CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
121


__ADS_3

Elsa dan Manda sudah tidak sabar menunggu kedatangan Andi yang sudah beberapa waktu yang lalu mereka hubungi. Mereka terlihat sangat cemas sembari membuka dan menutup ponsel mereka berulang kali tanpa ada pembicaraan.


Ditengah rasa cemas, terdengar suara gemuruh guntur yang saling bersahutan disertai awan yang bertambah gelap, membuat mereka bertambah rasa was-was jika Andi membuka rahasia mereka.


"Kemana berandal itu, mengapa belum sampai juga?" Elsa terlihat sangat kesal mengomel tidak jelas


"Lagi pula, kamu itu mencari orang tidak bisa bekerja saja dibayar mahal!" Elsa memarahi Manda yang masih dengan tenang menikmati minumannya, dia tidak ingin mendengar ocehan mamanya yang semakin membuatnya pusing


"Ma... Mama bisa duduk diam dulu tidak, kita tunggu sepuluh menit lagi, dia pasti akan datang" Manda yang semakin frustasi mendengar ocehan Elsa mulai buka suara


"Enak banget kalau bicara, kita sudah hampir satu jam menunggunya, tapi mana???? Bahkan telephonmupun tidak diangkat, kalau tidak kabur... terus kemana perginya dia?" Elsa dan Manda saling berdebat dan tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.


Andi memasuki sebuah pondok tempat mereka janjian, badannya basah kuyup terkena air hujan karena dia hanya mengendarai sepeda motor dan tidak memakai jas hujan. Badannya yang sudah kedinginan, hampir sudah tidak berasa melihat wajah kedua wanita yang terlihat murka menyambut kedatanganya.


"Wah... wah... ada apa ini, santai saja dong, kalau mau memberi bonus atas pekerjaan yang sudah gue selesaikan jangan khawatir, kantong gue masih muat" Andi berusaha mencairkan suasana yang semakin terasa dingin


"Bonus Lo bilang, pekerjaan tidak selesai mau minta bonus! Enak benar hidup Lo?!" Elsa mendengar ocehan Andi semakin kalap


"Kalau tidak memberi bonus, terus memanggik gue ke sini untuk apa?" Andi masih saja santai


"Mengapa wanita itu tidak sekalian Lo habisin sih?!" Teriak Manda


"Maksud Lo, dia harus mati. Dasar sinting memangnya Lo tidak mikir jika dia sampai mati?"Andi yang dipojokkan mencoba membela diri


"Apa maksudnya?" Manda bertanya


"Kalau dia sampai mati di tempat cowok Lo yang kaya itu, pasti akan membuat reputasi usahanya menurun, jika sampai menurun pendapatannya juga menurun yang berakibat Lo bakalan tidak mendapat uang bulanan darinya, yang kedua dampak dari dia mati di tempat polisi pastinya akan turun tangan menyelidiki kasus itu, kalau sampai salah satu kita tertangkap maka kità semua pasti tertangkap dan gue tidak mau hal itu menimpa gue"Andi bicara panjang lebar


"Tapi, jika kejadian ini ada yang mencari tahu bagaimana?" Elsa yang sudah sedikit reda amarahnya mulai meminta pendapat


"Itu semua urusan kalian, karena pekerjaan gue sudah selesai dan gue harap semua pembayaran selesai malam ini juga" Andi semakin mengertak mereka


"Pembayaran akan gue kasih penuh, untuk menjaga biar Lo tidak sembarangan buka suara ketika Lo ketahuan. Dan jangan pernah menyebut kita berdua. Ini cek yang gue janjikan" Manda memberikan selembar cek yang bertuliskan nominal yang cukup besar sebagai bayaran dan uang tutup mulut untuk Andi

__ADS_1


Mereka bertiga keluar bergantian untuk menghindari orang lain melihat keberadaan mereka. Andi keluar terlebih dahulu dan bergegas mengendarai motornya melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Dari jarak yang sudah dekat dengannya, Lucky dengan sahabat-sahabatnya selalu mengikuti kemanapun Andi pergi. Namun, mereka berusaha agar tidak diketahui oleh Andi.


Setelah mereka mengetahui jalan yang dilalui merupakan jalan ke rumah Andi, mereka berbalik arah dan segera kembali, yang menjadi kesalahan mereka adalah semua meninggalkan pondok tersebut, sehingga mereka tidak mengetahui siapa yang ditemui oleh Andi.


"Siapa yang ditemui Andi?" Tanya Vicky


"Mungkin teman-teman gengnya" Lucky tidak menaruh curiga kepada Andi


"Bodoh banget kita tadi, mengapa salah satu dari kita tidak menunggu siapa yang keluar lagi" Danny baru ingat harusnya salah satu dari mereka tetap tinggal untuk mengawasi pondok tersebut


"Sudahlah, sudah terlanjur juga, jangan saling menyalahkan" Lucky masih saja terlihat santai


Suara sering telepon bergema ditengah mereka sedang berdebat. Tepatnya handphone milik Lucky dan tertera nama Andi di sana. Melihat layar handphone milik Lucky Danny langsung berkomentar "Mau apa lagi dia menelphone Lo?"


Lucky hanya mengedikkan kedua bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Danny dan segera menggeser ke warna hijau sebelum dering itu menghilang.


Hanya jawaban "Iya" yang terdengar oleh Danny dan Vicky. Lucky bergegad mengambil kunci mobilnya dan berjalan dengan cepat tidak lupa menarik tangan kedua sahabatnya agar ikut dengannya.


"Kalau Lo malas-malasan seperti itu, bagaimana Lo bisa tahu kita mau kemana, jalannya bisa cepat sedikit tidak sih" Lucky sangat kesal dengan tingkah sahabatnya kali ini


"Baiklah" Vicky yang tadinya melangkahkan kakinya lemas, kini berlari mendahului kedua sahabatnya dan langsung masuk ke mobil bagian penumpang


Lucky dan Danny hanya mengelengkan kepala mereka melihat tingkah sahabat yang satu ini. Kadang bersikap tidak terduga dan mengagetkan mereka.


"Dasar" Danny yang kaget mengumpat sekenanya


*****


"Nia jangan lupa obatnya diminum setelah makan, agar segera pulih" Ryasmi masuk ke kamar Nia dengan membawa nampan berisi makanan dan juga obat yang harus dikonsumsi Nia untuk memulihkan tenaganya


"Baik Ma" Nia yang masih sedikit lemas hanya menurut perintah Mamanya

__ADS_1


"Bagaimana kabar Lucky, sejak kemarin mengapa tidak menjengukmu?" Ryasmi sudah sejak kemarin setelah mengantar Nia dari rumah sakit, tidak melihat Lucky berkunjung


"Kak Lucky sibuk Ma, ada sedikit masalah di restoran cabang" Nia menutupi kemana Lucky pergi dan tidak berkunjung ke rumah


"Cabang yang atas nama kamu itu?" Ryasmi penasaran apa yang terjadi


"Iya, Ma. Mungkin karena restoran itu tidak ada yang setiap hari mengeceknya, jadi ada seorang karyawan yang berbuat curang dan ketahuan oleh manager yang bertugas di sana" Nia tidak mengada-ada dengan karyawannya


"Ada-ada saja, semoga tidak merugikan restoran, cepat makan dan beristirahatlah" Ryasmi keluar meninggalkan Nia sendirian agar bisa beristirahat


Nia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia mengerti dengan perintah mamanya.


Handphone milik Nia bergetar dan tertera nama Lucky di sana. Dia bergegas mengangkatnya karena dia juga merasa kehilangan, sudah seharian Lucky tidak memberinya kabar meskipun hanya pesan singkat saja tidak dilakukan oleh Lucky.


"Assalamu'alaikum Kak, bagaimana kabarmu?" Lucky tersenyum mendengar suara pujaan hati


"Harusnya kakak yang menanyakan kabarmu, maaf kakak hari ini sibuk jadi tidak bisa memberi kabar ke kamu" Lucky merasa bersalah karena seharian tidak berkomunikasi dengan Nia sama sekali


"Obatnya sudah diminum belum?" Lanjut Lucky


"Baru mau makan, habis itu minum obat dan istirahat"


"Cepat makan, biar lekas sembuh. Kakak mau bertemu dengan Andi"


"Memangnya belum mendapat hasil apapun Kak?" Tanya Nia panik


"Sudah" Jawab Lucky singkat


"Apa?" Nia dibuat penasaran oleh Lucky


"Sudah kok, kakak sudah mendapatkan informasi jika..... Kekasih kakak yang sedang sakit berusaha untuk segera sembuh karena ingin..... " Lucky belum selesai bicara sudah dipotong oleh Nia


"Ingin apa? Nia tidak ingin apapun"

__ADS_1


"Sudahlah, cepat minum obatnya, supaya bisa Kakak ci*m"


"Kakak..... "


__ADS_2