ikut antusias ketika sudah memasuki mall


"Aku mau beli sesuatu dulu, untuk hadiah ulang tahun Kak Lucky, temani ya.... tidak lupa juga bantu pilih biar dapat kado yang istimewa" Nia baru mengutarakan niatnya pergi ke mall sebenarnya hanya untuk mencari hadian khusus untuk suaminya yang berulang tahun lusa


"Jadi, sebenarnya tujuan utamamu mengajak ke mall hanya untuk mencari hadiah? Saya kira mau diajak makan dan juga nonton" Nana sedikit kecewa dengan Nia

__ADS_1


"Boleh juga nonton, sudah lama banget aku juga tidak nonton di bioskop" Nia mendengar kata nonton uang dilontarlan Nana menjadi muncul keinginan untuk menonton juga


"Beneran kita mau nonton? Kalau begitu cepetan kita cari hadiahnya, takutnya film yang diputar akan segera tayang" Kini Nana yang antusias untuk segera mencari kado


Beberapa kali mereka berdua mengitari tempat penjualan barang-barang khas laki-laki, namun hingga pegal kaki mereka belum juga menemukan barang yang diinginkan oleh Nia.


"Bagaimana ini? Mengapa barangnya sangat sulit di dapat?" Nia sedikit frustasi karena sudah capek tapi belum juga mendapatkannya


"Kita nonton saja dulu yuk" Nia menarik tangan Nana yang membuat Nana terperanjat kaget. dengan tarikan tangan Nia


Sampai di depan bioskop mereka memilih sebuah film yang sangat digandrungi oleh anak-anak muda seperti mereka


Setelah mendapatkan film yang ingin mereka tonton, Nana mulai mengantri membeli tiket sedangkan Nia membeli beberapa cemilan fan juga minuman.


Semua sudah berada di tangan mereka, segera mengantri di depan pintu masuk bioskop, untuk bisa masuk ke dalam sebelum film mulai diputar.


Lucky masih setia dengan pekerjaannya, melakukan pengecekan semua bahan dan juga laporan keuangan tidak lupa mengontrol kinerja semua karyawannya. Danny dan Vicky hanya mengawasi cara kerja sahabatnya yang terlihat cekatan dan mahir dalam diam mereka mempelajari cara kerja Lucky.


"Vick, Lucky kalau sudah kerja tidak bisa dialihkan oleh apapun, bahkan kita yang sedari tadi berada di depannya diabaikan. Pantas saja semua pekerjaan yang dilakukan berjalan dengan baik dan berkembang dengan cepat" Danny mengomentari cara kerja sahabatnya yang berbanding terbalik dengan mereka yang selalu ogah-ogahan dalam mempelajari bisnis


"Kita patut berbangga diri mempunyai sahabat seperti dia, bahkan kita bisa belajar dengan gratis tanpa ada tekanan dari orang tua kita" Vicky yang sejak tadi mengamati gerak-gerik sahabatnya berbangga diri memiliki sahabat yang bertalenta dalam bidang bisnis


"Benar juga, kalau kita belajar dengan orang tua kita, pasti banyak drama dan juga banyak ceramah yang menghabiskan banyak tenaga"


Lucky menyelesaikan pekerjaannya tepat jam lima sore, dia bersiap-siap untuk pulang setelah merapikan dan membereskan barang-barangnya.

__ADS_1


Handphone milik Danny berbunyi nyaring peranda ada seseorang yang menelphonenya.


Danny berbicara di telpon beberapa saat dan baru menyelesaikan panggilannya ketika Lucky dan Vicky mulai membuka pintu kantor milik Lucky.


"Sebelum kembali ke rumah Lucky, kita mampir ke supermarket dulu ya..."


"Mau beli apa Dan?" Vicky yang tidak tahu maksud Danny bertanya dengan penuh penasaran


"Ada sesuatu yang harus gue beli, baru saja nyokap menelphon untuk membelikan bahan untuk masak" Danny asal menjawab karena tidak mau berkata jujur tujuannya mengajak sahabat-sahabatnya ke supermarket terlebih dahulu


Lucky dan Vicky terpaksa mengikuti kemauan sang sahabat, mereka juga tidak mau durhaka pada orang yang lebih tua jika benar apa yang dikatakan oleh Danny.


Danny bergegas masuk ke supermarket sebelum Lucky berhasil memarkirkan mobil miliknya. Mengambil sebuah troli dan mulai mengitari sela-sela rak yang memanjang berbagai jenis makanan ringan.


Vicky dan Lucky mengikuti Danny dari belakang, dengan semangat Danny memasukkan berbagai makanan ringan ke dalam troli yang dia bawa, tidak hanya satu buah setiap jenis bahkan bisa berjumlah lebih dari lima setiap jenisnya.


"Ini benar nyokap Lo yang meminta untuk beli ini semua?" Lucky heran dengan pesanan belanjaan mamanya Danny


"Kamu tidak percaya, jika semua ini pesanan Mamaku?" (Memang benar bukan pesanan mamaku...) Danny berkata dalam hati sambil tersenyum


"Terserah yang penting cepat, Nia sudah menelphone beberapa kali" Lucky yang mendapat beberapa kali panggilan telepon dari Nia merasa risih dan kasihan istrinya saat ini sendirian di rumah


"Iya, ini juga hampir selesai, dan gue pastikan Nia tidak akan marah jika tahu alasan kita pulang terlambat karena membelikan pesanan nyokap" Danny mencibir sahabatnya yang terlihat panik di wajahnya


Danny segera menuju ke kasir dan menyelesaikan pembayaran setelah mendapatkan pesan singkat pada sebuah aplikasi warna hijau.

__ADS_1


"Pakai ini" Lucky menyerahkan kartu berwarna hitam untuk membayar semua belanjaan yang dibawa Danny ke kasir


Bukan tanpa alasan Lucky mau membayar semua belanjaan milik Danny, karena sebelumnya Lucky mengatakan kepada Nia sedang berada di supermarket membelikan pesanan nyokapnya Danny. Nia meminta untuk membayarnya dengan alasan berbakti kepada orang tua. Terpaksa Lucky membayarnya.


__ADS_2