CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
145


__ADS_3

Baru saja melewati pintu masuk, Lucky sudah berbalik badan. Sikap Lucky yang demikian membuat Nia bertanya "Ada apa Kak?"


"Sayang, sepertinya kita harus pindah dari tempat ini sebelum dia melihat kita" Lucky berbicara dengan berbisik agar tidak di dengar oleh orang lain


"Siapa?"


"Setelah keluar dari sini akan kakak jelaskan"


"Gue harus pergi sekarang juga, jaga diri Lo baik-baik, jika orang tuamu akan bekerja sama degan dia, sebisa mungkin harus Lo cegah" Lucky berusaha memperingatkan Danny agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan


"Memangnya mengapa?" Danny yang tidak mengerti maksud Lucky mencoba mencari jawaban


"Lo akan tahu jawabannya setelah bertemu dengannya"


"Gue harus segera pergi sebelum dia menyadari keberadaan gue juga Nia" Lucky bergegas pergi sebelum mereka memasuki restoran itu


"Bagaimana kalau kita ke taman saja?" Sebenarnya sejak tadi Nia ingin mengajak Lucky ke taman, namun sepertinya Lucky tidak ingin makan di tempat terbuka


"Sepertinya ide yang bagus, Sayang" Lucky sebenarnya juga ingin menikmati kebersamaan dengan Nia di tempat yang ramai dan terbuka sehingga bisa melihat orang-orang dari segala usia yang juga menikmati malam kebesamaan dengan orang-orang terkasih mereka


Kebetulan tidak jauh dari restoran ada sebuah taman yang terbuka untuk umum, di sana ada banyak penjual kaki lima yang sedang menunggu pembeli untuk menghampiri dan membeli dagangan mereka. Nia melihat seorang penjual berbagai macam kerajinan tangan, dia sangat tertarik dan berjalan mendekatinya.


"Kak, boleh lihat-lihat dulu tidak?" Nia menyapa penjual yang terlihat usianya masih sangat muda dengan pakaian yang sangat sederhana


"Boleh" Gadis itu mempersilakan Nia untuk melihat beberapa hasil karyanya yang baru saja selesai dia buat

__ADS_1


"Wah, Kak gelang tali ini bagus banget" Mata Nia berbinar melihat sebuah gelang yang terbuat dari benang nilon yang membentuk hati yang berjajar diselingi dengan manik-manik berwarna warni


"Berapa harganya Kak?"


"Lima belas ribu" Jawab gadis penjual kerajinan tangan


"Aku mau dua buah gelang dengan model yang sama tapi talinya berbeda ya" Nia memilih dua buah gelang yang sangat menarik perhatiannya


"Buat apa beli dua dengan model yang sama, Sayang" Lucky mendengar keinginan istrinya langsung bertanya


"Yang satu untuk Nia dan yang satu lagi untuk Nana, sebentar lagi bukannya kita akan masuk sekolah, hitung-hitung buat tali persahabatan"


"Sudah punya suami juga, masih kayak anak kecil" Lucky tidak berani terang-terangan mengatai istrinya masih seperti anak kecil, memang pada kenyataannya dia masih berada di usia yang sangat menikmati hidup tanpa adanya beban


Selesai membayar beberapa kerajinan tangan yang akan dia gunakan untuk menghias apartemen, mereka mencari beberapa jajanan anak sekolahan. Nia lebih menyukai makanan anak-anak sekolah dibandingkan harus makan dengan duduk elegan di sebuah restoran. Menurutnya lebih nikmat makan di tempat terbuka sembari menikmati semilir angin malam beratapkan langit yang sudah dihiasi bintang-bintang setelah hujan reda beberapa waktu yang lalu. Namun karena hujang baru saja reda, mereka memilih duduk di sebuah gazebo kecil yang berlantai panggung


Danny yang masih awam dengan bisnis merasa sangat bosan mendengarkan pembicaraan orang tuanya.


"Apakah ini anakmu?" Tanya wanita teman bisnis orang tua Lucky


"Iya, kenalkan anak tunggal kami, Danny. Dia baru saja lulus sekolah dan baru masuk kuliah tahun ini"


"Kenalkan Nak, namaku Elsa. Sepertinya kamu seumuran dengan putriku, seandainya tahu kamu punya anak ganteng seperti dia, pasti putriku akan aku bawa ke sini"


"Masih ada lain kali. Kita bisa makan malam kapanpun"

__ADS_1


"Tidak Pa, jangan pernah melakukan kesepakatan bisnis apapun dengan wanita ini" Danny yang ingat dengan pesan Lucky terang-terangan menolak kerjasama orang tuanya


"Ada apa Dan? Memangnya kami kenal dengan tante Elsa? Dia orangnya baik dan pebisnis wanita yang sangat dikagumi di kota kita" Papanya Danny menjelaskan


"Menurut Danny Papa jangan pernah berbisnis dengan dia, bisa saja wanita ini ular berbisa. Biasanya wanita licik akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan"


"Danny, lebih baik sekarang juga kamu pergi" Bentak mamanya


"Baik Ma, Danny juga sudah tidak tahan dengan pembicaraan kalian" Danny keluar restoran dan menghubungi Lucky


Danny segera menghampiri Lucky yang masih berada di taman dekat dengan restoran tidak membutuhkan waktu lama untuk menekan sahabatnya itu.


"Mengapa orang tuaku tidak boleh kerja sama dengan wanita itu, bukannya dia pebisnis wanita terhebat di kota kita?" Danny yang baru tiba langsung mengajukan pertanyaan kepada Lucky


"Kamu tahu siapa namanya?"


"Tahu, tante Elsa" Meskipun baru saja tahu namanya, pastinya masih sangat segar diingatan Danny


"Elsa adalah mamanya Manda, tidak harus gue jelaskan lebih lanjutkan.... Seharusnya kamu sudah paham"


"Pantas saja tadi dia bilang akan membawa putrinya jika gue akan ikut pertemuan mereka"


"Itulah mengapa gue sudah memberikan peringatan kepadamu"


"Lalu, apakah kesepakatan bisnis mereka tetap dilanjutkan?"

__ADS_1


"Entahlah gue pergi dari sana"


__ADS_2