CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
83


__ADS_3

Sebulan berlalu, kini kesehatan Rahma sudah membaik dan bisa beraktivitas seperti dahulu, menyiran tanaman yang ada di halaman rumahnya juga memasak untuk Pras juga Lucky. Pagi yang cukup cerah, Rahma hanya menyediakan nasi goreng telur ceplok serta memotong beberapa buah, menikmati sarapan layaknya keluarga duduk di kursi melingkari meja makan diselingi dengan pembicaraan ringan.


"Nak, bagaimana hubungan kalian?" Tanya Pras setelah menyelesaikan sarapannya


"Baik Yah, sebenarnya Lucky mau bicara serius dengan Ayah dan Bunda" Pembicaraan yang dia rencanakan akan segera dilakukan nyatanya sampai saat ini belum terjadi, karena sang Bunda harus berbaring di rumah sakit dan belum sembuh total.


"Ayah harus segera pergi ke kantor, lagi pula ini juga sudah siang lebih baik kita bicarakan nanti malam saja" Pras tidak punya banyak waktu pagi ini, karena dia harus rapat


"Baik Yah" Lucky memilih menyetujui perkataan ayahnya dari pada nanti tidak bisa selesai


"Ayah usahakan sebelum magrib ayah sudah di rumah, kami jangan pulang sore-sore kasihan Bunda" Pras berpesan kepada Lucky karena dia tidak bisa pulang cepat untuk menjaga sang istri dimasa penyembuhannya, meskipun Lucky juga harus bekerja tapi pekerjaan dia masih ada ya g menghandle selama dia tidak ada


"Akan Lucky usahakan pulang cepat Yah..."


Mereka berdua berjalan bersama menuju garasi mengambil kendaraan masing-masing sambil melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda di meja makan.


"Luck, ayah tahu apa yang akan kamu sampaikan, lebih baik nanti jangan kamu sampaikan langsung kepada bundamu, kita bicarakan di kantor Ayah" Pras meminta Lucky untuk kekantornya setelah pulang sekolah dan beliau akan mengubah jadwalnya siang hingga sore hari ke hari berikutnya


"Baik Yah, tapi sebelum Lucky ke kantor Ayah, Bunda meminta Nia untuk datang ke rumah, jadi Lucky nanti ngantar Nia dulu ke rumah biar nemenin Bunda"

__ADS_1


"Itu lebih baik dari pada Bunda di rumah sendirian, tapi jangan lupa minta ijin ke Ryasmi dan juga Dewa terlebih dahulu"


"Pasti Yah"


"Gih cepet berangkat sudah siang takutnya nanti kamu terlambat"


Lucky mendahului sang ayah yang masih harus mengeluarkan mobilnya, sedangkan Lucky memilih memakai motor kesayangannya karena lebih mudah jika di jalan raya dan kecil kemungkinan terjebak macet.


****


Seperti janji Lucky kepada ayahnya, Lucky menuju kantor ayahnya dengan alasan ada rapat penting OSIS di sekolah terkait pelimpahan jabatan pengurus OSIS setelah mengantar Nia untuk menemani sang Bunda.


Tidak butuh waktu lama, Lucky telah sampai di kantor ayahnya masih setia dengang menggunakan motor kesayangantak lupa jaket dan helm fulfacenya. Semua karyawan di kantor ayahnya sudah hafal dengan wajahnya yang selalu terlihat tampan dengan tubuh yang tegap meskipun tidak terlihat atletis karena usianya yang masih cukup muda.


"Ada mas, tadi bapak sudah berpesan jika mas Lucky datang di suruh langsung masuk ke ruang Bapak" Pras memang tidak memiliki sekretaris pribadi dalam pekerjaannya dia hanya dibantu seorang karyawan yang menjadi tangan kanannya bahkan bisa menjadi sopirnya kemanapun dia pergi atau bisa dibilang hanya dibantu oleh seorang asisten


Dengan langkah yang tidak begitu tergesa-gesa namun elegan selayaknya seorang pemimpin perusahaan yang datang ingin melakukan negosiasi pekerjaan dengan koleganya, sudah terlihat pada diri Lucky saat ini.


Pras sudah menunggu kedatangan putranya dengan menduduki sofa yang ada di dalam ruang pribadinya sembari mengecek beberapa pekerjaan sebelum Lucky masuk dan berbicara serius.

__ADS_1


Lucky memasuki ruang Pras setelah sang ayah memberikan ijin untuk masuk, bahkan Pras berpesan kepada karyawannya sebelum Lucky keluar dia tidak akan menerima tamu siapapun meskipun itu sangat penting, waktunya sore ini hanya untuk Lucky.


"Selamat sore Yah" Lucky memasuki ruang Pras dan menyapanya, kemudian menghampiri beliau tak lupa bersalaman


"Ambil minum dulu, biar kita ngobrolnya bisa fokus" Perintah Pras kepada Lucky untuk mengambil minuman di lemari yang tersedia di dalam ruang pribadinya


Tanpa menunggu perintah ayahnya untuk yang kedua kali, Lucky beranjak mengambil minuman yang ada serta beberapa camilan dan di bawa ke sofa.


Mereka mengobrol dari hati ke hati layaknya seorang anak yang sedang curhat dengan orang tuanya, bersikap santai tapi selalu diberi wejangan yang bermanfaat untuk kehidupan.


"Nak, Ayah tahu ketakutanmu jika sering berdua dengan Nia akan berbuat yang melebihi batas, karena setan yang begitu kuat untuk menggoda kalian, bahkan ayah yakin jika kalian menikah semua syarat secara kasat mata terpenuhi tetapi pernikahan tidak hanya materi dan baligh secara fisik, tetapi keduanya juga harus memiliki kedewasaan dari segala sisi, baik itu fisik dan psikisnya" Pras menjelaskan hakikat pernikahan dari pandangannya


"Pernikahan tidak hanya bersenang-senang, ke mana-mana berdua, tapi akan banyak muncul masalah-masalah baik itu masalah kecil maupun besar, bahkan banyak contoh dari pernikahan dini yang harus bercerai karena alasan sudah tidak sejalan lagi, tidak sepemikiran dan entah alasan-alasan yang mereka ucapkan tidak masuk akal" Pras menjeda bicaranya diselingi menyesap kopi yang tadi di siapkan oleh salah satu karyawannya dan juga mengunyah makanan ringan yang diambil oleh Lucky


"Dalam berumah tangga kita harus saling mengisi, menghormati, dan bahkan saling mengalah dan itu dalam banyak hal. Kalian harus menyepakati sebuah komitmen yang hanya kamu dan Nia yang tahu dan itu harus selalu kalian pegang teguh" Pras memberi waktu Lucky untuk berfikir dan mungkin saja akan menyanggah perkataannya


"Tapi Yah, Lucky tidak ingin menundanya lagi dan Lucky akan selalu berusaha yang terbaik" Lucky percaya diri jika dia mampu mengahadapi permasalahan dan berumah tangga


"Lebih baik kami fikirkan ulang dan jang tergesa-gesa, tapi kalau kalian berdua suah sepakat dan berjanji tidak akan mempermainkan pernikahan dalam keadaan bagaimanapun ayah hanya bisa mendukung dan merestui kalian" Pras sebenarnya tidak akan menghalangi niat baik anaknya, namun dia juga berkewajiban memberikan bekal berumah tangga yang baik agar mereka nantinya tidak akan mempermainkan sebuah pernikahan.

__ADS_1


Lucky mohon diri setelah mendapatkan sedikit pengetahuan berumah tangga dari ayahnya. Lucky sebenarnya tahu akan ketakutan dari sang ayah adalah wajar sebagai orang tua


"Ingatlah perkataan ayah, setiap langkah yang kita ambil pasti ada sisi positif dan juga negatifnya dan semua itu harus kita fikirkan secara matang untuk mendapatkan solusi yang tepat, Ayah sangat percaya dengan kamu, apapun langkah yang akan kamu ambil, ayah dan Bunda sebagai orang tuamu pasti akan memberikan dukungan dan do'a dalam setiap langkahmu apalagi kami satu-satunya putra Kami" Pras kembali memberika pesan sebelum Lucky benar-benar keluar dari ruangannya


__ADS_2