CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
128


__ADS_3

Acara berjalan lancar hingga selesai, semua terlihat bahagia kecuali Nia. Bukan tidak bahagia, sebenarnya lebih dari bahagia karena saat ini dia sudah sah menjadi istri Lucky, namun di dalam benaknya masih saja berfikir bagaimana acara ini bisa berlangsung dengan lancar dan juga semua sudah siap, dari surat-surat yang dibutuhkan, tamu undangan bahkan makanan semuanya siap, kecuali ruang yang digunakan untuk acara memang tidak ada perubahan sama sekali dengan biasanya. Hanya ada sofa, meja yang di atasnya tersedia beberapa toples berisi makanan ringan.


Menit berikutnya, melihat semua tamu dan juga orang tua yang terlihat bahagia, Nia sudah tidak mempedulikan lagi. Dia berbaur dengan yang lain ikut menikmati makanan yang sudah tersedia. Perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi memaksanya untuk mengambil makanan yang lebih banyak, hal itu menimbulkan pertanyaan dibenak kedua orang tuanya.


"Dik, kamu makannya banyak banget, lapar atau memang kelaparan?" Goda Dewa ketika mendapati anak gadisnya yang membawa banyak makanan di piringnya dan menikmati dalam diam menjauh dari kerumunan.


"Kelaparan Pa, sejak pagi belum makan" Celetuk Nia tanpa berbasa-basi


"Kasihan banget, sejak pagi sudah keluar dari rumah, mengapa tidak makan?" Dewa tidak percaya jika anaknya belum makan


"Bukannya tidak makan, tapi belum sempat Pa..." Nia tidak mau disebut tidak makan, karena memang dia belum sempat makan apapun karena perkataan Lucky kepada Rahma yang. membuat mereka berujung seperti sekarang


"Selamat makan Dik, jangan lupa dedeknya dikasih makan yang banyak dan bergizi buat biar sehat dan cepat besar"Lagi-lagi Dewa menggoda sang anak


Dewa bergegas meninggalkan anaknya yang sudah bersiap untuk membalasnya, kalau saja tidak segera pergi, sudah dipastikan ada sesuatu yang akan melayang entah kemana. Dari luar terdengar seseorang mengucapkan salam yang hanya pelan ditelinga Nia, karena dia berada jauh dari ruang utama.


"Assalamu'alaikum semuanya, maaf kami terlambat" Pandu masuk dan menyalami om dan tantenya serta Dewa dan Ryasmi, tidak lupa mempelai pria.


Pandu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru rumah, namun sosok yang dicari belum juga ditemukan hingga membuat Lucky bertanya "Ada apa, mencari siapa sih?"


"Mencari mempelai perempuanlah, masak nyari lo" Pandu dibuat kecewa karena tidak menemukannya


"Lo nikah sendirian, tanpa ada mempelai perempuan?


"Siapa bilang, gue belum gila hingga harus menikah tanpa ada pasangan" Lucky terlihat sedikit tidak suka dengan perkataan Pandu

__ADS_1


"Terus dimana dia?"


"Ada kok" Lucky mencari-cari keberadaan Nia melalui sapuan matanya, namun sudah berulang kali dilihatnya ruangan ini, namun masih saja belum dia temukan "Sebentar gue cari dulu" Lucky mencari berkeliling rumahnya dan berhasil menemukan Nia yang sedang asyik makan di ruang keluarga yang tidak tidak ada orang sama sekali


"Dicariin juga, ternyata kamu malah asyik sendiri di sini, Kakak minta dong" Lucky yang awalnya berniat mencari Nia untuk diajak menemui Pandu, namun malah ikutan duduk makan bersama Nia


"Enak Y*ng, kayaknya masih kurang nih, kakak ambil lagi ya..."Lucky yang kelaparan juga telah melupakan janjinya


Dengan santai Dia melalui beberapa orang yang masih bercengkerama sambil menikmati makanan yang tersaji untuk mengambil makanan lagi.


Bergegas menghampiri Nia yang masih setia menunggu kedatangan Lucky yang membawa sepiring makanan untuk mereka nikmati berdua ditemabi dengan televisi yang menyala. Mereka melupakan jika di depan masih banyak orang yang sedang menunggu mereka.


"O iya...." Lucky menepuk kepalanya sendiri karena dia melupakan sesuatu


"Ada apa Kak?" Nia menjadi khawatir dengan perilaku Lucky


"Kak Pandu datang juga?" Nia yang mendengar nama Pandu langsung berdiri hendak pergi ke ruang tamu, namun belum juga berdiri tegak Nia malah menendang piring yang mereka gunakan untuk makan sebelumnya


"Prangg....." Suara keras piring pecah membuat para tamu mencari sumber suara


Rahma dan Pras diikuti oleh Dewa dan Ryasmi masuk mencari sumber suara, yang berada di luar berkasak-kusik membicarakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalian ada apa, mengapa piring segala menjadi sasaran" Pras yang tidak tahu bagaimana asalnya piring itu bisa pecah langsung memarahi mereka berdua


"Maaf Yah, Nia yang salah" Nia meminta maaf atas kekacauan yang dibuatnya, karena dia memang tidak sengaja membuat piring itu menjadi pecah

__ADS_1


"Dik, baru juga menikah sudah membuat ulah, jangan membuat Mama malu bisa tidak sib?" Ryasmi juga ikutan marah mendengar pengakuan sang anak


Nia langsung berlari memeluk Lucky untuk mencari pembelaan dari lelaki yang baru saja menikahinya. Dia menangis sesenggukan karena dimarahi hanya tidak sengaja memecahkan piring.


"Bund, Yah, Pa, Ma ini semua tidak seperti yang kalian pikir, kami tidak melakukan apapun. Di sini kami hanya makan dan setelah selesai Nia tidak sengaja menendangnya hingga terkena tembok dan pecah" Lucky meminta maaf dan menceritakan yang sesungguhnya


"Nak, kamu jangan menutupi kesalahan Nia, kalau memang dia membuatmu marah maka tegurlah, jangan dibela terus. Kalau terus-terusan kamu bela, manjanya tidak akan pernah berkurang" Ryasmi masih menganggap Lucky menutupi kesalahan Nia


"Lucky tidak menutupi kesalahan Nia, tapi memang Lucky berkata jujur, Nia tidak sengaja melakukannya"


"Ya sudah, cepat kalian keluar, para tamu masih menunggu di luar" Rahma mengetahui jika anaknya tidak berbohong dengan ucapannya dan meminta keduanya untuk segera ke ruang tamu menemui beberapa kerabat yang datang


"Sri, tolong bersihkan pecahan piring ini" Rahma memanggil Asistennya untuk membersihkan tempat itu dari pecahan piring yang berserakan


"Baik Nyonya" Sri mengambil peralatan yang diperlukan untuk membersihkan segera sebelum acara selesai


Nia masih berada dalam rangkulan Lucky ketika berjalan ke ruang tamu, membuat siapapun yang melihatnya akan cemburu melihat keromantisan pengantin yang belum genap satu hari, hingga mengundang beberapa ledekan dari teman dekat Lucky


"Pengantin Baru, manis banget sih.... Jangan buat iri kami yang jomblo bisa tidak?" Vicky yang berdiri di dekat Lucky berceloteh


Namun Lucky memberikan kode kepada sahabatnya untuk diam dan tidak membuat keributan, dia menjelaskan dengan isyarat jika saat ini Nia sedang menangis


"Belum juga sehari, sudah Lo buat nangis, kalau sampai nangis untuk yang kedua kalinya, jangan salahkan jika Nia akan gue rebut" Pandu yang melihat bekas tangisan di pipi Nia tidak terima dengan perlakuan Lucky


"Siapa juga yang membuat dia menangis, jangan harap Nia akan menangis karena ulah gue, dan Lo tidak akan ada kesempatan untuk merebutnya dari gue, lagi pula istri gue bukan barang yang bisa dimiliki siapapun.

__ADS_1


Keadaan semakin tidak terkendali, Pandu mengira jika Nia menangis karena ulah Lucky.


__ADS_2