CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
106


__ADS_3

Lucky dan Pandu bergegas menuju kantor polisi menyusul Nara yang sudah berada di sana setengah jam yang lalu, bahkan Nalen juga harus ke sana setelah mengetahui jika Nara berada di kantor polisi sendirian.


Tak lama berselang setelah kedatangan Nalen yang lebih dulu sampai, Lucky juga memasuki gerbang utama kantor polisi. Mereka berjalan tergesa-gesa menghampiri Nara yang kini sudah memulai proses laporannya dengan beberapa bukti yang telah dia siapkan.


Para polisi tetap memproses laporan, meskipun mereka masih pelajar dan mahasiswa. Karena bukti yang mereka bawa sudah tidak bisa diragukan lagi. Terlihat jelas gambar yang ada di sama.


"Baiklah, laporan sudah kami terima, terima kasih atas informasi dan bukti-bukti yang sudah cukup lengkap untuk menjerat mereka ke tanah hukum. Kami akan memberikan kabar paling lama satu kali dua puluh empat jam. Untuk saat ini silakan untuk meninggalkan ruangan ini terlebih dahulu" Polisi yang menangani laporan Nara cukup bersahabat dan juga tidak membedakan pelayanan meskipun mereka tergolong masih pelajar.


"Terima kasih sebelumnya Pak, kami akan menunggu kabar baik dari Bapak" Nalen menjabat erat tangan polisi yang masih cukup muda dan berwibawa


"Sama-sama" Jawabnya singkat


Mereka berempat meninggalkan kantor polisi dengan kendaraan dan tujuan yang berbeda. Pandu dan Lucky harus segera pulang ke rumah, sedangkan Nalen dan Nara pergi ke kampus karena mereka mempunyai kelas.


Pandu cukup terkesima dengan persahabatan mereka, yang belum pernah dia temui dimanapu, mereka selalu kompak meskipun kadang saling mengejek namun tidak ada yang merasa tersinggung.


Sampai di rumah, Lucky mengantar Nia untuk pulang ke rumahnya dengan mengendarai motor sportnya. Nia memakai jaket milik Lucky untuk menutupi kaos yang terlihat kebesaran.


"Kak, nanti kita mampir beli makan dulu ya" Nia berpesan sebelum naik ke motor milik Lucky


"Memangnya kamu tidak malu, pakai baju seperti itu masuk ke restoran?" Lucky bertanya untuk memastikan keinginan Nia


"Dari pada menahan lapar, lebih baik menahan malu" Nia kini semakin berani berbicara ketika bersama Lucky


"Memangnya kamu tadi di rumah Bunda tidak makan?"Lucky penasaran, karena setahu Lucky, Rahma selalu masak makan sehari-hari

__ADS_1


"Siapa bilang Nia belum makan, sudah kok, tapi sudah lapar lagi" Lucky menghela napasnya dan segera melakukan motornya menyusuri jalanan dengan kecepatan rendah sambil mencari tempat makan yang mudah dijangkau dan damai pengunjung


Karena tidak menemukan tempat makan yang menarik perhatiannya, Nia memilih mengajak Lucky untuk pergi ke taman yang biasa mereka kunjungi, Nia ingin membeli jajanan kesukaannya yang sudah lumayan lama tidak dia beli.


Turun dari motor, Nia langsung berlari menuju penjual lang*anannya serta mencari tempat duduk yang sedikit ramai. Tidak menunggu lama pesanan sudah disajikan, sembari menikmati jajanan di hadapannya, Nia berbincang dengan pengunjung lain. Di tengah asyiknya memgobrol ada yang bertanya


"Kalian, masih kok sudah nikah?" Tanya seorang pengunjung yang berada di samping Lucky, dia penasaran karena melihat baju yang dipakai Nia bukanlah baju miliknya, dilihat dari ukurannya yang terlihat kebesaran


"Beluk kok mas, kami belum menikah"Sanggah Lucky dengan cepat, agar mereka tidak salah paham


"Tapi, mengapa baju mbaknya seperti bukan baju miliknya?" Nia membelalakkan matanya, sampai dia melupakan baju yang dia pakai, hal ini pasti membuat setiap orang bertanya


"Oh, begini mas, tadi dia ada di rumah saya, kebetulan baju yang dia pakai kotor, lalu dia pinjam baju milik saya" Lucky berusaha meluruskan dengan cukup berhati-hati


"Mas, kalau bicara bisa dijaga tidak, jangan asal menuduh pada sesuatu yang tidak anda ketahui" Lucky mengajak Nia untuk beranjak pergi meninggalkan taman dan segera menghampiri motor yang dia parkirkan tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Belum juga mereka meninggalkan tempat parkir, namun Lucky hendak menarik tuas gas motornya, tiba-tiba ada seseorang yang berlari ke arah mereka dan hampir tertabrak motor Lucky.


"Maaf mas, mbak. Saya tidak memperhatikan jalanan, saya tergesa-gesa karena ada orang yang mengejar saya" Orang yang hampir tertabrak meminta maaf berulang kali tanpa memperlihatkan mukanya dan segera berlari lagi meninggalkan mereka yang belum sempat untuk berbicara


Lucky segera beranjak pergi dan tidak mau ikut campur urusan orang lain yang tidak mereka kenal. Namun bari beberapa meter motoe Lucky meninggalkan tempat parkir, ada beberapa orang dengan berpakaian preman berdiri tidak jauh dari tempatnya dan seperti mencari seseorang. Mereka terlihat sangat menakutkan dengan wajahnya yang ditumbuhi banyak bulu jenggot dan terdapat beberapa tato yang terdapat di wajahnya menambah kesan menakutkan bagi siapapun yang melihatnya.


Dalam ketenangan cahaya, Lucky berusaha melihat dengan pandangan mata yang sangat terbatas, namun dilihat dari siluet badannya sepertinya Lucky mengenalnya. Dia kemudian sedikit mendekat dan menyorot wajahnya dengan lampu depan motornya. Sontak saja orang itu mendekat dan terlihat marah


"Lo, cari masalah dengan gue, memangnya kita saling kenal?" Gerutu orang itu

__ADS_1


Lucky sedikit tersenyum dan mematikan lampu yang menyorot tajam.


"Memang kita tidak saling kenal, tapi gue tahu siapa lo" Orang berperawakan tubuh kekar dan tinggi itu sedikit mendekat dan memperhatikan wajah Lucky


Nia dibuat ketakutan dengan kejadian di depannya saat ini


"Kak, mending kita segera pulang, dari pada kita berurusan dengan orang seperti itu" Nia berbicara dengan sedikit berbisik agar tidak terdengar oleh orang yang kini berada di hadapan mereka


"Kamu tenang saja, tidak akan terjadi apapun kepada kita" Lucky menenangkan Nia yang mulai gemetar


"Tapi Kak, Nia takut jika orang itu nanti berbuat sesuatu kepada kita" Nia semakin mengeratkan tangannya menggenggam jaket yang dipakai oleh Lucky


"Kakak jamin tidak akan terjadi apapun dengan kita berdua" Lucky masih berusaha menenangkan Nia semakin membenamkan wajahnya di punggung Lucky


Lucky masih membiarkan Nia yang semakin mengeratkan pegangannya


"Lo, benar tidak tahu siapa gue?" Lucky bertanya dengan cukup keras dan mematikan mesin motornya


Orang itu penasaran juga, ada orang yang berani berbuat seenaknya terhadapnya


"Sebenarnya lo siapa, kalau Lo masih mau hidup lebih baik segera pergi dari sini" Bertanya


Lucky membuka helm yang menutupi wajahnya sejak tadi dan mulai menggertak juga


"Kalau Lo berani berbuat jahat ke gue, Lo bakal menyesal seumur hidupmu, dan gue pastikan Lo tidak bisa hidup tenang karena arwahku pasti akan selalu mengikutimu" Lucky semakin menyeringai

__ADS_1


__ADS_2