
"Bagaimana rencananya?" Vicky tidak sabar mendengar penjelasan secara detail rencana yang sudah disiapkan Lucky
"Baiklah, kalian dengarkan rencana gue. Karena kita bertiga, maka akan gue bagi tiga juga. Yang pertama salah satu diantara kita duduk di sini sambil mengamati restoran ini, baik itu pengunjung ataupun yang bisa kita nilai sebagai pemiliknya, yang kedua bertanya kepada salah satu karyawan di sini untuk mendapatkan informasi ataupun kronologi mengenai kejadian yang menimpa Nia siang ini, dan yang ketiga meminta bantuan dari pengawas keamanan untuk melihat rekaman CCTV siang ini" Lucky menerangkan pembagian pekerjaan
"Kalau hanya CCTV yang kita butuhkan, mengapa tidak minta bantuan ke Kak Nara saja, pasti dia mau membantu, apalagi berkaitan dengan adik pacarnya"Danny yang sejak tadi mendengar penjelasan Lucky mulai sedikit mengutarakan pendapatnya
"Bukannya gue tidak mau minta tolong ke dia, tapi takutnya malah merepotkannya, karena kita juga tidak tahu kesibukan orang, lagi pula gue tidak ingin dia merasa tidak enak hati kalau tidak menolong, padahal dia sendiri punya kegiatan yang lebih penting" Lucky memberikan alasannya mengapa dia tidak mau meminta bantuan Nara yang pastinya dia akan bersedia membantunya
"Lebih baik kita usaha dahulu, namun apabila kita tidak bisa mendapatkannya dengan cara kita, apa boleh buat, gue akan minta bantuan ke dia" Lanjutnya
"Kalau Lo sudah bertekad bulat, maka kami sebagai sahabat hanya bisa mendukungmu. Kapan kita mulai rencana kita?" Danny mengerti maksud sahabatnya yang tidak pernah bisa merepotkan orang lain
"Kita makan dulu, baru setelahnya. kita mulai rencana kita dengan berpura-pura ke belakang juga meminta menu tambahan" Lucky juga tidak ingin membiarkan sahabat-sahabatnya kelaparan dalam melaksanakan aksinya.
Mereka bertiga menikmati makanan yang sudah tersaji di meja mereka. Berdasarkan penilaian lidah mereka, rasa dari menu-menu yang tersaji di sini sesuai dengan selera mereka, meskipun rasa dan penampilannya masih dibawah restoran milik Lucky, masih bisa dibilang layak dan cukup enak.
__ADS_1
Selesai menghabiskan semua makanan yang sudah mereka pesan. Danny sudah mulai beranjak dari tempat duduknya menuju ke ruang pengawasan pengamanan untuk mendapatkan informasi mengenai CCTV. Dia memilih ini beranggapan bahwa dia tidak bisa menilai sua orang yang masuk ke restoran ini apakah hanya pengunjung atau pemilik. Sedangkan apabila pekerjaan ini ditangani oleh Vicky, mereka sanksi akan keberhasilannya.
"Gue akan menemui bagian pengawas keamanan" Danny berpamitan dan segera bergegas menuju ke pangkal pengaman pengawasan
"Semoga berhasil dan berhati-hatilah" Lucky memberikan pesan
"Tenang saja, gue pastikan akan berhasil mendapatkannya" Danny penuh dengan percaya diri
"Gue juga akan pergi ke toilet dan mencari seseorang yang bisa gue gali informasi secara rinci" Vicky juga penuh percaya diri meninggalkan Lucky seorang diri di meja mereka
"Kalian berhati-hatilah" Sekali lagi Lucky memberikan pesan
Sepeninggal kedua sahabatnya, Lucky bersiao memasang mata dan telinga untuk memperhatikan setiap orang yang masuk ke dalam restoran, ada beberapa orang dengan berpakaian yang formal memasuki pintu, namun sepertinya hanya pengunjung yang hendak makan di sana, Lucky sempat frustasi belum juga mendapatkan gambaran pemilik restoran ini. Karena menurutnya dengan mengetahui siapa pemiliknya, maka semua informasi akan mudah digali dan lebih mudah bekerja sama untuk menyelesaikan masalahnya.
Sepuluh menit berlalu, terlihat seorang anak muda yang seusia dengannya memasuki restoran dan mendapat penghormatan dari para karyawan restoran, menurut penglihatan matanya dia berasumsi mungkin pemilik dari restoran ini. Semakin mendekat, wajahnya terlihat tidak asing dimatanya. Sedikit memicingkan mata Lucky memperhatikan anak muda yang berjalan mendekati seseorang. Tanpa mereka sengaja pandangan keduanya bertemu dan sama-sama terkejut setelah benar-benar memastikan jika keduanya saling mengenal satu sama lain.
__ADS_1
"Apakah benar, anda Rasya?" Sapa anak muda itu mendekati meja Lucky
"Apakah kita saling kenal sebelumny?" Lucky tidak langsung memberikan jawaban namun malah balik bertanya
"Jangan sok tidak kenal Sya, Lo lupa sama teman sebangku Lo waktu SMP dulu?" Pemuda itu mencoba mengingatkan siapa dirinya
"Sebentar.... Gue ingat-ingat dahulu..." Lucky mencoba mengingat nama teman sebangkunya waktu SMP dulu dan kemudian berkata lirih "Farhan ya?" Lucky masih belum yakin dengan nama yang dia sebut
"Alhamdulillah, ternyata masih ingat dengan gue, kemana saja setelah lulus, kok tidak pernah bertemu?" Tanya Farhan
"Gue pindah rumah, ikut orang tua. Lo sendiri mau makan?" Lucky mencoba memastikan penglihatannya
"Tidak, gue cuma disuruh bokap untuk mengecek" Jawab Farhan
"Berarti restoran ini milik lo?" Lucky sedikit ada pencerahan dan kelegaan
__ADS_1
"Bukan milik gue, tapi milik bokap" Farhan tidak mau mengakui yang memang bukan milik pribadinya
"Oh iya, tadi siang teman kita waktu SMP dulu juga berkunjung kesini" Farhan ingat jika siang ini dia bertemu salah satu sahabatnya yang juga berkunjung ke sini