CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
175


__ADS_3

"Maaf, mas siapa ya....? Memangnya kenal dengan saya?"


"Saya memang tidak mengenal anda, namun melihat anda selalu memperhatikan saudara saya, sudah dipastikan anda mengenal mereka"


"Siapa saudara Mas?"


"Mereka, orang yang sengaja anda tabrak tadi"


"Maaf mas, saya tidak bermaksud jahat kepada mereka, saya hanya memastikan jika salah satu dari mereka adalah anak dari mantan bos saya dahulu" Lelaki itu menjelaskan maksudnya


"Kenalkan, saya Pandu" Pandu berada di mall yang sama dengan Lucky bukan karena mereka ada janji bertemu, namun kebetulan Pandu baru sampai di kota ini dan mau membeli keperluan pribadinya.


Pandu mengajak lelaki itu untuk duduk pada sebuah bangku kafe yang berada tidak jauh dari bioskop, mereka menunggu Lucky sampai keluar dari bioskop. Menikmati makanan sambil mengobrol.


Dua jam berlalu, Lucky belum juga keluar, ada rasa jenuh yang menghampiri Pandu. Bahkan dia sudah berencana meninggalkan lelaki itu jika mereka tidak kunjung keluar. Belum juga niatnya terlaksana, Lucky keluar dari bioskop menuju kafe untuk mencari makan.


"Luck...." Panggil Pandu dengan semangat


"He... Pandu... Kapan datang?" Lucky mendekati meja Pandu dan bergabung di sana


"Apa kabar Kak Pandu?" Sapa Nia seraya mengulurkan tangan kepada Pandu

__ADS_1


"Kabar baik, yang sudah sah memang bawaannya beda dengan yang jomblo seperti saya" Pandu menggoda Lucky dan Nia yang sejak tadi tangan mereka bergandengan tidak lepas sama sekali


"Makanya, cepat cari" Timpal Lucky


"Kenalkan, mereka sahabat Nia... Andi dan Nana mereka berdua sepasang kekasih jangan ada niat untuk menikungnya" Lucky mengenalkan sahabat Nia dan kekasihnya kepada Pandu


Mereka mengobrol hingga melupakan keberadaan seorang lelaki yang sejak tadi bercerita dengan Pandu. Namun, Nana merasa risih karena sejak tadi lelaki tersebut memandanginya terus menerua hingga membuatnya kadang bersembunyi dibalik punggung Andi.


"Maaf, Bapak mengapa sejak tadi memandangi pacar saya?" Andi yang mengetahui Nana tidak nyaman dengan keberadaan lelaki yang duduk di seberang


"Maaf Mas, kenalkan saya Herman. Bukan maksud saya membuat Neng tidak nyaman dengan keberadaan saya di sini, tetapi saya sangat penasaran dengan Neng"


"Maksudnya apa? Mengapa Bapak penasaran dengan pacarnya, apakah bapak mengenalnya?"


"Benar, tapi saya tidak mengenal Bapak, atau jangan-jangan Bapak sudah mencari informasi tentang kami?" Nana takut jika lelaki dihadapannya itu ingin berbuat jahat terhadapnya


"Saya tidak bermaksud berbuat jahat, Saya adalah orang kepercayaan Papanya Neng di perusahaan, namun setelah Papa meninggal dan perusahaan berada di bawah kepemimpinan Ibu Elsa, saya dipecat dari sana karena semua kejahatannya saya tahu, hingga membuat mereka takut jika suatu saat saya akan menjatuhkan mereka dan mengambil alih perusahaan" Herman menceritakan semua kebusukan yang dilakukan oleh Elsa semenjak berkuasa di perusahaan, bahkan dia juga mengganti seluruh bawahan yang dulu dibuat oleh orang tua Nana dan diganti dengan orang-orang yang mau bekerja untuknya


"Apakah Bapak mempunyai bukti yang akurat mengenai kejahatan mereka?" Tanya Lucky


"Bukti-bukti masih saya simpan dengan rapi, kalau dibutuhkan saya bersedia membantu menjadi saksi di pengadilan"

__ADS_1


"Untuk apalagi kita harus menuntut Tante Elsa, bukannya sekarang dia sudah ada di penjara?" Nia yang sejak tadi ikut mendengarkan percakapan mereka bertanya


"Sayang.... meskipun tante Elsa sekarang sudah ada di penjara, kalau kita menemukan bukti baru tentang kejahatan masa lalunya, maka kita bisa menuntutnya dan menambah lamanya dia dipenjara" Lucky menjelaskan mengapa mereka masih perlu melakukan tuntutan kepada ibu tiri Nana


"Apakah nanti Kak Manda juga bisa di penjara?" Nana sebenarnya masih khawatir jika Manda ikut masuk ke hotel prodeo namun, setelah peristiwa di rumah Lucky, Nana bertekad untuk membalas semua kejahatan yang pernah mereka lakukan kepadanya


"Kalau ada bukti kuat yang mengarah kepada keikutsertaan Manda dalam kejahatan Mamanya, sudah tentu bisa masuk bui juga, benarkan Luck" Pandu ikut mengutarakan pandangannya


"Tapi, aku benar-benar tidak menyangka ada wanita sekuat itu untuk menguasai harta suaminya" Lanjutnya "Atau mungkin ada pihak lain yang ikut membantu mereka?"


"Setahu saya, tidak ada yang membantu mereka, semua mereka lakukan berdua, bahkan orang yang tidak mengenalnya dengan dekat, mereka tidak mengetahui kebusukannya, karena di mata karyawan yang lain mereka sangat baik dan royal bahkan menaikkan gaji mereka bagi karyawan yang mau membatu mereka"Pak Herman menceritakan bagaimana Elsa dan Manda melancarkan aksinya


"Lebih baik kita pulang dahulu, dan merencanakan dengan lebih matang dan lebih baik kita segera menunjuk pengacara" Usul Andi karena tidak mungkin mereka akan merencanakan di tempat umum, apalagi sudah saatnya mall ini akan segera tutup.


"Bagaimana dengan hasil laporan kita ke polisi setelah peristiwa di rumahmu?" Lanjut Andi, dia merasa sudah cukup lama mereka membuat laporan namun belum ada tindak lanjut sama sekali bahkan mereka tidak mendapat kabar apapun


"Oh, iya, sepertinya Danny pernah bicara, ada yang tidak beres degan laporan yang kita buat pada waktu itu" Lucky mengingat ucapan Danny malam itu


"Maksudnya?"


"Menurut Danny pada waktu ikut mencari keberadaan Nia, dia sempat mampir ke kantor polisi untuk menanyakan apakan ada yang datang ke kantorkantor, namun mereka bilang sejak pagi tidak ada satu orangpun yang datang ke kantor mereka"

__ADS_1


"Apakah polisi itu gadungan? Kalau memang gadungan siapa yang memerintahkan kepada orang itu?"Mereka semua terdiam mendengar perkataan Lucky yang sudah di luar nalar, bahkan mereka menghadap polisi yang waktu itu sedang piket semuanya sudah dicatat bahkan mereka menandatanganinya


__ADS_2