CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
141


__ADS_3

Dalam hati Danny dan Vicky sangat puas bisa berbelanja tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Baru kali ini Lucky begitu royal dengan sahabat-sahabatnya, biasanya paling besar mereka cuma diajak makan saja.


"Kalau kalian sudah cukup menghabiskan uang gue, lebih baik kalian segera pulang" Lucky merangkul bahu sahabatnya sambil berbisik


"Lo ada apa sih, mentang-mentang kalian pengantin baru, tidak mau diganggu. Lagi pula ini masih siang juga" Danny yang belum mau pergi membuat alasan


"Gue tidak kenal siang, sore ataupun malam, yang pasti saat ini gue hanya mau jalan berdua dengan istri gue" Nia yang sejak tadi memperhatikan interaksi suami dan sahabat-sahabatnya berusaha mencuri dengar, namun tidak berhasil


"Kalian sedang apa sejak tadi bisik-bisik?" Nia yang sudah tidak tahan dikacangin mulai bertanya terang-terangan


"Tidak ada apa-apa kok Say*ng, kalau sudah selesai yuk kita cari barang kebutuhan rumah kita" Lucky mengajak Nia untuk segera meninggalkan sahabatnya dengan alasan untuk mencari barang kebutuhan rumah


"Tapi...."

__ADS_1


"Tidak ada tapi, hati hampir sore. Kita juga belum ke rumah Mama untuk mengambil baju dan bukumu"


"Oh iya, tapi nanti kita menginap di rumah Mama dulu ya Kak" Nia baru ingat setelah kalap membeli baju dan sepatu"


"Tidak bisa Say*ng, kita harus kembali ke apartemen sebelum malam menjelang. Kata orang orang jaman dulu, tidak bagus pengantin baru tidur di tempat orang tua sebelum satu bulan" Lucky hanya mengarang cerita dan tidak tahu kebenarannya karena itu hanya sebagai alasannya agar bisa menikmati hari-hari berdua sebelum mereka sibuk dengan urusan sekolah mereka


"Memangnya ada aturan seperti itu?" Nia yang belum pernah mendengar ada aturan semacam itu berfikir dengan cukup keras untuk mengingat-ingat mungkin saja pernah mendengar tapi dia lupa


"Sudah, tidak usah dipikirkan. Lebih baik kita bergegas ke rumah Mama" Lucky yang tidak ingin Nia mengetahui kalau dibodohi segera mengalihkannya


Lucky mengejek kedua sahabatnyasahabatnya, karena telah berhasil membawa Nia pergi dari sana, dan otomatis bisa mengamankan isi dompetnya.


Bergandengan tangan menuju mobil yang mereka parkirkan di baseman gedung, hal kecil yang baru bisa dilakukan Lucky mulai saat ini tanpa ada rasa canggung dan takut. Dua hari sudah sah menjadi suami istri, Lucky sudah mulai berani menggandeng dan merangkul Nia dengan erat, tanpa ada rasa takut dosa. Namun, Orang-orang yang melihat mereka berdua banyak yang mencibir dengan pandangan aneh, namun ada juga orang yang tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


"Anak muda jaman sekarang, baru juga pacaran sudah main rangkul di tempat umum, bagaimana kalau hanya berdua saja, apa yang akan terjadi" Salah satu ibu-ibu paruh baya sedikit risih dengan yang dilakukan Lucky terhadap Nia


"Apa sih Bu, jangan ikut campur urusan orang. Kita tidak tahu hubungan mereka, bisa jadi mereka adik kakak, atau bisa juga saudaraan" Seorang anak muda mengingatkan ibu-ibu tersebut


"Tidak mungkin mereka saudaraan, coba perhatikan, wajah mereka tidak ada mirip-miripnya sama sekali" Ibu itu masih belum mau mengalah dengan argumennya


Lucky masa bodoh dengan komentar orang-orang yang tidak tahu sebenarnya, dengan langkah yang cukup cepat, rasanya Lucky ingin segera sampai ke mobilnya


"Kak, bisa pelan sedikit tidak jalannya?" Nia sedikit tertinggal dengan langkah Lucky yang begitu panjang


"Kita harus bergegas sebelum hari mulai sore"


Nia melangkah dengan tergesa-gesa untuk menyamakan langkah dengan Lucky, namun naas baginya yang tidak sengaja menginjak batu kerikil kecil yang membuatnya tergelincir dan pastinya membuat dia jatuh. Nia menutup matanya karena pastinya sangat malu jika dia terjatuh di tempat umum, namun setelah beberapa menit, Nia tidak merasakan sakit karena terjatuh, perlahan dia membuka matanya

__ADS_1


dan mulai mengintip sedikit demi sedikit, kini dia tersadar jika saat ini tubuhnya berada dalam dekapan sang suami, benar-benar menempel tanpa ada jarak yang mengikis.


Jantung Nia berdetak sangat cepat dan keras seolah-olah terdengar di telinganya sendiri seperti habis olah raga yang membutuhkan energi yang banyak. Lucky bukannya tidak merasakan hal yang sama, namun saat ini dia masih menikmati peristiwa yang terjadi tanpa ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua, yang ada hanya sebuah rasa yang sangat asing bagi mereka.


__ADS_2