CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
164


__ADS_3

Tidak lama mereka mendapat telepon dari Lucky jika saat ini dia sudah berada di rumah dan meminta mereka untuk ke rumahnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.


Seperti biasa mereka akan lupa waktu jika sudah kumpul, ada saja bahan pembicaraan yang muncul dari yang bermanfaat sampai yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Hingga tengah malam mereka baru menyadarinya jika sudah terlalu lama mereka bersama untuk hari ini.


"Sudah malam saja, sepertinya kita harus pulang" Vicky menepuk bahu Danny yang masih asyik bermain game online


"Hmmm apa sih, jangan ganggu dulu. Baru juga login sudah mau diajak pulang saja, sebentar lagi ya...." Danny tidak ingin mengalah begitu saja dengan cara yang sangat memalukan


"Sudah tengah malam juga" Vicky mulai menggerutu


"Sudahlah... kalian tidur di sini saja, lagi pula sudah tengah malam, tidak aman jika berkendara di waktu tengah malam" Lucky meminta sahabatnya untuk menginap saja


"Iya, Kak, dari pada membuat orang-orang pada panik mikirin keselamatan kakak-kakak di jalan, lebih baik hubungi keluarga saja minta ijin menginap di sini" Nia juga merasa khawatir jika sahabat suaminya melakukan perjalanan di tengah malam


"Tapi, kalian janji jangan mengganggu kebersamaan kami dalam......" Lucky mengeluarkan syarat


"Mengganggu apanya, memang sudah boleh, ingat istri lo baru saja pulang dari rumah sakit" Danny mengingatkan Lucky


"Memangnya kalau baru pulang dari rumah sakit kenapa, apakah tidak boleh makan bareng?" Lucky yang belum menyelesaikan perkataannya menjawab sewot


"Bo... boleh kalau hanya makan bersama, lagian lo juga ngomongnya separuh saja"


"Makanya dengar dulu sebelum banyak komentar, pikiran lo sudah terkontaminasi dengan pergaulan yang tidak benar" Lucky berbicara panjang lebar


Mereka masuk ke kamar yang tidak ditempati oleh siapapun, rumah Lucky cukup nyaman untuk mereka, karena di sana tidak ada orang tuanya dan hanya mereka ditemani oleh beberapa orang yang bersih-bersih.


Pagi hari ketika baru membuka mata, seperti biasa Danny selalu mengecek handphone miliknya untuk mengetahui kabar berita selama dia tidur, karena sudah menjadi kebiasaannya jika sedang tidur makan handphone tidak diaktifkan.

__ADS_1


*****


Selepas subuh, Manda sudah rapi dengan membawa tas yang berisi beberapa baju dan keperluan lain. Dia tidak membawa semua baju-bajunya karena menurut perencanaan mereka, dia tidak akan pergi terlalu lama. Ketika semua persiapan sudah matang, mereka akan kembali.


Menggunakan penutup kepala untuk menutupi wajah cantiknya, Manda menghentikan angkot yang melewatinya dan bergegas masuk tanpa melihat sekelilingnya.


Berhenti di suatu tempat yang sudah dia sepakati dengan Farhan. Farhan menunggu dengan mengendarai mobil warna hitam ditemani oleh dua orang anak buahnya. Mereka akan pergi ke suatu tempat yang cukup jauh dan tidak banyak orang yang mengenal bahkan tidak mengenal mereka.


"Wah, tepat waktu juga,gue kira lo bakal lama, karena kebiasaan cewek yang harus memoles wajah" Sambut Farhan ketika melihat Manda mulai berjalan mendekati mobilnya


"Buat apa harus dandan cantik kalau bukan diajak berkencan, buang-buang waktu saja" Manda menjawab dengan asal


"Sudahlah, ayo takutnya sampai di sana kemalaman" Mereka berempat memasuki mobil dan bergegas melajukan mobil ke tempat tujuan


Benar saja Farhan dan Manda tiba di tempat tujuan hampir tengah malam karena mereka beristirahat beberapa kali diperjalanan. Setelah mengambil kunci kamar masing-masing yang sudah dipesan oleh Farhan sebelum berangkat, mereka menuju ke kamar untuk istirahat dan akan merencanakan esok hari.


"Apa yang harus kita lakukan?" Manda mulai membuka perbincangan setelah mereka berbicara masih belum fokus pada inti dari rencana awal


"Aku punya beberapa ide, kalau kalian setuju dengan ide aku kita bisa segera mengeksekusinya" Farhan mengatakan beberapa ide yang sudah dia siapkan beberapa waktu lalu, yang hanya tinggal mematangkan saja agar bisa mengelabuhi dengan mulus


"Kalau sudah ada ide, tinggal kita memilih salah satu yang sekiranya bisa kita kerjakan tanpa ada rintangan dan tidak terendus oleh oknum berwajib" Manda sudah tidak bisa berfikir lagi semenjak beberapa ide yang dia lakukan selalu mengalami kegagalan


"Baik, ide ini yang paling mudah dan bisa segera kita lakukan dalam waktu dekat" Farhan menjabarkan ide yang sudah dia susun


Mereka semua setuju dengan ide yang sudah dijabarkan oleh Farhan, selain idenya mudah tetapi juga tidak akan meninggalkan jejak yang sangat berarti, mengingat mereka sebelumnya sudah berteman dan bersahabat sejak lama.


"Sebenarnya banyak pertanyaan yang ada dalam otak gue, mengapa kamu bisa merencanakan hal gila seperti ini, sedangkan kalian dulunya bersahabat bahkan hingga sekarang"

__ADS_1


"Apakabar dengan dirimu, bahkan kamu sangat tergila-gila dengannya tapi kami selalu berusaha membuat hidupnya hancur"


"Tapi, yang menjadi sasaranku bukan dia"


"Apa bedanya, jika kamu menyakiti istrinya sudah tentu kamu juga menyakitinya, kamu tahu sendiri bagaimana cintanya Rasya pada wanita itu"


"Sudahlah tidak perlu dibahas lagi, gue sudah muak dengan kehidupan mereka yang selalu dilimpahi kebahagiaan, sedangkan diriku, kamu tahu sendiri bagaimana keluargaku saat ini"


"Sebenarnya aku juga sudah sangat muak dengannya, dia selalu saja diberi kemudahan dalam menjalankan bisnisnya, semuanya berjalan dengan baik tanpa dia harus terjun langsung, sedangkan usahaku sangat sulit untuk berkembang dan membuka cabang baru"


"Persaingan bisnis sepertinya"


"Ya begitulah, bisnis sudah tidak mengenal kerabat ataupun sahabat, demi melancarkan bisnis apapun akan dihalalkan"


"Tapi, ide yang kamu rencanakan sangat fatal jika nanti benar-benar tercapai, apakah kamu sudah siap dengan hal terburuk?"


"Kalau kamu kasihan dengan Rasya lebih baik kamu mundur sekarang sebelum kamu terlibat terlalu jauh dan tahu detail rencanaku, karena bukan tidak mungkin jika kami akan menghianatiku demi cinta buatmu itu"


"Gue tidak akan pernah mundur, jika gue sudah memutuskan untuk bergabung, gue juga sudah muak dengan yang mereka lakukan kepada keluargaku"


"Akan aku pegang kata-katamu"


"Kamu bisa mengandalkan dan tidak akan pernah mungkin berkhianat terhadapmu"


"Baik, sebelum kita melancarkan rencana, lebih baik kamu menetap di sini terlebih dahulu, jika waktu sudah memungkinkan akan ada anak buahku yang akan menjemputmu, supaya tidak ada orang yang bisa melihatmu, setelahnya kamu akan dibawa ke sebuah rumah yang sudah aku persiapkan. Disana kamu bisa bersiap-siap untuk melakukan eksekusi"


Setelah menyelesaikan pembicaraan mereka menghabiskan makanan yang sudah Farhan pesan dan kembali ke kamar setelah semua beres.

__ADS_1


Seperti rencana, Manda ditinggal di sini untuk menghilangkan jejaknua terlebih dahulu, sedang Farhan beserta kedua anak buahnya kembali ke rumah.


__ADS_2