
"Yah, mengapa pagi-pagi sudah menyuruh kami ke sini, padahal kami paru pulang dini hari dan baru tidur selepas subuh, ini juga mata masih mengantuk" Lucky yang sebelum-sebelumnya jarang bicara kini mulai banyak bicara
"Maaf Yah, Pak" Lucky yang baru menyadari ada orang lain yang bersama dengan ayahnya segera meminta maaf, Nia yang sejak tadi tangannya berada di genggaman Lucky hanya bisa mengikuti di belakangnya
"Iya, tidak apa-apa, maafkan Bapak yang sudah mengganggu kebersamaan pengantin baru, harusnya mungkin Bapak yang datangnya agak siang, Bapak minta maaf" Burhan merasa tidak enak karena sudah mengganggu tuan rumah
Lucky dan Nia beranjak mendekati Ayah dan Bundanya duduk di dekat mereka sambil menunggu pembicaraan dimulai.
"Nia, Lucky, sebelumnya kenalkan Bapak yang ada dihadapan kita namanya Pak Burhan, beliau adalah pengacara Kakekmu Luck, mungkin kamu belum pernah mengenal dan bertemu dengan beliu"Pras mengenalkan Pak Burhan kepada Lucky dan Nia
"Dan ini adalah anak laki-laki kami dan yang sebelahnya Nia, menantu kami" Pras juga mengenalkan nama anaknya
"Salam kenal Pak" Lucky dan Nia bicara bersamaan
"Mengapa pengacara kakek datang ke rumah kita Yah?" Lucky yang belum tahu maksud kedatangan Burhan bertanya
"Lebih baik kita dengarkan dulu maksud kedatangan Pak Burhan ke rumah kita" Pras tidak mau mendahului maksud kedatangan pengacara
"Silakan Pak Burhan" Pras memberikan waktu kepada Burhan untuk berbicara
Burhan mengambil beberapa berkas dari dalam tasnya yang sudah dipersiapkan sejak kemarin setelah mendengar pernikahan Lucky. Salah satu berkas yang berada dalam amplop berwarna coklat dan masih tersegel dengan rapi diambil oleh Burhan terlebih dahulu.
"Sebelum kita keintinya, sebagaimana yang telah diperkenalkan oleh Pras, saya Burhan salah satu pengacara dari Kakek Rasya. Dan hari ini adalah hari terakhir bagi saya bekerja untuk beliau" Burhan menarik napasnya sebelum melanjutkan bicaranya
__ADS_1
"Yang pertama saya mendapatkan amanah untuk membacakan wasiat dari mendiang dan semuanya tertulis di dalam sini"
Burhan membuka segel amplop dengan hati-hati. Setelah terbuka diambilnya beberapa lembar kertas yang berada di dalam kemudian mulai membacanya.
"Isi dari wasiat beliau adalah, apabila beliau meninggal maka semua harta akan dibagi untuk, yang pertama diberikan kepada Rasya Lucky Wibowo sebagai salah satu cucunya sebesar setengah dari seluruh harta yang ditinggalkan beliau, berikutnya apabila suatu saat cucunya tersebut di atas menikah dengan anak dari sekretarisnya yang bernama Elsa maka menantunya akan mendapatkan bagian harta sebanyak seperempat, namun jika bukan anak dari Elsa yang menjadi cucu menantu maka keputusan diserahkan kepada Prasetyo Wibowo selaku anak. Kemudian sisanya akan diberikan kepada Prasetyo Wibowo" Burhan menarik nafas lagi setelah selesai membacakan inti dari wasiat yang tertulis di sana
"Dan wasiat ini harus segera dibacakan setelah Rasya menikah" Itulah yang menjadi wasiat dari Papa dan Kakel kalian
"Kami tidak mau menerima semuanya, bukankah saya sudah tidak dianggap sebagai anak beliau, mengapa hartanya itu tidak diberikan saja kepada sekretarisnya yang serakah itu?"Pras sedikit emosi mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu dimana dia harus meninggalkan keluarganya dan hidup mandiri, membawa istrinya pergi yang saat itu dalam keadaan mengandung besar.
"Tapi, semua berkas sudah beliau tanda tangani, kalau kamu dan keluargamu tidak mau menerima yang penting kewajiban dan tanggung jawab saya sebagai pengacara sudah terlaksana, namun menurut pendapat saya sebaiknya kamu terima, karena sebenarnya sudah beliau persiapkan sejak lama, sebelum kepergianmu dari rumah, dan pastinya semua hanya untukmu juga anakmu. Yang untuk panti asuhan sudah beliau berikan"Burhan menjelaskan dengan detail
"Lagi pula ini demi kebaikan anak keturunanmu sebagian besar diberikan untuk mereka bukan dirimu" Lanjut Burhan
"Kalau kalian tidak mau tanda tangan maka setengah dari asset milik Kakek Rasya akan dimiliki oleh Elsa sebagai tangan kanan beliau sewaktu masih hidup dan itu sudah dijanjikan kepadanya setelah beberapa hari pembuatan wasiat" Lanjut Burhan lagi
"Dari pada jatuh ke tangan orang yang begitu serakah apa boleh buat, kami akan menerimanya" Pras tifak ingin jika harta kekayaan milik Papanya jatuh ke tangan orang jahat seperti Elsa
Burhan mengeluarkan berkas-berkas lain yang perlu ditanda tangani oleh mereka.
"Berkas warna biru untuk pengalihan asset yang diberikan kepada Rasya, berkas warna merah untuk pengalihan asset yang diberikan kepada cucu menantu, sedangkan yang warna kuning untuk Pras, dan yang hijau untuk anak menantu" Burhan menyerahkan semua berkas, masing-masing sudah ada isinya hanya tinggal tanda tangan saja.
Selesai penandatanganan pengalihan semua asset milik Kakek Lucky, Burhan segera merapikan dan memasukkan berkas ke dalam tas untuk diproses lebih lanjut, setelah selesai semua maka tanggung jawab Burhan sudah selesai dan secara otomatis tidak ada lagi amanah yang dia tanggung, yang ada tinggal rasa kekeluargaan.
__ADS_1
Sebelum Burhan meninggalkan kediaman keluarga Lucky dia berpesan kepada Lucky "Rasya sebaiknya kamu dan istrimu selalu berhati-hati dengan Elsa dan juga anaknya, karena bukan tidak mungkin mereka akan berusaha mendapatkan harta peninggalan kakekmu meskipun kamu sudah resmi menikah. Serta kalian harus saling percaya satu sama lain jika tidak ingin ada perceraian diantara kalian. Karena yang akan bahagia dengan perceraianmu adalah mereka berdua, sekali lagi kami harus berhati-hati"
"Terima kasih Pak atas semua kebaikan Bapak, dan akan kami ingat terus pesan yang Bapak sampaikan"
"Sama-sama, meskipun kita belum pernah bertemu dan saling bertegur sapa, tapi saya sangat yakin jika kalian orang-orang yang bisa dipercaya dan bisa memegang janji" Burhan menepuk bahu Lucky beberapa kali
"Kamu sangat beruntung bisa memenangkan hati Rasya, saya yakin kalian akan hidup bahagia meskipun kalian menikah di usia yang masih sangat muda" Burhan menyalami Nia yang hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka
"Terima kasih Pak atas segalanya" Nia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Burhan
Burhan meninggalkan kediaman keluarga Lucky untuk segera menyelesaikannya proses pengalihan asset setelah berpamitan kepada seluruh isi rumah.
Mbak Sri ikut bertanya-tanya siapa sebenarnya majikannya ini, mengapa tiba-tiba ada seorang pengacara yang datang dan menyerahkan begitu banyak asset.
"Maaf Pak, sebenarnya bapak ini siapa kok ada orang yang memberi banyak harta dengan tiba-tiba, sedangkan saya selama bekerja di sini belum pernah melihat Kakeknya Mas Lucky"Sri bertanya dengan hati-hati
"Jangankan kamu Mbak, saya cucunya saja , belum pernah bertemu dengan beliau" Lucky yang sejak kecil belum pernah bertemu dengan Kakek Neneknya juga penasaran
"Kalian tidak perlu tahu siapa mereka dan di mana mereka tinggal" Pras bergegas mengambil kunci mobil dan pergi ke kantor
"Luck, kalau pekerjaanmu di restoran sudah selesai, segera ke kantor Ayah. Ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan, jangan lupa ajak Nia bersamamu" Pras berpesan kepada Lucky sebelum keluar meninggalkan rumah
"Iya, Yah" Jawab Lucky singkat
__ADS_1