CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
68


__ADS_3

Berdasarkan cerita Lucky yang mengatakan mereka dulu bertetangga, kemungkinan ada konflik yang sudah lama terjadi namun belum selesai sampai sekarang.


"Untuk sementara gue akan menyelesaikan masalah yang menimpa Nia, lebih baik menyesuaikan yang lebih dekat dengan lingkungan kita, sambil kita mencari bukti pelaku pemerasan siang ini" Danny setuju dengan rencana Lucky menurut pandangannya masalah Nia lebih ringan dibandingkan dengan masalah pemerasan, jadi kemungkinan cepat terselesaikan prosentasenya sangat besar


****


Dua bulan berlalu, kejadian yang dialami Lucky membuat pengunjung di restorannya sedikit menurun, namun tidak butuh waktu lama untuk. mengembalikan jumlah pengunjung seperti beberapa bulan yang lalu, hanya diminggu awal saja banyak mengalami penurunan, namun berkat kerjasama semua pihak dapat mengembalikan kejayaan.


Sampai saat ini masalah yang menimpa Nia juga belum ada titik terang, karena pembuat onar dalam beberapa minggu juga tidak. memperlihatkan pergerakan, jadi Lucky dan kawan-kawan belum bisa mencari bukti lagi.


"Kamu menguping pembicaraan kami?" Vicky berbicara dengan cukup keras karena dia tidak suka jika ada yang menguping pembicaraan mereka


"Kalau tidak mau orang lain mendengar, jangan membicarakan sesuatu yang rahasia di tempat umum" Sanggaj siswa itu


"Sudahlah Vick, memang salah kita juga tidak bisa memilih tempat" Lucky menengahi perdebatan antara sahabatnya dengan siswa laki-laki yang duduk di dekatnya


"Sepertinya semuanya aman, namun dengan tidak adanya pergerakan, kita lebih sulit untuk mendapatkan bukti" Mereka mengobrol di kantin sekolah sambil menikmati makan siang


Namun tiba-tiba ada seorang siswa yang duduk di dekat mereka dan memberanikan diri untuk bertanya "Kalian mencari bukti apa? Apakah masih mencari bukti kebenaran yang menimpa cewek lo?" Semua siswa sudah mengetahui status Lucky dan Nia adalah sepasang kekasih


"Lo menguping pembicaraan kami?" Vicky berbicara dengan cukup keras karena dia tidak suka jika ada yang menguping pembicaraan mereka


"Kalau tidak ingin ada orang lain yang mendengar pembicaraan kalian, harusnya kalian tidak bicara di tempat umum" Siswa laki-laki itu berkilah dan menganggap dirinya tidak bersalah jika mendengar pembicaraan mereka

__ADS_1


"Sudahlah Vick, benar juga apa yang dia katakan. Kita juga bersalah membicarakan hal penting di tempat seperti ini" Lucky menengahi perdebatan antara sahabatnya dengan siswa laki-laki yang kini duduk di dekatnya


"Apakah boleh saya bicara, apabila nati yang saya bicarakan tidak penting, kalian bisa mengusir kita dari sini" Laki-laki itu meminta izin untuk bicara


"Ok, gue izinin lo ngomong tapi kalau lo hanya membual siap-siap saja tanganku ini akan bersarang di wajahmu yang tidak seberapa itu" Vicky sedikit tersulut emosi, pasalnya mereka tidak begitu akrab dengan siswa laki-laki itu tapi dengan seenaknya mau berbicara dengan mereka


"Silakan kalau mau bicara, lagi pula ini tempat umum siapapun boleh bicara" Lucky mempersilakannya untuk berbicara


"Tapi janji kalian akan membantuki jika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan"Siswa itu meminta perlindungan


"Iya, pasti tidak akan gue biarin seorangpun menyakiti dirimu jika memang informasi yang engkau berikan bermanfaat buat kami" Danny memberikan jaminan


"Informasi yang akan gue sampaikan harusnya adalah informasi yang sangat penting buat kalian" Masih saja ngelantur dan tidak segera bercerita


"Kamu ada niat untuk bicara tidak, kalau tidak silakan pergi dari sini, jangan membuang-buang waktu kami" Meskipun sedikit naik darah namun Vicky berusaha menekan emosinya agar tidak terjadi keributan


"Sabar dong, bicara juga butuh tenaga kali" Lucky dan Danny hanya memperhatikan tingkahnya


"Ok, gue akan mulai bercerita, sebenarnya saya sudah tahu dari awal kalau sebenarnya yang mencelakai Nia adalah Sonya, namun bukan atas dasar kemauan Sonya sendiri, dia hanya diperalat oleh seseorang yang memberinya imbalan" Siswa itu menjeda bicaranya sambil meminum lagi es di tangannya, kemudian melanjutkannya


"Ada seorang cewek yang menghampiri Sonya ketika kita akan berangkat outing class, seorang cewek dengan membawa mobil warna merah, pada waktu itu gue dari minimarket depan sekolah untuk membeli beberapa cemilan dan berpapasan dengan mereka, bahkan tanpa mereka sadari gue merekam semua kejadian yang terjadi di sana"


"Tidak usah berbelit-belit kalau mau bicara lebih baik langsung saja pada poinnya" Danny tidak sabar lagi mendengar ocehan siswa laki-laki yang menurutnya terlalu memutar-mutar.

__ADS_1


"Ok, intinya Sonya melakukan itu atas perintah seseorang dengan diberi imbalan. Dan untuk membuktikannya gue punya rekaman yang mungkin bisa kalian manfaatkan untuk mencari siapa sebenarnya dalang dari masalah itu, karena sejujurnya gue juga tidak mengenalnya, yang pasti dia masih seorang pelajar yang seusia dengan kita" Siswa itu menyelesaikan ceritanya


"Boleh tidak rekaman itu gue minta" Lucky berusaha meminta rekaman yang berhasil didokumentasikan


"Boleh, tapi dengan syarat?"


"Syarat apalagi?" Vicky mulai terpancing lagi emosinya


"Gue minta Lo menyelesaikan semua adminstrasi sekolahku, karena gue tidak bisa membayarnya"


"Ok, akan gue selesaikan setelah lo mengirim rekaman itu. Sebutkan siapa namamu dan kelas berapa" Lucky tidak ingin memperpanjang masalah, kalau hanya membayar adminstrasi sekolah, dia pikir itu hal yang mudah


"Sekarang gue kirim ke handphone lo"


Pengiriman memakan waktu yang tidak cepat, Lucky meminta identitas siswa itu dan segera menuju kantor administrasi untuk segera melunasinya, kebetulan saat ini Lucky membawa uang yang cukup.


Sampai di kantor administrasi, pengiriman video juga sudah selesai. Dengan disaksikan oleh Vicky dan Danny serta siswa itu sendiri, Lucky melunasi administrasi selama setahun dan digantikan dengan selembar kuitansi sebagai bukti pembayaran. Sebelum dia serahkan tak lupa Lucky memfotonya terlebih dahulu.


Selesai membayar, Lucky dan sahabat-sahabatnya memilih menuju ruang OSIS untuk memitar video yang sudah ada di handphonenya, tidak lupa Lucky memberi kabar kepada Nalem mengenai bukti rekaman video yang sudah ada di tangannya. Nalen juga ingin melihat siapa sebenarnya yang menjadi dalang dari semua masalah yang menimpa adik kesayangannya.


Handphone mulai diaktifkan dan mencari video yang dimaksud, video diputar awalnya memperlihatkan seorang gadis membawa mobil merah berada di samping mobil namun memunggungi perekam, sehingga tidak terlihat wajahnya, mereka memperhatikan postur tubuhnya, setelah mendekati akhir video untungnya gadis itu sempat melihat kearah perekam, jadi ada sedikit terlihat wajah aslinya meskipun hanya sebentar. Untuk meyakinkan bagian terakhir dari video diputar beberapa kali, memang benar pelakunya masih sekolah seperti mereka, namun bukan berasal dari sekolah yang sama dengan mereka.


"Siapa sih sebenarnya cewek ini, sepertinya gue tidak mengenalinya" Vicky sama sekali tidak bisa menebak siapa gadis ini

__ADS_1


"Gue tahu siapa dia.... " Dengan pasti Lucky bicars


__ADS_2