
Seminggu berlalu dari kegiatan akhir di sekolah dan saat ini adalah liburan akhir tahun kenaikan kelas, Nalen mengajak Lucky untuk camping untuk mengisi liburan kali ini, kebetulan Nalen juga libur kuliah. Sesuai dengan rencana awal, Lucky akan mengajak Danny dan Vicky sedangkan Nalen akan mengajak Nia juga Nara. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, antara Nalen juga Nara semakin dekat, keluarga Nalen juga menerima dengan terbuka pertemanan mereka. Nia merasa senang karena saat ini memiliki teman yang bisa diajak curhat layaknya seorang kakak.
Nalen sudah mengetahui mengenai kehidupan Nara,
Flashback On
Pagi itu setelah sarapan, Nalen hendak mengantarkan Nara kembali ke rumahnya, namun Nara dengan halus menolak, dia tidak ingin kembali ke rumahnya.
"Lalu, aku harus mengantarmu ke mana?" Nalen bingung harus mengantarkannya kemana, alamat rumahnya tidak punya sedangkan Mamanya meminta Nalen untuk mengantar Nara sampai rumahnya
"Gue tidak mau pulang ke rumah karena kalau gue pulang ke rumah hanya dimanfaatkan oleh kakak tiriku untuk mengirimkan virus-virus ke perusahaan-peeusahaan yang menjadi saingannya kemudian memintaku untuk mengambil data-data penting dari perusahaan tersebut sehingga dia dengan mudah menjatuhkan lawannya, karena kelemahan lawan perusahaannya sudah berada di tangannya, gue sudah cukup banyak dosa kalau harus melakukannya terus, gue mau menjadi gadis biasa yang bisa menikmati hidup" Nara bercerita panjang lebar
"Apakah orang tuamu mengetahuinya?" Nia meneteskan air matanya ketika mengingat orang tuanya yang kini sudah tenang di surga-Nya.
"Orang tu aku sudah lama meninggal sejak gue masih SMP" tutur Nara dengan suara parau
__ADS_1
Sebenarnya perusahaan yang dijalankan oleh kakak tirinya saat ini adalah peninggalan ayah kandungnya, namun semua dikuasai oleh kakak tirinya, Nara tidak diberi sedikitpun, dia hanya diberi uang bulanan layaknya seorang karyawan biasa. Jumlahnyapun tidak lebih besar dari seorang karyawan di perusahaan itu.
"Terus saat ini lo mau pergi ke mana, akan gue antar sampai tujuan lo" Nalen memilih menanyakan tujuannya kali ini, dia tidak ingin berbicara lagi takutnya malah membuat Nara sedih.
"Ke pusat perbelanjaan di daerah S, di sana gue mau ketemuan dengan temanku yang akan membantuku mencari kos untuk sementara" Nara memilih menuju ke tempat kerja temannya waktu SMA dulu, karena sebelumnya mereka sudah janjian untuk mencari tempat kos
"Baiklah, seandainya sampai sore belum dapat tempat juga, lo bisa menghubungi gue lagi, biar nanti gue jemput" Nalen merasa kasiah ada gadis dengan umur seusia adiknya yang harus hidup di luaran dengan beban berat yang ditanggungnya
Dengan kecepatan Sedang Nalen mengendarai mobilnya menuju pusat perbelanjaan di daerah S, tempat dimana Nara dan temannya membuat janji bertemu, sampai di sana Nalen tidak langsung pulang melainkan dia mengikuti Nara sampai dia benar-benar bertemu dengan temannya, mengingat temannya belum istirahat, Nalen mengajak Nara untuk duduk di restoran yang ada di dalam pusat perbelanjaan.
"Assalamu'alaikum, Nalen, Oh dia yang lo ceritakan kemarin?"Todong Lucky ketika melihat Nalen duduk berdua dengan seorang gadis
" Wa'alaikumsalam, eh lo sama tante lagi belanja?" Nalen kemudian menghampiri Rahma dan menjabat tangan dan mencium tangan beliau, Nara mengikuti apa yang dilakukan oleh Nalen meskipun mereka tidak saling kenal, hal itu Nara lakukan sebagai rasa menghormati kepada orang yang lebih tua.
Rahma memutuskan untuk berkeliling sendiri mengisi trolinya dengan kebutuhan rumah yang diperlukan dan memilih meninggalkan Lucky bersama Nalen yang sepertinya ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan.
__ADS_1
Setelah Lucky mengetahui duduk permasalahannya, Lucky mempunyai ide dan menyarankan pada Nara dari pada harus mencari tempat kos lebih baik dia tinggal di mes yang dia sediakan untuk karyawan yang bekerja di restorannya, tempatnya juga bersih dan terawat karena Lucky mempekerjakan seorang untuk selalu membersihkannya, bahkan kalau mau dia bisa bekerja paruh waktu di restorannya untuk menutup kebutuhan sehari-hari, meskipun dia masih selalu ditransfer oleh kakak tirinya sebagai kewajiban agar tidak dituntut oleh pengacara ayahnya yang disebutkan apabila tidak memberi nafkah kepada Nara, maka semua perusahaan akan dialihkan ke Nara meskipun usia Nara masih kecil.
"Gue sih setuju saja dari pada diluaran belum tentu terjamin keamanannya, kalau di tempat lo, mes dengan restoran juga berada di satu lokasi, jadi tidak perlu keluar jauh-jauh untuk mencari kerja" Nalen berpendapat "Tap tergantung Nara juga sih, bagaimana menurut lo" Nalen bertanya kepada Nara
Nara terlihat sedikit ragu untuk menjawab, dia masih belum percaya jika sudah menemukan teman yang sangat baik, tapi detik kemudian Nara tersadar mungkin pendapat Nalen lebih baik dari pada harus mencari kos di luaran yang belum terjamin keamanannya.
"Ok, gue setuju, gue juga akan bekerja di tempatmu sebagai bayaran mes yang gue tempati" Nara berkata dengan sungguh-sunggu, kalau untuk kebutuhan sehari-hari dia masih punya tabungan, hal itu dia lakukan hanya sebagai rasa terimakasih saja.
"Baiklah, lebih baik kita habiskan makanan ini dulu, setelah itu gue anter ke restoran yang kami maksud" Nalen dan Nara segera menghabiskan makanan yang mereka pesan, namun Lucky segera mencari sang Bunda untuk sekedar membantu mendorong trolinya setelah berbicara dengan Nalen "Lo entar ke sana dulu, gue balik ngantar Bunda dulu, entar gue nyusul ke sana"
Flashback Off
Jadi, kini mereka bersahabat semenjak saat itu, mereka sering keluar bersama karena masih liburan sekolah seperti kali ini yang sudah direncanakan beberapa hari yang lalu, mereka telah bersiap dengan Lucky yang membawa mobil. Mereka berenam memilih membawa sebuah mobil untuk dikendarai bersama-sama agar lebih efisien dan tidak terpisah ketika di jalanan.
Perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu setengah hari, sampai di tempat camping pada waktu makan siang, mereka memutuskan makan di sebuah restoran terdekat sambil menikmati pemandangan alam yang tersaji di depan mata. Pemandangan yang dibuat langsung oleh tangan Allah memang tiada yang dapat menandinginya.
__ADS_1
Selesai mengisi perut tidak lupa mereka membeli beberapa cemilan dan juga minuman di toko yang ada di restoran itu juga. Nara dan Nia sangat senang bisa pergi jalan-jalan menikmati alam yang jarang mereka lakukan, karena dulu pasti dilarang oleh Nalen jika ingin ikut camping dengan alasan tidak ada teman perempuannya, namun kali ini beda dia mendapatkan teman yang sangat baik dan bisa nyambung jika diajak ngobrol serta satu yang Nia suka dari Nara dia bukan tipe orang yang suka memanfaatkan teman.