
"Kak Pandu belum pulang, mengapa bisa ada di sini?" Nia yang tidak tahu apa yang terjadi tadi pagi bertanya.
"Jadi, sebenarnya Pandu mencari Om" Pras menjawab pertanyaan Nia dengan singkat
"Lho kok bisa, berarti tadi pagi Nia dan Kak Lucky numpang t*ksinya Kak Pandu?"Dengan polosnya Nia bertanya mengenai taksi yang dia tumpangi
"Kak Lucky, sudah bilang Terima kasih belum?", "Mana mungkin Kak Lucky mengucapkan terimakasih bertemu saja jutek begitu wajahnya, Kalau begitu Nia ucapkan Terima kasih Kak Pandu, karena sudah memberi tumpangan kepada kami" Mendengar perkataan Nia, Lucky langsung melayangkan jawaban tidak Terima
"Apaan sih Y*ng, jadi kamu memihak ke dia?" Lucky berbicara sambil mengarahkan dagunya ke arah Pandu yang kebetulan duduk di kursi seberangnya
"Pastinya, anak kecil saja tahu apalagi dia, pasti tahu mana yang benar dan tidak benar, mana orang baik dan juga tidak baik" Pandu juga tidak mau kalah dengan Lucky
"Kalian bisa diam tidak, dua-duanya seperti anak kecil" Rahma yang tidak ingin ada keributan berusaha melerai
"Ayah jadi ingat, waktu mereka berdua masih kecil, ketika Pandu dititip di rumah kita, mereka berdua selalu berebut, apapun itu. Mainan, makanan maupun ayah dan bunda. Sampai-sampai Ayah sangat kewalahan menghadapi kalian berdua" Pras teringat kejadian beberapa tahun ketika Pandu dan Lucky masih kecil perilakunya sama seperti saat ini, tidak ada yang mau kalah
"Kalian pasti sangat cocok jika memulai usaha bersama" Usul Pras
"Tidak ayah, Lucky tidak mau. Yang ada kita selalu gontok-gontokan" Lucky tidak menyetujui usul ayahnya
"Pandu juga tidak mau, mending cari partner lain dari pada dengan dia, kayak anak kecil" Pandu juga tidak menyetujuinya dan mencibir Lucky
"Bukannya itu tujuanmu datang ke sini, untuk berkolaborasi dengan Lucky untuk pengembangan usahamu agar lebih maju" Pras mengingatkan Pandu, karena ayah Pandu sudah memberitahu tujuan kedatangan anaknya
"Awalnya memang iya, tapi setelah tahu dengan siapa yang akan menjadi partner, kayaknya Pandu bakal mundur saja deh" Mendengar penuturan Pandu, Pras menggelengkan kepalanya dan berucap "Kalian memang tidak pernah berubah, coba sekarang kalian baikan, Om jamin usaha kalian akan merajai di kota ini"
__ADS_1
"Tidak Ayah"
"Tidak Om"
Pandu dan Lucky berbicara bersamaan.
"Om akan selalu mendukung apapun keputusanmi, tapi kalau Om boleh berpendapat, kalian akan menjadi partner bisnis yang hebat dikemudian hari" Pras melihat keduanya memiliki jiwa bisnis yang hebat jika keduanya bisa bekerja sama
Nia seketika bicara, ditengah mereka yang sedang berseteru
"Berarti sebenarnya kalian sudah kenal sejak lama, tapi mengapa kalian seperti tidak kenal ketika di penginapan waktu itu" Nia tidak ingin menyimpan rasa ingin tahunya dan ingin mengetahui alasan mereka mengapa bersikap tidak saling mengenal.
Keduanya malah terlihat saling pandang dan menunggu siapa yang akan menjawab, sebenarnyasebenarnya keduanya enggan untuk menjawab karena merasa canggung.
"Ayolah jawab, jangan hanya diam. Dasar anak kecil semua!" Nia mulai kehilangan kendali karena sudah cukup lama mereka tidak memberikan respon dengan rasa ingin tahunya
"Mengapa harus malu, tinggal bicara saja, apa susahnya sih" Sikap manja Nia mulai keluar lagi dan mendesak keduanya untuk bicara
"Ya.... ya..., sudahlah Y*ang tidak usah dibicarakan lagi"
"Sebenarnya sih karena kamu" Pandu langsung memotong perkataan Lucky yang terlalu berbelit-belit
"Ha... ha... ha... " Nia tertawa mendengar jawaban Pandu yang menurutnya sangat lucu
"Memangnya ada apa dengan Nia?" Lanjutnya ketika tawanya sudah mulai berhenti
__ADS_1
"Kamu tidak perlu tahu Y*ng, sudah diam tidak usah bertanya lagi" Lucky tidak ingin mengingat kejadian waktu itu
Flashback On
"Hai Luck, jadi ini rombongan dari sekolah lo" Sapa Pandu ketika berpapasan dengan Lucky saat rombongan sekolah baru turun dan memasuki penginapan
"Hai juga, diam-diam sudah sukses saja" Lucky balik menyapa dengan gaya ketusnya juga
Begitulah mereka yang sejak dahulu selalu bersikap tidak ramah antara satu dengan yang lainnya
"Dengar-dengar, cewek yang lo taksir sejak kecil, sekarang satu sekolah denganmu, dimana dia?" Pandu yang mengetahui kisah cinta seorang Lucky penasaran dengan orang yang mampu menaklukkan seorang Lucky yang begitu angkuh dan sombong di hadapannya namun hatinya sangat tangguh. Pandu sebenarnya sangat kagum dengan pendiriannya, namun dia gengsi untuk mengakuinya
"Tahu dari mana Lo, bahkan bokap gue saja belum tahu"
"Jangan anggap remeh gue, mata dan telinga. gue ada di mana-mana", "Akan gue cari tahu sendiri, tapi jangan marah jika gue menemukannya dan bersiaplah untuk menangis karena dia bakal jadi milikku" Pandu mengancam seperti waktu mereka masih kecil dulu dan pada. akhirnya semua yang dimiliki Lucky bisa dimiliki oleh Pandu
Mereka berpisah karena semua siswa diminta untuk berkumpul di aula yang sudah disiapkan. Sebelum Lucky benar-benar pergi, sekali lagi Pandu mengingatkan ke Lucky "Lo harus hati-hati dan bersiap untuk menangis"
"Tidak ada yang bisa merebutnya dari gue" Lucky akan membuktikan jika dia tidak akan pernah melepaskan apapun yang kini menjadi incarannya
"Baiklah, lebih baik lo segera pergi dan gue akan mengamati dari kejauhan, dalam waktu singkat, gue pastikan akan menemukannya" Pandu sangat tahu karakter Laucky yang akan selalu menjaga apa yang dia miliki, dari sikap itulah yang akan dia gunakan untuk mengetahui gadis yang sangat special di hati Lucky
Dalam waktu sekejap, Pandu telah menemukan kemungkinan besar gadis yang menjadi incaran Lucky dari sikap Lucky yang selalu perhatian dengan seorang siswi, karena setahu dia Lucky tidak pernah mau berbincang bahkan berdekatan dengan lawan jenis. Tapi kini dia berusaha mengajak seorang gadis manis selalu bersamanya meskipun selalu ditemani oleh teman-temannya.
"Gue paham dengan karakter lo Luck, Siap-siap saja apa yang bakalan gue lakukan" Batin Pandu ketika memperhatikan interaksi antara Lucky dan Nia
__ADS_1
"Bersiaplah untuk menangis, setelah gadis itu berhasil gue dapatkan seperti waktu dulu, apapun mainan yang berusaha kau miliki akan menjadi milikku, bahkan gadis manis ini gue pastikan akan jatuh ke tangan gue" Pandu tersenyum puas setelah mengetahui gadis itu secara langsung, yang terlihat manis dan juga manja namun sangat menarik
"Kali ini bukan untuk gue miliki setelah gue mendapatkannya, namun gue hanya bermaksud membuktikan seberapa pantas dia untukmu, karena gue juga sudah memiliki kekasih yang jauh lebih cantik dan baik" Pandu hanya ingin membuktikan bahwa pilihan Lucky yang sejak kecil dipertahankan sampai tidak ingin mendekati gadis manapun memang pantas untuk menemani hidupnya