CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
57


__ADS_3

Lucky berencana mengajak Nia untuk berbicara berdua setelah makan malam kali ini selesai. Dia meminta izin kepada orang tua Nia dan juga ke orang tuanya.


"Om, Tante, Ma, Pa.... Sebelumnya Lucky minta maaf dan mohon izin, setelah makan Lucky ingin berbicara dengan Nia sebentar" Lucky berbicara dengan hati-hati karena takut salah mengeluarkan kata-kata


"Boleh, asalkan kalian bicara di sini saja, kami tunggu hingga kalian selesai bicara" Dewa mengijinkan tapi tidak boleh keluar dan harus di tempat ini juga


"Baik Om, Lucky akan sedikit berpindah dari sini tapi masih dalam jangkauan Om dan Tante" Lucky memilih untuk mengalah dari pada tidak diberi izin untuk berbicara dengan Nia


"Oh iya Luck, Om harus mengurus pembayaran untuk semua ini kepada siapa, biar Om selesaikan dulu semuanya sambil menunggu kalian selesai bicara" Dewa bertanya seperti itu memang sejak tadi dia hanya melihat pegawai yang menyajikan makanan


"Tidak usah membayar Om"Semua mata melihat ke arah Lucky selain Nara dan juga Rahma, mereka kaget dengan apa yang dikatakan oleh Lucky


"Maksudnya, tidak usah membayar, apa sudah kami bayar semuanya?" Tanya Dewa memastikan, takutnya beliau salah dengar dengan apa yang diucapkan oleh Lucky


"Iya Om, tidak usah membayar karena restoran ini sebenarnya milik Lucky" Mendengar perkataan Lucky kali ini membuat semuanya melotot ke arahnya meminta penjelasan

__ADS_1


"Jadi begini, restoran ini sebenarnya milik Lucky yang tidak diketahui oleh Ayah namun Bunda tahu kok, dulu memang hanya rumah makan kecil, tapi alhamdulillah dengan kerja keras Lucky dibantu oleh beberapa staf yang Lucky miliki akhirnya bisa berkembang seperti saat ini" Lucky memilih berterus terang dari pada melihat orang memandangnya dengan pandangan ya g menakutkan


Siapa sih yang tidak terkejut mendengar pengakuan seorang anak yang masih sekolah memiliki usaha ya g sangat maju dan termasuk salah satu restoran ternama di kotanya. Apalagi sang Ayah yang hanya bisa memandangi sang putra dengan pandangan yang sulit diartikan antara bangga dan juga marah. Bangga karena memiliki putra yang begitu pandai mengelola bisnis dan marah karena tidak pernah memberitahunya.


"Ayah bangga sekali sama kami, ternyata semua sudah kamu persiapkan dengan matang untuk kehidupan masa depanmu" Pras hanya bisa berucap dengan menahan air mata yang hampir saja jatuh


"Ayah akan mengijinkan kamu untuk melamar Nia saat ini juga, tidak perlu seminggu lagi, ayah sangat percaya dengan apa yang akan kamu lakukan" Pembicaraan antara Ayah dan anak itu sontak membuat semua yang ada di meja itu terkejut, tidak ada angin tidak ada hujan malah membicarakan mengenai lamaran.


"Apakah, cincinnya sudah kamu bawa? kali ini Ayah sendiri yang akan melahirkan Nia untukmu" Lanjutnya


Sebenarnya Lucky meminta izin untuk bicara dengan Nia adalah akan membicarakan hal tersebut terlebih dahulu dengan Nia, jadi tidak ada yang kaget apabila sewaktu-waktu dia melamarnya secara resmi. Namun, semuanya telah terbongkar oleh perkataan ayahnya, mau tidak mau Lucky hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.


"Wa, kita sudah sangat lama kenal dan mengetahui satu sama lain, meskipun kita sempat terpisah jarak dan waktu, namun insya Allah keluarga kami tidak berubah masih sama seperti waktu dulu kita kenal, dan aku berharap hal yang sama dengan keluargamu, jadi ini bukanlah hal yang cepat jika kami selaku orang tua Lucky mewakilinya untuk melamar anakmu untuk anakku, memang mereka masih sekolah, namun aku berharap kamu bisa menerima lamaran ini" Pras berkata panjang lebar


mengutarakan niat putranya yang ingin melamar Nia malam ini namun sempat mendapat penolakan darinya karena a takut tidak bisa bertanggung jawab terhadap anak orang. Dengan melihat kesuksesan anak di depan matanya dia menjadi sangat percaya jika Lucky tidak akan pernah mengingkari janjinya

__ADS_1


"Maaf, bukannya saya menolak, meskipun saya sebagai wali Nia, saya harus menanyakan dulu kepada anak saya karena dialah yang akan menjalaninya, saya sebagai orang tua sebenarnya sangat setuju apabila mereka berdua bisa bersatu dengan melihat kesungguhan Lucky dalam mengelola usahanya saya percaya jika Lucky mampu membimbing dan menjaga Nia, namun sekali lagi semua keputusan akan saya serahkan kepada Nia"


Nia menjadi sangat kaget dihari ulang tahunnya begitu banyak mendapatkan kejutan, dari perayaan ulang tahunnya yang bisa dikatakan sangat mewah, ditambah hadiah kejutan yang sangat mahal dan kemudian mendapatkan kejutan lagi yang sangat besar, dia bingung harus menjawab apa, antara iya dan tidak yang pasti dia tidak bisa memberikan jawaban, sebagai jawaban atas kebimbangannya Nia memilih untuk menyerahkan kepada Papanya


"Pa, Nia ikut dengan apa yang Papa katakan terus terang Nia tidak bisa mengambil keputusan sebesar ini dengan waktu yang mendadak, Nia percaya dengan apa yang akan Papa putuskan, hal itulah yang terbaik bagi Nia, karena tidak mungkin Papa akan mengambil keputusan yang dapat merugikan anak Papa"


"Baiklah, karena Nia menyerahkan semua kepada saya selalu orang tua dan juga walinya, maka insya Allah saya akan merestui Nia dan Lucky" Semua bersorak senang dengan jawaban Dewa. Terlebih Lucky sangat bahagia mendangar jawaban dari Dewa, yang sejak tadi dia tunggu-tunggu.


"Terima kasih Om, insya Allah Lucky akan selalu menjaga Nia dengan baik dan akan bertanggung jawab atas diri Nia. Mulai sekarang meskipun kami belum resmi menikah, namun Lucky minta izin kepada Om Dewa untuk menanggung semua kebutuhan Nia sebagai bukti bahwa Lucky tidak main-main dengan apa yang sudah Licky putuskan" Dengan menyerahkan sebuah kartu debit dari sebuah bank yang ada di negara ini yang memang sudah dipersiapkannya dan selalu diisi setiap bulan, mungkin saat ini juga jumlahnya tidak sedikit.


Prosesi lamaran dengan menyematkan cincin berhiaskan berlian yang tidak terlalu besar namun sangat cocok dengan usia saat ini berjalan dengan lancar dan tergambar rona bahagia di wajah kedua keluarga dan juga sahabat-sahabatnya.


"Wah, selamat bro, akhirnya penantianmu selama ini terjawab dan juga tidak sia-sia engkau menjaga hati hanya untuk sahabat kecilmu ini" Danny ikut berkomentar, karena dia sangat tahu bagaimana perjuangan seorang Lucky untuk menjaga hatinya hanya untuk sahabat kecilnya yang sudah lama terpisah.


"Terima kasih, berkat bantuan lo juga gue bisa ke tahap ini" Mereka berdua berpelukan melampiaskan kebahagiaan yang kini dirasakan sahabatnya dan diikuti oleh Vicky yang ikut bergabung.

__ADS_1


__ADS_2