CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
59


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dari perayaan ulang tahun Nia sekaligus hari lamaran antara Nia dan Lucky yang dilakukan secara mendadak. Tidak banyak yang tahu tentang prosesi yang telah terjadi antara Lucky dan Nia selain keluarga dan sahabat terdekat.


Di sekolah mereka masih terlihat seperti biasa, berangkat dan pulang sekolah bersama yang membedakan sekarang hanya jika mereka di kantin Luckylah yang aka membayarnya, kalau dulu-dulu hanya kadang-kadang saja Lucky membayar makanan yang dimakan Nia.


Hal itu membuat semua siswa yang mengetahui semakin berspekulasi kalau mereka berdua sudah resmi pacaran. Ada yang berkomentar positif ada juga yang berkomentar negatif mengenai kedekatan keduanya, Nana yang sekarang sudah tidak sedekat lagi dengan Nia juga berkomentar


"Mereka semakin dekat sajasaja sejak saat itu" Nana bergumam dekat dengan Risma


"Siapa yang semakin dekat?" Risma mendekat ke Nana penasaran dengan apa yang dilihat oleh Nana


"Siapa lagi kalau bukan Kak Lucku dengan Nia, makin hari mereka makin lengket, dimana ada Nia pasti ada Kak Lucky, kecuali ketika Kak Lucky sedang bertugas atau rapat" Nana semakin sewot dan tidak senang melihat kedekatan mereka


"Ngapain juga ikut campur urusan orang lain, saudara juga bukan, lebih baik kita nikmati hidup ini dengan sekolah yang rajin dan tidak melanggar aturan, lulus dengan nilai yang memuaskan" Risma termasuk orang yang tidak begitu peduli dengan apa yang dilakukan siswa lain, bagi dirinya yang terpenting bisa menyelesaikan sekolahnya dengan baik


"Benar juga katamu, lebih baik kita mikirin diri kita sendiri" Sebenarnya Nana berbicara seperti itu hanya berkilah saja dan tidak ada tujuan untuk membenarkan perkataan Risma secara penuh


****


"Yang sudah dapat restu mah beda, kemana saja berdua" Sindir Danny ketika melihat Lucky dan Nia berjalan berdua menuju ke kantin pada waktu istirahat, kebetulan mereka bertemu di lorong sekolah

__ADS_1


"Tidak Kak, kebetulan saja tadi Nia ketemu dengan Kak Lucky di lorong sana, jadi tidak ada salahnya kita jalan bareng" Danny tidak begitu saja percaya dengan omongan Nia


"Tidak mungkin pasti kalian sudah janjian sejak untuk ketemu, kalau begitu dari pada gue mengganggu kalian lebih baik gue nyari Vicky saja" Tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya Danny langsung melesat kabur meninggalkan mereka berdua


"Kamu mau makan apa biar Kakak pesenin sekalian, kamu tunggu di sana saja" Lucky menunjuk meja kosong yang dekat dengan jendela kantin, Nia hanya menurut saja menuju meja yang tadi ditunjuk oleh Lucky setelah mengatakan menu yang ingin dia makan


Karena kantin yang sudah mulai lengang, Lucky tidak harus menunggu lama pesanannya selesai dibuatkan, dua mangkok bakso dan juga dua es jeruk dengan pelengkap kripik usus tak lupa juga krupuk.


Menikmati makanan dengan tanpa ada yang berbicara satu sama lain, keduanya sibuk dengan makanannya masing-masing, hingga ada siswa yang mendekat dan sengaja menyenggol siku Nia ketika dia sedang menyendok baksonya dan mengakibatkan mangkok yang ada di depannya ikut bergerak dan sebagian kuahnya terumpah di atas rok Nia. Dengan spontan Nia langsung berdiri karena kuah bakso yang masih panas menembus ke kulitnya.


"Siapa sih jalan tidak lihat-lihat, bukannya jalannya juga luas" Nia menggerutu tanpa menoleh siapa sebenarnya yang telah melakukannya, Nia mengira kejadian ini tidak di sengaja


"Maaf Nia, gue tadi tidak sengaja" Sonya berpura-pura minta maaf dan membantu Nia mengelap rok yang terkena kuah menggunakan tissu yang tersedia di atas meja


Lucky diam sambil memperhatikan interaksi antara kedua gadis di depannya, dan mengerutkan dahinya seperti mengingat dan berfikir sesuatu.


"Kita pergi saja dari sini dan segera obati luka kulitmu, takutnya nanti malah melepuh dan berbahaya"Lucky mengenggam tangan Nia dan diajaknya ke ruang UKS untuk mengolesi kulit Nia yang terkena air panas dengan salep dibantu oleh dokter yang bertugas di UKS.


" Lebih baik kamu ganti bawahan, takutnya nanti malah berbahaya kalau kami masih memakainya

__ADS_1


"Tapi Nia tidak bawa ganti Kak" Nia berkata sambil menahan perih karena salep yang telah dioleskan di kulitnya mulusnya


"Biar Kakak cariin dulu di koperasi sekolah, pasti di sana ada" Nia hanya bisa mengangguk pasrah mendengar perkataan Lucky yang begitu menghawatirkan keadaannya


"Dok, saya nitip dia dulu ya" Lucky berpamitan kepada dokter jaga sebelum dia meninggalkan UKS


"Iya, tenang saja dia bakal dokter jaga dengan baik dan tidak akan tergores sedikitpun" Dokter muda itu menyadari perilaku keduanya ada sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain


Lucky bergegas menuju koperasi sekolah, namun sangat disayangkan barang yang dia inginkan tidak tersedia, yaitu rok dengan ukuran medium sedang kosong, yang tersedia hanya ukuran kecil. Terpaksa Lucky mengambilnya, karena tidak. mungkin juga membiarkan Nia memakai rok yang basah dan bau.


Nia menerima plastik yang diberikan oleh Lucky dan segera mengganti roknya di dalam ruangan yang ada di UKS. Namun, Nia kaget ketika sudah dia pakai ternyata kecil, bukannya tidak muat di badan Nia, namun karena dia sedari kecil dulu selalu memakai baju yang lebih longgar agar tidak memperlihatkan bentuk badan. Nia mondar-mandi di dalam ruangan ketika ingin keluar, ada rasa malu saat melihatnya di cermin. Terpaksa dia keluar juga dari ruangan yang tidak terlalu besar itu.


"Mengapa dia terlihat lebih cantik?" Lucky memandangi Nia hingga tidak berkedip, tapi yang dilihat malah semakin malu dan hampir berlari masuk lagi


"Mau kemana, sudah ayo kembali ke kelas, bel masuk sudah terdengar sejak tadi" Baru saja Nia bersiap untuk berlari tetapi tangannya sudah di tarik Lucky dan menyerahkan jaket yang dia pakai untuk menutupi roknya yang terlihat lebih pendek dari seragamnya yang basah


"Terima kasih Kak"


"Kalau sekarang tidak boleh pakai rok yang begitu pendek, namun kalau nanti kita sudah resmi, apapun yang kamu pakai, Kakak tidak akan masalah asalkan hanya di depan kakak saja" Nia kaget mendengar perkataan Lucky, baru kali ini dia mendengar Lucky berkata seperi itu karena terlalu posesif. Sebenarnya roknya juga tidak terlalu pendek, kalau roknya yang lama di bawah lutut sedikit, tapi kalau yang sekarang pas di lututnya hanya saja terlihat agak sempit karetna memang badan Nia agar berisi

__ADS_1


"Kakak bicara apaan sih" Wajah Nia memerah menahan malu ketika mendengar perkataan Lucky


"Iya memang begitukan, bahkan pakai yang lebih s**si saja akan kakak dukung, asal hanya di kamar saja" Lucky semakin bersemangat menggoda Nia yang sudah terlihat sangat malu


__ADS_2