CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
62


__ADS_3

"Kak, gue mau memberikan pembelaan atas apa yang gue lakukan kepada Nia, gue mohon kakak-kakak semua mau mendengarkannya" Sonya memohon kepada pengurus OSIS untuk mendengar pembelaannya


"Baiklah, kami beri waktu 10 menit, jika pembelaannya tidak masuk akal saat itu juga kamu harus meminta maaf kepada Nia" Lucky memberikan waktu berbicara Sonya


"Ok gue melakukan hal itu kepada Nia bukan tanpa alasan, awalnya yang memulai adalah Nia yang berusaha mengejek gue ketika sedang ada di kamar penginapan pada waktu yang lain sedang keluar, dia mengatakan kalau gue tidak akan bisa mengalahkan dia yang kini sudah bisa merebut hati Kak Lucky dengan cara yang tidak bermoral, dengan cara memberikan jampi-jampi kepada Kak Lucky, karena sebenarnya gue sangat menyukai Kak Lucky sejak masuk pertama kali. Gue mengagumi Kak Lucky dari hati saya yang paling dalam, jadi gue marah ketika Nia mengatakan cara dia mendekati Kak Lucky seperti itu" Sonya mengarang semua cerita yang dia sampaikan demi menutupi agar tidak diinterogasi lebih dalam lagi, dia takut kalau sampai keceplosan menyebut Manda, meskipun sebenarnya yang dia katakan mengenai menyukai Lucky adalah benar adanya, namun dia juga tetap harus melindungi Manda yang kini menjadi pohon uangnya


"Ok, sudah jelas semuanya sekarang juga kamu meminta maaf kepada Nia, karena menurut saya apa yang kamu katakan adalah bohong, tidak mungkin Nia melakukan hal serendah itu demi mendekati gue, dan satu hal yang harus kamu ketahui yang mendekati dia adalah gue terlebih dahulu, bukan dia" Lucky memotong perkataan Sonya yang dianggap hanya bualan saja, karena awalnya dialah yang menyukai Nia


"Tapi Kak.... " Sonya masih saja ingin menyangkal namun sudah dipotong oleh Lucky


"Tidak ada tapi lagi, silakan keluar dan segera minta maaf" Lucky memerintah


Sonya mematuhi ap yang diperintahkan oleh Lucky meskipun dalam hati kecilnya masih ingin berontak dan tidak mau melakukannya bahkan dia mengumpat dalam hatinya "Awas saja lo Nia, lo bakal menerima yang lebih lagi dari gue, kali ini bukan karena perintah dari siapapun melainkan dari diri gue sendiri"


Menuju ke kelas Nia dengan di dampingi oleh salah satu pengurus OSIS, Sonya meminta izin kepada guru yang sedang mengajar, dengan mengajak Nia ke luar kelas terlebih dahulu agar tidak membuat gaduh suatu siswa


Sonya meminta maaf kepada Nia, karena dia telah berbuat jahat kepadanya saat kegiatan rafting waktu itu, dirinya terjatuh karena kesengajaan dari Sonya agar dia terluka. Hal terjadi karena Sonya tidak suka jika Nia berdekatan dengan Lucky karena dia juga sangat menyukai Lucky dan tidak pernah mendapatkan perhatian sedikitpun.

__ADS_1


"Mengapa harus melakukan hal itu?" Nia bertanya kepada Sonya


"Karena gue ingin lo mengalami cacat yang pastinya membuat Kak Lucky menjauhimu" Sonya menjelaskan maksud ingin melukainya


"Apakah yang menaruh mainan ular di dalam tas milikku juga ulah kamu?" Sonya langsung menggeleng cepat ketika mendapat tuduhan seperti itu


"Kalau mengenai mainan itu bukan gue yang menaruhnya, lo lihat sendiri pada waktu itu gue juga sangat ketakutan, Lo tanya saja sahabatmu" Nia menjadi bingung, sahabat yang dimaksud Sonya


"Maksudnya.....?"


"Iya, lo tanya saja kepada Nana sahabatmu, seperti dia mengetahui masalah mainan yang ada di tasmu waktu itu"


Flashback On


Ketika Nia keluar kamar dan tidak kembali, Nana bertanya mengenai kejadian mainan ular yang berada di tas Nia. Setelah Sonya berkata tidak ada yang dicurigai, Nana masuk ke toilet sebelum makan malam dan sholat magrib. Di dalam toilet Nana sempat bergumam "Untungnya tidak ada yang mengetahui, jadi gue aman dan tidak ada yang mencurigai gue"


Hal itu didengar oleh Sonya yang sudah membuka pintu toilet ingin memanggil Nana agar cepat keluar dan segera pergi ke aula, karena semua siswa sudah berkumpul semua di sana. Namun Sonya hanya diam, selama ulahnya belum diketahui maka dia juga akan diam namun saat ulahnya sudah diketahui maka semua akan dia bongkar, itulah janjinya waktu itu. Karena saat ini ulahnya telah diketahui mmaka mau tidak mau ia juga menyeret nama Nana.

__ADS_1


Flashback Off


Nia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sonya barusan, tidak ada alasan Nana melakukan hal serendah itu terhadapnya. Apalagi dengannya, sepertinya tidak mungkin, mereka sudah berteman cukup lama dan tidak pernah ada salah paham diantara mereka.


"Masih tidak percaya dengan yang gue omongin, tanya langsung saja ke Nana dan kalau dia tidak mau mengaku guelah saksinya" Sonya masih ngotot karena dia tidak ingin dia sendiri yang malu karena ulahnya


"Luck, di kelas Nia sekarang ada ribut-ribut, mohon segera meluncur ke sini ya, Sonya ngamuk tidak jelas dan menyeret nama Nana" Danny langsung menelphon Lucky setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya


"Iya, sebentar lagi saya tiba di sana" Lucky dengan langkah tergesa-gesa menuju kelas Nia yang jaraknya tidak jauh dari ruang OSIS


Suasana di kelas Nia sangat ramai, semua siswa penasaran apa yang sebenarnya terjadi, karena di sana ada keramaian, dalam keadaan yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi, Lucky meminta Sonya dan juga Nia untuk masuk ke ruang OSIS untuk menyelesaikan masalah. Lucky juga memerintah untuk memanggil Nana untuk mengklarifikasi kebenarannya.


Semua sudah berada di sana, Lucky mulai mengintrogasi Nana. Awalnya Nana sangat senang sebelum dia tahu apa yang akan dibicarakan di sana, dia sudah merasa di atas awan karena dipanggil oleh Lucky ke ruang OSIS, selama ini dia tidak ada kesempatan sedikitpun untuk berbicara dengannya. Namun setelah mengetahui apa yang akan dibicarakan membuat nyalinya menciut, dia tidak tahu dari mana asal informasi yang diperoleh oleh Lucky.


"Baiklah, kami mohon kamu Nana bicara dengan jelas dan tidak perlu ada yang ditutupi lagi, mengapa kamu berusaha menakuti Nia dengan menggunakan mainan, bukannya kalian selama ini sahabatan tapi mengapa kamu sampai tega melakukan itu?" Lucky mulai membuka pembicaraan, Awalnya Nana mau berterus terang jika benar dirinyalah yang telah menaruh mainan itu di tas Nia, namun melihat Sonya sudah menjadi tersangka, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan.


"Maaf sebelumnya Kak, memang saya yang menaruh mainan itu, tapi bukan kemauan saya sendiri melainkan saya dipaksa oleh Sonya untuk memasukkannya ke dalam tas milik Nia, karena dia berpikir, semua orang tidak akan mengira bahwa sayalah yang melakukannya karena semua siswa tahu kalau kami berdua sahabatan" Sonya menjadi naik pitam ketika mendengar penjelasan Nana yang kini malah menyeret dirinya lagi sebagai kambing hitam

__ADS_1


"Kapan gue minta tolong ke elo?" Sonya bertanya


Pertengkaran antara Sonya dan Nana tidak dapat terhindarlan lagi keduanya mempertahankan apa yang menjadi opini masing-masing


__ADS_2