
Lucky dan Nia tidak ada pilihan lain lagi, mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju kamar milik Lucky. Sebenarnya Nia sudah beberapa kali tidur di kamar Lucky tapi entah bagaimana bisa kini dia merasa canggung untuk memasukinya. Nia hanya mengekor Lucky yang kini berjalan santai di depannya, dari bawah Nia terus saja menundukkan kepalanya sambil berfikir apa yang akan dia lakukan di sana. Kalau biasanya ketika dia tidur, Lucky pasti keluar kamar dan pergi bekerja, namun apa mungkin malam-malam begini juga akan pergi kerja.
Lucky membuka pintu kamar dan mempersilakan Nia untuk masuk terlebih dahulu, namun tiba-tiba Ryasmi memanggilnya dan memberikan sebuah tas yang berisi beberapa pakaian.
"Mama cuma mau memberikan ini" Ryasmi memberikan tas yang berada di tangannya kepada Nia
"Terima kasih Ma" Nia memeluk mamanya dengan erat sebelum dia masuk ke kamar
Ryasmi hanya bisa berpesan kepada Nia untuk bisa menjaga diri dan menurut apa kata suami, Nia menganggukkan kepalanya dan berusaha menerima semua yang telah terjadi kepadanya.
"Jangan bersedih, semoga hidupmu lebih bahagia dan jadilah istri yang berbakti kepada suamimu, apa yang dikatakan suamimu adalah perintah dan jangan sekali-kali kamu membangkang kecuali dia berbuat maksiat" Ryasmi kembali mengucapkan pesannya kepada anak gadisnya yang kini sudah beralih tanggungjawab kepada orang lain
Ryasmi turun dan meninggalkan anaknya sekaligus berpamitan akan pulang bersama papanya.
"Kakak mandi dulu, kalau kamu capek istirahatlah" Lucky segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena Nia merasa sangat capek dan ingin istirahat dulu
Badannya yang sudah terasa sangat lelah membuat Nia sudah tidak memikirkan apapun, dia menuju ke ranj*ang milik Lucky yang pastinya sudah dibersihkan oleh Mbak Sri dan diganti semuanya dengan yang baru. Tidak butuh waktu lama, Nia sudah beralih ke alam mimpi. Ketika Lucky menyelesaikan acaranya di kamar mandi, dia sudah mendapati Nia yang terlelap dengan nyaman. Tidak ada niatan dalam diri Lucky untuk membangunkan Nia, dia memilih membiarkan Nia untuk istirahat melepas lelah. Lucky menuju meja kerjanya setelah sebelumnya menutup badan Nia dengan selimut tebal agar tidak kedinginan. Dengan mengusap dan merapikan rambut Nia yang menutupi wajah manisnya membuat Lucky tidak bisa mengalihkan pandangannya. Setelah puas menatap wajah Nia yang tentram Lucky menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, tubuhnya juga sudah sangat lelah seharian yang membuatnya sedikit shock namun juga mendatangkan kebahagiaan.
Lucky mengambil bantal yang berada di sebelah Nia dan berniat untuk tidur di kamar sebelah, namun ketika Lucky hendak keluar, Nia terbangun.
"Kakak mau ke mana?" Dalam keadaan setengah sadar Nia bertanya tanpa membuka matanya
"Ke kamar sebelah, kamu tidur sendiri ya...?" Lucky mendekat dan duduk di ujung ranj*ang
"Kalau ketahuan Ayah dan Bunda bagaimana?" Nia juga takut tidak bisa menjawab jika besok pagi ditanya oleh mertuanya
"Tidak akan, mereka tidak akan tahu jika kita tidur terpisah" Lucky meyakinkan Istrinya
__ADS_1
"Di sini saja, Nia tidak apa-apa kok" Nia merasa kasihan kepada Lucky karena kamar sebelah diketahui Nia tidak pernah dipakai dan jarang dibersihkan
"Lagi pula di sana bukannya kotor?" Lanjutnya
"Tapi di sini tidak ada tempat lain selain ranj*ng ini" Lucky masih ragu untuk tidur di ranj*ng yang sama
"Bukannya tidak ada salahnya jika kita berbagi ranj*ng?" Nia sebenarnya juga ragu mengatakan hal itu
"Kakak masih takut, jika nanti tidak bisa mengendalikan diri kakak"
"Sudahlah Kak, sudah malam juga. Kakak juga harus segera istirahat agar besok pagi lebih segar"
Lucky dan Nia tidur malam ini tidur bersebelahan, mereka yang awalnya hanya ingin segera tidur namun malah sama-sama tidak bisa memejamkan mata karena gelisah. Untuk mengurangi kegelisahan Nia beranjak pergi ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan gosok gigi, karena sejak sore dia tidak mandi. Dengan membawa sebuah handuk dan juga tas yang dibawakan oleh Ryasmi untuknya. Semua baju dia tanggalkan dan dimasukkan ke dalam rendaman baju kotor. Dibukanya tas berwarna coklat dan diambilnya baju yang ada ditumpukan paling atas, namun alangkah kagetnya dia yang dia pegang saat ini baju tipis dan kurang bahan. Diambilnya lagi yang lainnya namun lagi-lagi baju dengan bahan yang sama, namun dengan model yang berbeda, Nia menjadi sangat panik karena tidak menemukan baju-bajunya di dalam tas pemberian mamanya. Hampir setengah jam berlalu, namun Nia belum juga keluar dari kamar mandi membuat Lucky khawatir. Diketuknya beberapa kali pintu kamar mandi, namun Nia masih menjawab, hal itu membuat Lucky menjadi tidak khawatir lagi.
Lucky membuka sebuah buku untuk dia baca, hampir menyelesaikan tiga puluh halaman, namun Nia belum keluar juga.
"Sebentar Kak"
"Keluar gih, sudah malam ini"
"Kakak tidur saja dulu, nanti Nia nyusul"
"Baiklah, kakak tidur dulu, jangan lama-lama di dalam sana
" Heem"
Lucky kembali ke ranj*ng dan memejamkan matanya. Dia pura-pura terlelap menunggu Nia keluar kamar mandi, karena takut terjadi apa-apa kepada Nia.
__ADS_1
Dari dalam kamar mandi, Nia mengintip dan sudah mendapati Lucky terlelap, dia segera keluar dengan terpaksa memakai baju yang kurang bahan itu karena tidak ada baju lainnya. Dia segera berlari dan menutup diri dengan selimut sebelum Lucky menyadarinya.
Lucky yang sejak tadi melihat pemandangan di depan matanya semakin gelisah dan tidak bisa tidur.
"Say*ng" Suara Lucky terdengar serak
"Iya, kakak belum tidur?"
"Belum, apakah tidak ada baju lain?"
"Ada, tapi kakak lihat saja sendiri di dalam tas, bahkan baju yang Nia pakai tadi sudah masuk rendaman
"Pakai baju kakak saja ya?" Lucky tidak ingin khilaf, jika. membiarkan Nia tetap memakai bajunya saat ini
Lucky menuju ke lemari dan mengambil kaos dan celana yang bisa dipakai Nia
"Pakai ini saja, takutnya kamu nanti malah sakit kalau pakai itu" Lucky memberikan kaos dan celana pendek kepada Nia agar segera berganti pakaian.Sebenarnya Lucky mengkhawatirkan dirinya sendiri, tidur berdampingan saja sudah membuatnya tidak bisa tidur apalagi jika melihat Nia yang berpakaian seperti itu, setan pasti sangat mendominasi pikirannya.
Nia menerimanya dan segera berganti pakaian, Nia sendiri juga tidak nyaman dengan bajunya saat ini. Mendapatkan baju Lucky sudah membuatnya senang dan ingin segera beranjak tidur, karena kaos yang diberikan Lucky terlalu besar di badan Nia, dia memilih hanya memakai kaos saja. Lagi-lagi membuat Lucky tidak berdaya.
"Kakak tidur di sebelah saja" Lucky sudah sangat frustasi
Nia menarik tangan Lucky dan memegangnya dengan erat.
"Sebenarnya Nia.... Nia..."
"Mengapa?"
__ADS_1
"Nia takut tidur sendiri di sini" Lucky menghembuskan nafasnya dan terpaksa berbaring disamping Nia