CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
132


__ADS_3

Manda tidak mendapatkan jawaban dari kekasihnya, karena Farhan juga tidak tahu menahu tentang acara yang sedang berlangsung di rumah Lucky, meskipun keduanya dulu cukup dekat, namun karena semenjak mereka sekolah menengah atas jarang komunikasi.


"Say*ng, jadi kamu beneran tidak tahu ada acara apa di rumah Rasya?Bukannya kalian akhir-akhir ini sering komunikasi?"


"Memang, sering komunikasi, tapi hanya untuk bertanya tentang peristiwa yang menimpa pacarnya saja dan tidak ada pembicaraan lain"


Setelah mendapat jawaban dari Farhan, Manda pergi meninggalkan kekasihnya tanpa pamit, karena dia sudah kesal tidak mendapatkan apa yang diinginkan.


"Say*ng sebentar, jangan marah bisa tidak nanti biar anak buahku mencari informasi" Farhan berlari mengejar Manda yang pergi dalam keadaan marah dan berusaha menghentikannya, namun Manda sudah tidak peduli lagi


Menyusuri jalanan yang cukup ramai, Manda pergi tanpa ada tujuan yang pasti dia berfirasat ada acara penting di kediaman keluarga Lucky karena di sana ada orang tua dan Kakak Nia serta kerabat-kerabat dekat keluarga Lucky.


Menghentikan mobilnya di sebuah taman yang cukup ramai oleh pengunjung yang sedang menghirup udara segar serta menghabiskan malam bersama keluarga sambil mencari makan menjadi pemandangan Manda ketika memasuki taman. Dalam hatinya merasa iri melihat beberapa keluarga yang lengkap dan hidup bahagia sedang bercengkerama dengan anggota keluarga yang lain. Berbanding terbalik dengan dirinya yang kini sedang berjalan sendirian menyusuri jalanan setapak yang di buat di dalam taman. Dia yang ditinggalkan ayahnya sejak kecil, dan harus memiliki ayah tiri membuat hidupnya tidak sebahagian orang lain. Bahkan dengan adik tirinya saja dia tidak pernah akur. Ibunya juga sibuk sendiri dengan teman-temannya untuk arisan dan juga entah kegiatan apa.


Duduk pada sebuah kursi yang berada di dlam taman sambil mengamati orang-orang yang berlalu lalang hingga tengah malam menjelang tanpa mempedulikan pandangan orang-orang yang melewatinya, dia asyik sendiri dengan dunia lamunannya. Membayangkan jika di mempunyai keluarga kecil dan bermain bersama pasti membuatnya sangat bahagia, apalagi bisa bersama dengan orang yang selama ini dia suka namun tak kunjung dia dapatkan. Mengingat hal itu Manda kembali kesal dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata karena kebetulan jalanan yang sudah sepi.


"Braaaaak" Suara benturan dia buah benda berat tidak bisa dihindari, mobil milik Manda membentur kendaraan lain yang melintas dari arah yang berlawanan. Terlihat kap kedua mobil sudah tidak berbentuk, belum terlihat ada yang keluar dari dalam mobil. Kendaraan yang melintas banyak yang menghentikan kendaraannya, ada yang berusaha membantu ada juga yang hanya sekedar memastikan peristiwa yang terjadi, namun ada juga yang segera menelphon polisi karena waktu yang sudah beranjak dini hari, tidak banyak warga yang keluar untuk membantu.


Dari pihak kepolisian yang berasal dari pos polisi untungnya segera datang. Penumpang mobil semua sudah keluar, hanya ada luka-luka ringan yang mereka alami, namun mobil mengalami kerusakan parah. Penumpang dan mobilnya segera diderek ke kantor polisi untuk dinintai keterangan lebih lanjut.


****


Nia yang tidak mau ditinggal sendiri, Lucky menemaninya. Meskipun terlihat terpaksa namun dalam hati Lucky sangat bahagia bisa satu ranj*ng dengan Nia. Setengah jam berlalu mereka belum bisa memjamkan mata, rasa kantuk dan lelah sudah mendera keduanya, namun tidak bisa juga segera dipejamkan. Berulang kali tubuh mereka berguling ke kanan dan ke kiri yang membuat mereka semakin gelisah.

__ADS_1


"Y*ng, ada apa sih dari tadi gerak terus?" Lucky yang sejak tadi juga bisa memejamkan mata 7


"Entahlah, rasanya Nia tidak bisa tidur di sini"


"Mungkin karena belum terbiasa saja Y*ng"


"Bisa jadi, tapi sejak tadi Nia kepikiran Mama dan Papa. Mengapa mereka belum menelphon Nia, apa mungkin sudah lupa dengan anak gadisnya?" Nia sedikit cemberut dan kesal karena orang tuanya tidak memberi kabar sama sekali semenjak meninggalkan kediaman keluarga Lucky


"Tidak mungkin mereka melupakanmu, coba kamu pikir deh, orang tua tidak akan mengganggu anaknya yang baru saja menikah, takutnya mengganggu anaknya yang sedang istirahat" Lucky berusaha menenangkan Nia


"Apa iya, mereka takut mengganggu istirahat anaknya?"


"Yang pasti mereka takut mengganggu kebersamaan kita untuk pertama kalinya"


"Say*ng, sebenarnya kamu tidak tahu atau beneran tidak tahu sih?" Lucky menjadi sedikit kesal dengan yang dikatakan Nia


"Maksudnya tidak tahu apa Kak?" Nia sebenarnya hanya malu jika menjawabnya dengan jujur


"Kamu tahu tujuan dari menikah tidak?" Tanya Lucky dengan lembut "Kalau kamu tidak tahu sini kakak bisikin" Lucky menarik tangan Nia supaya mendekat kearahnya


"Tapi kita menikah juga mendadak, Nia tidak ada persiapan apapun?" Nia masih meronta untuk menjauh


"Kan sudah disiapkan oleh Mama dan Bunda, kita tinggal menikmatinya" Lucky semakin menggoda Nia yang kini mukanya memerah

__ADS_1


Nia ingat dengan baju yang dia pakai tadi merupakan pemberian dari Mamanya dan juga mertuanya.


"Jangan banyak gerak Say*ng, cepetan mendekat dan jangan sampai Kakak berbuat lebih" Lucky mengancam Nia agar dia menuruti perkataannya dan mendekat kepadanya


Bukan Lucky kalau tidak bisa membuat Nia untuk mendekat ke arahnya. Lucky tidak mau membuang kesempatan disaat Nia sudah semakin mendekat kepadanya langsung dia tarik dan tidak sengaja terduduk dipangkuannya. Keduanya menjadi canggung dan hanya saling menatap satu sama lain. Ada keinginan dalam diri Lucky untuk mencoba menci*m bibir Nia yang jaraknya tinggal beberapa centi lagi dari wajahnya.


"Kak, apa yang kakak pikirkan?" Nia mencoba mengalihkan pikiran Lucky yang membuatnya takut


"Kamu tahukan sekarangnapa tujuan orang menikah?" Suara Lucky semakin terdengar berat dan serak


Namun, Nia masih saja mengalihkan arah pembicaraan Lucky, dia masih belum siap jika harus melakukan hal-hal yang belum waktunya menurutnya.


"Say*ng.... kamu jangan membuat kakak semakin tidak bisa mengendalikannya" Kini Lucky semakin terlihat frustasi untuk bisa menahannya lebih lama


"Nia benar tidak tahu apa yang kakak maksud?" Nia berusaha bangkit dari pangk"an Lucky namun, segera ditahan oleh Lucky agar tidak bisa turun dari pangk*annya


"Say*ng tolong bantu kakak sekali ini saja, kakak sudah tidak bisa menahannya jika kita seperti ini terus" Lucky yang sudah kehilangan akalnya berkata dengan jujur dengan menunjukkan juniornya yang semakin men**ang


Nia tidak bisa berkata lagi dan hanya pasrah jika saat ini dia harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya, apalagi saat ini mereka juga sudah sah dimata hukum maupun agama, Nia juga tidak bisa membuat alasan lagi.


Melihat Nia yang pasrah, Lucky merasa menang. Diturunkannya Nia dari pangk*annya kemudian men*kmat* bib*r Nia berulang kali.


"Beginilah say*ng, tujuan kita menikah yang pastinya setelah ini kita harus repr*d*ksi, menerapkan pelajaran yang kita peroleh di sekolah"

__ADS_1


Baru saja selesai bicara, handphone Lucky berbunyi berulang kali dan memaksanya untuk turun dari ranj*ng untuk mengambilnya dan berbicara


__ADS_2