
Selama tiga hari mereka camping, setelah memutuskan untuk menyelidiki 3 orang yakni Sonya, Manda dan juga Nana, mereka bergegas merapikan semua peralatan yang dibawa untuk diangkut ke dalam mobil milik Lucky yang sudah dibawa mendekat ke area camping agar lebih mudah menatanya.
Karena merasa lelah, Lucky meminta Danny untuk menyetir selama perjalanan pulang kali ini, dia tidak mau ambil resiko jika memaksakan diri untuk tetap menyetir sendiri. Sebenarnya bukan alasan utamanya jika dia lelah, tapi ingin menikmati perjalanan pulang dengan mengobrol dengan Nia, meskipun sebenarnya setiap hari mereka sudah mengobrol, tapi mulai saat ini mereka berbicara sebagai sepasang kekasih yang baru kasmaran.
"Dan, lo yang bawa mobil ya, gue capek banget" Danny hanya bisa pasrah menerima kunci yang sudah berada di tangannya dengan tiba-tiba.
"Uh, nasib orang nebeng" Menggerutupun tidak ada gunanya. "Vick, lo di depan sama gue, kalau nanti gue capek lo yang ganti bawa mobilnya" Lanjutnya
Nara dan Nalen kebetulan ada sesuatu yang harus mereka selesaikan segera, jadi mereka. memilih untuk memakai jasa online, hanya barang-barang mereka yang ikut dalam mobil Lucky.
"Barangnya Kak Nara nanti bagaimana?" Tanya Nia ketika mobil sudah hampir melaju
"Biar di rumah kita saja, nanti biar kakak yang antar" Nara masih tetap tinggal di mess restoran milik Lucky, di sana dia biasanya membantu-bantu meskipun demikian dia juga diberi gaji meskipun tidak full, karena bekerjanya juga sesuka hati Nara. Lucky tidak mempermasalahkan itu, hitung-hitung membantu teman dengan memberi tumpangan tempat tidur, kamar tidur di sana juga dibuat nyaman layaknya kamar yang ada di rumah, supaya para karyawan yang menginap merasa nyaman dan betah tinggal di sana.
"Baiklah, Hati-hati Kak, jagain Kak Nara dengan baik...." Nia mengucapkan salam perpisahan sebelum berangkat
"Iya, sudah sana berangkat" Nia hanya bisa mencebikkan bibirnya ketika merasa dirinya diusir oleh Kakaknya sendiri
"Bentar nungguin mobil kakak datang dulu, takutnya nanti mobilnya tidak mau menjemput Kakak lagi" Nia mengejek Nalen
Setelah mobil online sudah datang, mereka berangkat bersama-sama namun berbeda tujuan. Nia, Lucky, Danny dan Vicky dengan tujuan pulang ke rumah, sedangkan Nalen dan Nara pergi dengan tujuannya sendiri.
****
Sebenarnya Nara tidak tahu kemana mereka akan pergi, dia hanya mengikuti rencana Nalen, namun si empunya rencana setiap kali ditanya tidak mau mengaku dan memilih diam. Nara semakin penasaran pasalnya sudah setengah jam berlalu berkendara namun belum sampai juga di tempat tujuan.
"Sebenarnya kita mau kemana sih, gue sudah capek banget" Lagi-lagi Nara bertanya
__ADS_1
"Kalau lo capek, istirahat dulu juga tidak apa-apa, kalau sudah sampai nanti akan gue bangunin" Nalen masih saja merahasiakan tujuannya
Nara tertidur juga karena badannya terasa capek meskipun ketika camping mereka tidak melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Karena merasa kasihan jika harus membangunkan Nara, akhirnya mereka berputar lagi. Setelah sampai di tempat tujuan untuk yang kedua kalinya, Nara mulai membuka mata bersamaan mobil berhenti di suatu tempat.
"Baru sampai? maaf, sepertinya gue tidur terlalu lama" Nara merasa tidak enak karena dia tertidur selama dalam perjalanan
"Tidak apa-apa, lagian kita juga baru sampai" Nalen tidak ingin membuat Nara merasa bersalah karena sudah tertidur sangat lama
"Mengapa kita ke sini?" Nara bertanya penasaran, kalau cuma mau makan mengapa tidak mengajak mereka bersama-sama, pasti mereka juga merasa lapar
"Kalau ke restoran, biasanya orang-orang pada ngapain?" Nalen mulai turun dari mobil dan menarik Nara untuk segera mengikuti langkahnya
"Pasti mereka mengisi perut mereka yang lapar"
"Nah, itu tahu, jadi kita kesini mau makan" Nalen mulai menjawab pertanyaan aneh dari Nara
Memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela dengan pemandangan yang sangat menarik untuk menghilangkan penat.
Tidak lama pramusajk datang dengan membawakan pesanan mereka.
****
"Dan, tolong nanti lo bawa mobil gue ke rumah lo dulu ya, gue mau mampir ke restoran dulu, sudah beberapa hari gue tidak ke sana, takutnya ada bahan yang habis" Lucky membuat alasan lagi agar bisa pergi berdua dengan Nia
Saat ini Nia masih terlelap dalam tidur dengan bersandar pada kursi, tidak mungkin juga dia akan bersandar di bahu Lucky.
"Bilang saja, masih ingin berduaan" Danny mulai menggoda Lucky
__ADS_1
"Gue juga sudah tahu, gue lihat kalian di pinggir sungai waktu itu, erat banget takut lari lagi ya..." Dengan spontan Lucky menimpuk kepala temannya dengan kertas gulung yang ada di dalam mobil, bukan apa-apa, Lucky sendiri tidak merasa malu jika kedua sahabatnya itu sudah tahu tapi dia takutnya Nia akan merasa malu jika hal itu diketahui orang lain
"Ups... sorry... " Danny menutup mulutnya
Sampai di restoran milik Lucky, keduanya turun berjalan berdampingan memasuki restoran, kali ini Nia tidak ditinggal di luar melainkan di ajak Lucky masuk ke dalam.
"Kak, kita duduk di sana saja ya" Nia malu-malu menunjuk sebuah kursi
"Tidak, sekarang kamu ikut aku" Lucky kemudian mengenggam tangan Nia dengan lembut dan menuntunnya ke sebuah ruangan
"Mengapa kita ke sini Kak?" Nia takut kalau nanti ada sekuriti yang memergoki mereka dan berakhir dengan pengusiran
"Tidak usah takut, tidak akan ada yang berani mengusir kita di sini" Seperti mengetahui ketakutan Nia, Lucky kemudian berkata menenangkannya
"Kalau nanti ada yang mengusir kita, kakak yang tanggung jawab ya..."
"Jangankan hanya menanggungmu karena diusir satpam, menanggung hidupmu saja Kakak mau kok" Nia mulai memerah wajahnya mendengar gombalan Lucky
"Sudah, ayo masuk" Tangan Nia masih berada dalam genggaman Lucky yang seolah tidak mau terlepas lagi.
Memasuki ruangan dengan berpegangan tangan, namun kemudian Lucky meminta Nia untuk duduk di sofa yang ada di sana, kemudian Lucky mulai duduk di kursi kerjanya sambil melakukan panggilan telepon.
Nia masih bingung dengan apa yang dilakukan Lucky barusan. Tidak terlalu lama ada seorang karyawan yang masuk dengan membawakan minuman dan makanan untuk mereka berdua. Kemudian dia duduk di kursi yang berada di seberang Lucky dengan membuka map yang dia bawa dan mulai berbicara kepada Lucky.
Menurut pendengaran Nia seperti melaporkan sesuatu, namun Nia tidak ambil pusing dan malah menikmati makanan yang sudah tersedia.
Lucky tersenyum melihat tingkah orang yang baru beberapa hari ini menjadi kekasihnya secara resmi
__ADS_1